Agen Poker Agen Poker Agen Poker

CERITA BOKEP MESUM DENGAN KIMCIL

By On Thursday, September 15th, 2016 Categories : cerita bokep, cerita dewasa, cerita janda, cerita mesum, cerita sex

CERITA BOKEP MESUM DENGAN KIMCIL

CERITA BOKEP MESUM DENGAN KIMCIL Memperkenalkan pembaca nama saya Doni. Umur 24 tahun dan sekarang lagi kuliah di sebuah universitas swasta di Kediri. Saya termasuk seorang pria yang populer di kampus (sekeren namaku). Tapi aku punya kelemahan, saat ini saya sudah tidak perawan lagi (yang tidak lagi nya keperawanan waktu emang disukai). Nah, hilangnya perjakaku ini yang ingin saya untuk memberitahu.

25


Aku punya banyak cewek. Di antara banyak gadis itu yang paling saya suka adalah Retno. Namun dalam cerita ini tidak Retno karakter utama. karena kerugian tidak ada hubungannya perjakaku tidak sama Retno. Bahkan, pada waktu itu aku lagi kemarahan doski yang sama.

Pada saat itu saya tidak nganggap Retno benar-benar mencintaiku. Aku benar-benar sama lagi jutek dia. Tak berujung sudah lima bulan pacaran, hanya memberi kita matahari matang Retno doang pipi. Cerita fit ke tempat saya ngapel kostnya, aku ngajakin dia ML. Aku lelah pengin benar-benar. (Kali Frekuensi mantengin VCD parto yee …). Tapi Retno menolak mentah-mentah. Sebaliknya saya diceramahin, busyet dah!

Sehingga Minggu malam aku nggak ngapel (cerita rewel). Saya cuman duduk-duduk di teras kamar kostku gitaran. Semua teman kostku pada ngapel atau apakah nglayap mana. rumah orangtua yang kebetulan di samping rumah kos agak sepi. Karena sejak siang ini ibu kos dan ayah pergi ke undangan. Putri tertua mereka, Murni sudah dijemput pacarnya sejam yang lalu.

Sedang Maidy, adik Pure apakah nglayap mana. Yang hidup Gita, yang termuda dan Linda, sepupunya yang terjadi lagi mengunjungi rumah oomnya. India terdengar lagu dari rumah ibu, mereka tentu lebih menyenangkan untuk menonton Bollywood Gala.

Saya tidak tahu, entah karena suaraku merdu atau mungkin karena suaraku off-kunci ditambah berisik, Gita datang kepada saya.

“Dan jangan ngapel ya, Mas Doni?” Dia mengatakan anak (harap dicatat bahwa Gita adalah orang yang benar-benar ramah)

“Ngapel dengan siapa, Ta?” Aku menjawab, terus memainkan cokelat sialan.
“Ah … Mas Doni pura-pura lupa dengan pacarnya.”
Gadis yang duduk di sebelah saya (ketika ia duduk sebagian terlihat karena paha mulus Gita cuman memakai selutut kulot). Aku cuman tersenyum kecut.
“Sudah aku putus dengan dia.” Aku mengatakan itu.

Aku tidak tahu, tapi aku menangkap sesuatu yang aneh pada tanda-tanda Gita. Gadis 14 tahun tampaknya senang mendengar aku putus. Tapi dia berusaha menutupinya.
“Yah, kacian deh … setelah mengantar pacar yang sama ya?” Dia menggoda. “Saya pikir lagu mood benar-benar buruk.”
Aku berhenti berlalunya gitar saya.

“Nah, bagaimana ya … saya pikir saya lebih suka Gita deh sama dari dia.”
Nah lo! Tak terasa benar-benar mengubah wajahnya. Langsep gadis yang agak berkulit gelap merah di wajah. Saya langsung berpikir, apa ya bener gosip di rumah kos ini di mana Gita jika ada akan dengan saya.

“Ta, diam aja kok? Malu baik …”
Gita melirik saya dengan manja. Tiba-tiba aku berpikir ngrasani, gadis yang duduk di sebelah saya adalah manis juga baik. Masih di smp kelas dua tapi apa yang telah saya perawakannya seperti anak-anak sma menulis. Tinggi, ramping, langsing, biji manekin tubuh, payudara … Oh tidak ya benar-benar hebat. Tiba-tiba, jantung berdebar saya melihat tubuh Gita yang cuman pakai kaos ketat tanpa lengan itu. Tampak belahan dada sedikit antara tombol manis. Ih, ereksiku naik waktu melirik pahanya semakin terlihat. kulit paha ditutupi dengan bulu-bulu halus tapi gadis berukuran cukup padat.

