Agen Poker Agen Poker Agen Poker

CERITA DEWASA AKIBAT FILM PORNO

By On Tuesday, April 5th, 2016 Categories : cerita bokep, cerita dewasa, cerita janda, cerita mesum, cerita sex

CERITA DEWASA AKIBAT FILM PORNO

CERITA DEWASA AKIBAT FILM PORNO Nama saya Iwan (nama samaran). Saya sudah mempelajari semester kedua di salah satu universitas di Bandung. Aku masih tinggal dengan orang tua saya dan kakak saya masih di SMP, nama Dina (juga nama samaran). Orang tua saya berdua bekerja. Jadi sering tinggal di rumah saya dan kakak saya sendiri, sebagai pembantu.

5s (2)

Pada malam rumah kosong, orang tua sedang pergi dan kebetulan juga pembantu itu tidak ada. adik saya hilang. Aku menyewa VCD BF XX dan X2. Aku senang sekali, karena tidak ada gangguan fit’m menonton. Cerita X2 di VCD itu kebetulan bercerita tentang seks antara kakak dan adik. adegan gila Deh ini. Saya pikir bagaimana bisa ya. Eh, ya saya tidak berani melakukannya di adikku masih di SMP? tapi saudara tidak bersalah semua, jika film ini sudah baik dan mah pro, pikirku. Sedang Menonton ditambah berpikir bagaimana cara membuat yang sama adalah saudara saya, eh, bel berbunyi. Wah, teryata adik, Dina teman yang sama datang. Sial, di mana film yang belum selesai lagi. Aku terus tuh VCD lurus, terus mendapatkan pintu. Dina di pintu masuk nya. Eh, dia manis juga loh.
“Di mana lo?” Saya bertanya.
“Dari cara dong. Emang kayak kakak, ngedekem mulu di rumah,” dia cemberut.
“Aku tahu jalan sering, emang elo doang. Cuman sekarang lebih laki-laki,” kataku.
“Oh ya, Kak. Kenalin ya teman saya, namanya Anti, teman-teman di kelas saya,” katanya.
Akhirnya aku masih kecil kontak yang sama. Tiba-tiba Dina bertanya, “lihat VCD Boyzone aku tidak?”
“Kau tahu, lihat saja di laci,” kataku.
Eh, dia membuka tempat aku menaruh VCD BF. Aku segera gelagapan.
“Uh, tidak ada ..” Aku panik.
“Setiap kali ada,” katanya.
Terlambat. Aku memegang him’ve tidak punya waktu untuk melihat XX VCD yang meliputi lumayan panas, jika X2 tidak menggunakan gambar.
“Icky .. Kak. Mengapa menonton film seperti ini?” katanya, tampak jijik ke VCD.
Temannya masih tersenyum saja.
“Tidak benar, aku sama dititipin teman saya,” aku berbohong.
“Liar benar. Ngapain juga jika tersesat dititipin di laci sampai ini,” katanya.
“Suster, film mesum ini, kan? Nnngg .. seperti apa sih?” tanyanya lagi.

Aku tertawa sendiri. Itu adalah jijik, mengapa sekarang bahkan penasaran.
“Elo mao menonton, juga?” Saya bertanya.
“Mmm .. jijik sih .. tapi .. penasaran Kak ..” katanya malu-malu.
“Anti, elo mao menonton juga tidak?” dia berkata kepada temannya.
“Saya mah menyenangkan saja. Setelah semua yang pernah saya benar-benar menonton film seperti itu,” jawab temannya.
“Bagaimana .. jadi tidak? Memicu mama di papa kembali ya,” aku bersikeras.
“Biarkan deh. Tapi kalau aku jijik, dimatiin ya?” katanya.
“Tidak ada cara lo, hanya elo lari ke kamar,” jawabku.

Lalu aku menyalakan VCD. Jreng .. dimulai film. Aku menontonnya sambil sesekali menatap adikku dan temannya. Anti masih tampak tenang menontonnya, sudah “pakar” kali ya? Jika adikku tampaknya pertama kalinya sebuah film seperti itu. Dia tampak malu-malu. Selain itu, adegan rudal pas cowok mengisap. Di mana besarnya rudal belas kasihan. “Ih, jijik benar-benar ..” kata Dina. ML adegan pas si Dina tampaknya tidak berdiri. Dia melesat ke dalam ruangan.
“Yee, bahkan melarikan diri,” kata Anti.
“Elo masih mao nonton tidak?” Saya diminta untuk Anti.
“Ya, tetap,” katanya.
Nah, mungkin terlalu anak ya. Tampaknya, bisa ya saya bermain dengan dia. Tapi kalau dia marah bagaimana? Saya berpikir sendiri. Ah, tidak apa-apa, tidak sampai ML ini. Saat menonton, aku mendekatinya tempat duduknya. Dia masih film serius. Kemudian saya mencoba untuk memegang tangannya. Pertama dia kaget tapi dia tidak mencoba tangannya tergelincir dari tanganku. Sebuah kesempatan besar, saya pikir. Kuelus hanya lehernya. Dia bahkan menutup matanya. Sepertinya dia menikmati begitu. Wow, yang terlihat cantik, manis! Aku jadi ingin sembrono. Ketika ia rem, saya mendekati bibirku ke bibirnya. Akhirnya bersentuhanlah bibir kami. Karena mungkin itu sudah baik, Anti bahkan mengundang French Kiss. lidahnya masuk mulut saya dan bermain-main di dalam mulut. Sial, jagoan dia dari saya. Saya dikalahin periode yang sama dari anak-anak SMP pula. Sementara Ciuman udara Perancis kami, saya mencoba untuk meletakkan tangan saya ke dalam kemejanya. Melihat payudara sebongkah lucu. Ukuran dada tidak begitu besar, tapi sepertinya sih seksi. Anti Karena tubuh tidak besar tapi tidak kurus, dan tubuhnya berwarna putih.