“Mas, daripada menganggur bagaimana jika Mas Doni membantu saya bekerja pada rekan English?”
“Yah Gita, mengapa bekerja pada rekan-malam minggu? Lumayan pacaran dengan Mas Doni, bukan?” Pancingku.
“Ah, Mas Doni hanya bisa godain Gita ..”
Gita mencubit pahaku sekilas. Siir .. Wah, benar-benar terasa seperti ini. Bagaimana ya, aku benar-benar kayak gairah anak yang sama. Ups, penisku bangun kok yah?
“Bukankah Mas, tolongin Gita?”
“Ada hadiah tidak?”
“Iiih, meminta bantuan kok minta upah sih …”
Gita berburu untuk cubitan kecil di paha saya. Siiiir … mengapa bahkan menambahkan merinding seperti ya ini?
“Jika matahari tidak Mas Doni berbayar seperti tablet.” Pancingku lagi.
“Aah … Mas Doni orang nakal …”

Lagi Gita mencubit pahaku. Kali ini saya memegang tangan Gita membiarkan aku tinggal di pahaku. Sial, gadis itu tidak menolak tablet. Dia cuman diam sambil malu.

“Baik, mengambil Gita nya kemudian ngerjain peernya di kamar Mas Doni menulis. Kemudian rekan tidak ngerjain membantu, tidak mencintai bonus pelajaran pacaran mau?”

Hot Cerita – Gadis itu hanya tersenyum saja kemudian masuk rumah utama. Menyenangkan … pasti deh dia ingin. Benar saja, tidak sampai dua menit saya bisa membawanya ke kostku kamar.
Kita dipaksa untuk duduk di tempat tidur cuman satu-satunya di ruangan. Aku menutup pintu sudah, tapi aku tidak mengunci. Aku sengaja tidak segera membantunya bekerja pada rekan, aku hanya mengundang dia untuk chatting.

“Saya berkata kepada Linda jika Anda datang ke sini?”
“Ya itu, saya bilang ke Mas Doni.”
“Kemudian Linda bagaimana? Tidak marah?”
“Ya enggak, mengapa marah.”
“Sendiri dong dia?”
“Mas Doni mengapa nanyain Linda mulu sih? Sukanya di Linda ya?” Tanya Gita ngambek.
“Yee … Gita marah. Kecemburuan bukan?”
Gita cemberut, tapi saat tidak lagi. Dibuka melalui sebuah buku yang dia bawa dari rumah utama.
“Gita sudah punya pacar belum?” Aku bertanya, memancing.
“Tidak tuh.”
“Kencan belum?”
“Dia mengatakan Mas Doni ingin Gita diajarkan pacaran.” Kata Gita.
“Gita Bener inginkan?” Scoop bLindambut ya, pikirku.
“Kencan pada dasarnya harus ada cinta.” Aku turun malu ketika kulihar Gita. “Gita seperti Doni sama mas?”

Gita menatapku penuh arti. Matanya seolah-olah untuk menghibur pertanyaan afirmatif. tapi aku butuh jawaban yang bisa didengar. Aku duduk dekat dengan Gita.

“Gita seperti di Mas Doni?” Aku mengulangi.
“Ya,” gumamnya pelan.
Kanan!! Dia menyukai saya. Jika jadi saya bisa …
“Mas Doni ingin ngesun Gita, Gita menurut aja yah …” bisikku ke telinganya Gita

Tanganku membelai rambutnya dan wajah kita lebih dekat. Gita menutup matanya dan membasahi bibirnya (aku benar-benar bersorak). Kemudian bibirku menyentuh bibirnya yang seksi, begitu lembut. Kulumat bibir bawah perlahan tapi penuh gairah, napas berat awal nya. Lumatanku lebih cepat sambil sesekali aku menggigit bibir saya.

Mmm..muah … kuhisap bibir matang.
“Engh .. emmh ..” Gita mulai berteriak.

Napasnya mulai tidak teratur. Matanya tertutup rapat seolah antara lidah hitam membayangkan kami untuk melawan satu sama lain dan saling menggigit. Tanganku tanpa diperintah sudah menyusup di balik kemeja ketat. Remas-meremas payudara soulful Gita. ereksiku semakin menyala ketika gundukan hangat itu terasa kenyal di ujung jari saya.

bibirku merayap leher menyapu Gita. Aku cumbui leher wangi. Kupagut sambil kusedot perlahan sambil aku memegang beberapa waktu. Saya sedikit gigitan chop-cincang nafsu Gita.

“Engh .. masss … tidak … Aku Uuuh …”
Ketika saya membiarkan bekas luka muncul memerah menghiasi leher Gita.
“Ta … baju dilepas ya sayang …”

Gadis itu hanya mengangguk. Matanya masih tertutup rapat tapi bibirnya tersenyum. napasnya sesak. Sambil memegang panas, membuka empat kancing kemeja Gita satu pLindatu dengan tangan kanan saya. Sedang tangan kiriku masih meremas payudara Gita bergantian dari balik kemeja. Tak tahan rasanya membiarkan Gita hilang kesenangan. jari gita menggelitik di dada dan perut, memaksa hem terbuka dikenakan saya pakai. Aku menggeliat menahan amukan asmara Gita dibuat.

Kaos merah muda Gita jatuh di tempat tidur. Mataku melebar melihat dua gundukan manis tertutup dengan warna pink tipis. Aku memeluk tubuh Gita dan leher kembali aku mencium gadis manis, aroma dan keringat berbaur membuatku semakin bersemangat untuk membuat ornamen merah lehernya.Perlahan-lahan menarik bra kait-nya, hanya menarik sekali BH, juga, telah jatuh ke tempat tidur . Dua gundukan daging itupun menghangat di ulu hatiku.

Aku meletakkan tubuh perlahan ramping di tempat tidur. Wow … payudara Gita (yang kira-kira ukuran 34) membengkak. tepi merah kecoklatan yang benar-benar menggairahkan. Beberapa kali aku menelan payudaranya Gita. Ketika saya merasa bahwa ada yang saya lakukan, Gita menyipitkan mata.

“Ta … Ta adekmu sudah begitu besar …”
“Ini sudah waktunya untuk dijemput massa ya …”
“Ahem, saya akan metik ya Ta …”
Aku berada di atas Gita. tangan saya pergi bekerja menciptakan kesenangan demi kesenangan di dada Gita.

Bermain … .. kuusap memutar putar Pentel bengkak.
“Auh … Mass .. Aku tidak tahan Misa … seperti sekarat untuk mas kencing ..” erang Gita.
Sex Cerita – Tak aku mengabaikan rintihan. Aku segera menyomot Gita payudara dengan mulut saya.
“Mmmm … suuup … mmm …” kukenyot-kenyot maka saya menghisap putingnya.
“Mass … sakiit …” erang Gita mencengkeram vaginanya.
Sekali lagi, saya tidak mengabaikan rintihan. Bagi saya bust siklus Gita sangat menyenangkan. Justru-erangan erangan itu menambah rasa nikmat yang tercipta.
Namun seiring waktu aku tidak tahan juga membuat Gita terus urine. Jadi saya hanya merosot celana. Dan ternyata CD merah muda yang dikenakan Gita telah basah.
“Gita ya Mass kencing di celana?”
“Tidak sayang, ini bukan kencing. Cuman lendir vagina yang indah ini.”
Gita tertawa dan tertawa ketika saya menggosok saya telapak tangan-gogokkan pada permukaan yang telah vagina basah. Geli selakangnya terbuka lebar. Pussy ditutupi dengan bulu lebat dipertahankan. Lubang kawin berkaca-kaca oleh lendir kenikmatan Gita. Rosy, vagina masih perawan.

Saya tidak tega melihat ayunya lubang kawin. Segera aku mengambil penisku keluar dari kandangnya. Lalu aku terselip dasar selakangan yang membukanya.
“Tahan ya sayang … Engh ..”
“Aduh … massa sakiiit …”
“Egh … hanya bersantai ….”
“Mas … aah !!!” Gita menjambak rambut saya liar.
Slup … penisku yang gagah melalui gua perawan Gita masih sempit. Untungnya, itu vaginanya berair sehingga kita tidak terlalu sulit untuk memasukkannya. Perlahan-lahan, dua lima centi centi masih sempit.
“Aduuuh masss … sakiiit …” mengerang Gita.
Aku mengambil penisku keras.
“Jruub …”

Langsung langsung lenyap sampai ujung menyentuh dinding rahim Gita. penisku berdenyut sedikit sakit seperti tergencet dua dinding tebal. ujung menyentuh sesuatu cairan hangat. Aku menarik kembali penisku. Lalu masukkan lagi, keluar lagi berkali-kali. Rasa sakit berangsur-angsur hilang.
Saya telah menyebabkan bergoyang-goyang penisku.
“Sayang Sakit …” kataku.
“Enakkk … eungh …” Gita mencintai.

Dia bergabung mengggoyang-goyang pantat Anda. Semakin keras bahwa tempat tidur mencicit. Sampai-sampai Gita tubuh berayun. Sampai-sampai dua gunung kembar Gita memantul. Segera aku menangkapnya dengan tangan saya di kedua gunung.
“Enggh .. ahhh ..” desis Gita ketika tangan mulai meremas-meremas.
“Mass Saya ingin buang air kecil …”
“Papa Pee tulis Ta … tidak benar-benar.”
“Aaach … !!!”
“Hegh … Engh …”
“Suuur … Crot Crot .. ..”
Gita kawin lendir keluar, sperma juga ikut-ikutan muncrat. Kami telah sama-sama orgasme.
“Ah …” lega. Aku mengambil kembali penisku perkasa nan. darah perawan Gita terpasang di ujungnya dengan cum berbaur dan cairan kawin. Aku memeluk dan aku mencium gadis yang telah memberi saya kepuasan. Gitapun habis tidur.

Kreek … Pintu kamar saya terbuka. Aku segera berbalik ke pintu dengan panik. Linda bengong terpaku di depan pintu Gita tubuh berbaring telanjang di tempat tidur dan kemudian ganti menatap penisku yang sudah mulai lemas. Tapi aku juga terkejut ketika melihat Linda sudah asli telanjang. Aku tidak tahu tahu bahwa sejak mereka memasuki Gita Linda mengintip di depan kamar.
“Linda? Ng … ano ..” antara rasa takut dan nafsu saya melihat Linda.

Gadis ini dua tahun lebih tua dari Gita di atas. Tak heran jika dia lebih dewasa dari Gita. Meskipun kecantikannya tidak bisa menyamai Gita, tapi tubuh tidak kalah menarik dari Gita, terutama dalam keadaan penuh telanjang seperti itu.

“Saya tidak akan mengatakan kepada paman dan bibi asal …”
“Hanya apa?”

Linda mata berkaca-kaca melihat ke arah Gita dan penisku ternyata. Kemudian dia membelai payudara dan vagina itu sendiri. Tangannya meninggalkan bermain di berbagai belahan yang telah vagina basah. Linda sengaja memprovokasi birahiku. Melihat adegan itu, gairah saya bangkit kembali, penisku ereksi lagi. Tapi aku masih ingin Linda lanjut mengobarkan gairah.

Linda duduk di meja saya. Mekangkang kakinya sehingga vaginanya terbuka merekah merah. Tangannya masih terus meremas-remas susunya sendiri. Mengangkatnya seakan menawarkan sepotong daging dengan saya.
“Mas Doni .. sini .. v …”

Saya tidak peduli apakah ia tertawa seperti pelacur. Aku berdiri di depan gadis itu.
“Ayo .. mas mainin aku lebih hot lagi ..” katanya penuh semangat.
Aku gantiin Linda meremas-remas payudaranya yang ukuran 36 itu. Menempatkan satu ujung, sudah bengkak dan keras, tanda Linda nafsu sendiri benar-benar.
“Eahh .. mmhh …” mengerang seksi sekali membuat saya bahkan remasanku lebih memperkencang.
“Eahhh .. mas .. sakit .. buruk ….”

Linda memainkan dia di penisku. Jakarku buah mempermainkan saya melenguh keasyikan. “Ers … tangan Anda benar-benar nakal …”
Gadis itu tertawa dan tertawa cuman tapi terus bermain-main dengan senjata. Karena saya caplok jengkel Linda bergantian milks. Kukenyot sementara aku meniup-tiup.

“Auh …”
Linda menekan penisku.
“Ers … Sayang sakit” saya mengeluh di antara payudara Linda.
“Keluar dari mas dingin …” jawabnya.
Setelah puas Aku menatap wajah Linda.
“Linda, menginginkan sikap baru Mas Doni?”
Dia mengangguk penuh semangat.
“Kemudian Linda berbaring di lantai GIH!”

Linda menurut saja ketika aku berbaring di lantai. Ketika saya hendak berbalik, Linda meraih lenganku. Gadis yang telah jatuh rasa malu segera menyambar saya untuk miliknya. Ronga serangan lidah menggila di mulut saya jadi saya harus menghabiskan usaha ekstra untuk mengimbanginya. Dia memimpin tanganku mengusap lubang penisnya. Tentu saja aku langsung bereaksi. jari saya bermain antara hitam nan bukit hutan lebat di atas kawah. “Mmmm … enghh …”

Kita masing-masing merasa satu juta nikmat melenguh dibuat.
cerita dewasa – aku pergi bersama berbaring di lantai. Saya diarahkan Linda untuk mengambil posisi 69, tapi kali ini aku di bawah. Setelah siap, tanpa diperintah Linda segera dikuburkan penisku di mulutnya (aku berpikir bahwa anak ini telah mengalami).

Linda ingin melumat penisku yang telah berdenyut nikmat. Aku juga, sehingga kesenangan menjilati lendir pada vagina setiap inci dari Linda, adalah saya bermain di kedua payudara. Srup srup, sehingga suara saat kusedot lendir dari lubang vagina Linda. Linda Vagina ukuran sedikit lebih besar dari kita Gita, bulu juga lebih padat milik Linda. Dan clit … mmm … merah kenyal kecil dan mengasyikkan. Jadi jangan ngiri jika saya benar-benar terjepit itu dengan penuh semangat.
“Ngngehhh … uuuhh ..” Linda mendesah sambil terus melumat gun saya.
pernikahannya sedang lendir keluar terus.

“Ouwgh … isep sayang, iseppp …” kataku saat aku akan keluar.
Linda menghisap ayam keras dan crooott … cairan putih kental sudah penuh di lubang mulut Linda. Linda berhenti menghancurkan penisku, kemudian dia telentang di lantai (tidak lagi menunggangiku). Saya terkejut dan menatapnya.

“Aha …” ternyata dia menikmati rasa sperma juga dioleskan pada wajahnya, dasar anak gemblung.

Beberapa saat kemudian dia kembali menyerang penisku. Diserang seperti itu, aku akan mengubah serangan. Aku tumbruk dia, bibir kulumat kejam. Tapi tak lama Linda berbisik, “Mas .. saya sudah tidak tahan …”

Linda berbisik sambil memegang penisku dengan menusukannya niat ke dalam vagina.
Aku Linda menungging, dan saya siap menyodorkan penisku perkasa. ayam itu tegang ketika menyentuh bibir vagina. Kutusuk senjata masuk melewati kanal sempit.

“Sakit Mas …”
Sulit untuk mendapatkan dalam liang menikah Linda, untungnya, dinding yang basah sejak terakhir jadi aku tidak terlalu ngoyo.
“Ers Nggeh … sedikit lebih …”
“Eeehhh … waaa !!”
“Jlub …” 15 centi kontol sudah liang dikenyot saya runtuh menikah Linda. Aku meninggalkannya untuk sementara waktu dan kemudian saya goyang-goyang seirama napas.
“… Lanjutkan Eeehh massa … uhh …”

Dia menggeliat nikmat. Darah merembes di selakangnya. Disadari atau tidak Linda tangan meremas-remas payudaranya sendiri.

Lima belas menit ayam bermain petak umpet di Linda vaginanya. Rupaya gadis enggan melepaskan penisku. Berulang kali muncrat sperma di liang rahimnya. Merulang lagi Linda berteriak menunjukkan bahwa ia adalah puncak kepuasan tertinggi-bud. Sampai akhir kelelahan dan Linda memilih terlentang tidur di samping Gita.

Capek sekali rasanya bekerja pada ini dua daun muda. Aku tidak tahu apa yang mereka menyesal insiden malam ini. Saya pasti tidak menyesal perjakaku hilang di-liang vagina mereka. Habisnya saya sangat puas. Setidaknya aku bisa mengobati kekecewaan saya untuk Retno.

Malam lebih sepi. Sebelum orang lain di rumah, saya langsung ditransfer tubuh Gita ke kamarnya lengkap dengan pakaian. Begitu juga dengan Linda. Dan malam ini aku sibuk bergaya pura-pura tidak tahu kejadian barusan. Selain itu, tidak ada bukti, mantan leher cipokan Gita memudar.

CERITA BOKEP MESUM DENGAN KIMCIL | asia | 4.5

Malay Bogel,Gambar Bogel,Cerita Lucah Awek Melayu FotosNua.Club AmoyLucah.Com Video Bokep Online Streaming Bokepdownload.club - Download Bokep - Foto Bugil Video Bokep Harian 2017 Boleh Saja Video Lucah,Foto Lucah Sang Pakar GoBugil.Com | Foto Bugil,Cerita Dewasa,Video Bokep Video Bokep Harian 2017 melayustim.club - Koleksi Video Lucah Dan Gambar Bogel