Setelah ditemukan payudaranya, tepat di tangan saya dan kuraba menebak. Tapi masih terbungkus masing-masing bra-nya. “Pakaian Elo saya membukanya?” Saya bertanya. Dia mengangguk hanya mengangkat tangannya ke atas. Aku membuka kemejanya. Sekarang dia tinggal bra pink dan celana masih digunakan. Kotoran! Saya berkata pada diri sendiri. Sangat lembut! Aku membuka hanya bra. Bagus payudara, runcing dan puting merah muda. Langsung kujilati payudaranya, dia mendesah, saya menjadi lebih terangsang. Aku sangat pingin hubungan dengan dia. Tapi aku belum pernah ML, jadi aku tidak berani. Tetapi jika dada neraka lumayan Anda saya tahu. Apa yang harus dilakukan? Tiba-tiba, aku lagi fit untuk menjilati payudara Anti, adikku keluar dari ruangan. Kami berdua terkejut. Dia terkejut melihat apa yang adik dan temannya lakukan. Aku dan Anti kaget pas melihat Dina keluar dari ruangan. Anti buru-buru bra dan kemeja lagi. Si Dina langsung ke kamarnya lagi. Sepertinya dia shock melihat apa yang kami berdua lakukan. Anti segera pamit untuk pulang. “Ucapkan Dina sama ya .. maaf,” kata Anti. “Tidak apa-apa,” jawab saya. Akhirnya dia pulang.

Saya ketuk kamarnya Dina. Saya ingin menjelaskan. Eh, dianya diam. Masih kali terkejut ya, pikirku. Aku tidur sendirian, dan ternyata aku tertidur sampai malam. kebangun pas, aku tidak bisa tidur lagi, aku meninggalkan ruangan. Nonton TV ah, saya pikir. Pas tiba di depan TV ternyata adikku tertidur di kursi depan TV. Pasti tertidur lagi ya anak, batinku. Karena melihat dia tidur dengan agak “terbuka” tiba-tiba aku menjadi sama keingat X2 film yang belum selesai saya menonton, cerita tentang hubungan seksual antara kakak dan adik, ditambah keinginan saya tidak kesampaian pas Anti sama sebelumnya. Ketika adikku bergerak kakinya membuat roknya terbuka, dan melihat CD. Ketika dia melihat CD-nya saya menjadi lebih dan lebih nafsu makan. Tapi saya takut. Ini saudara saya sendiri saya Persetan masa depan pula. Kami mendesak nafsu lebih hiruk pikuk. Ah, aku hanya peloroti CD. Uh, kemudian ketika dia bangun bagaimana? Ah, abaikan saja. Setelah turun semua CD-nya, wow, bagian ayam yang terlihat masih sangat ketat dan dihiasi dengan bulu-bulu halus yang hanya tumbuh. Saya mencoba untuk menyentuh, hmm .. halus. Aku menyentuh garis kemaluannya. Tiba-tiba ia bergumam, aku sangat terkejut. Aku berada di ruang TV terbuka. Pakaian adikku diluruskan lagi, terus saya dibawa ke kamarnya.

Di kamarnya, itu menunjukkan waktu, saya pikir. Bercinta di tempat tidur nya. Saya mendapatkan kemejanya. Ternyata dia tidak memakai bra. Wah, ya buruk adik. Kemudian ketika payudaranya begitu turun bagaimana. Setelah terbuka bajunya, menusuk dada mungilnya. Ih, bentuk yang lucu. Masih payudara kecil tapi eksis lumayan. Aku mencoba menghisap putingnya, hmm .. lezat! Payudara dan puting begitu lembut. Eh, tiba-tiba ia terbangun! “Kak .. melakukan lo!” teriaknya sambil mendorong saya. Saya terkejut, “Er .. NGG .. tidak benar-benar, saya hanya ingin putus pada pas Anti terakhir, papa kan?” Saya mengatakan ketakutan. Saya berharap saya tidak mendengar teriakan orang tua adik agak kasar sebelumnya. Dia menangis.
“Maaf ya Din, aku salah, kelelahan elo juga masih melakukan tidur di ruang TV dengan situasi seperti itu, tidak memakai bra,” kata saya.
“Jangan bilang mama dan papa ya, silahkan ..” kataku.
Dia masih menangis. Akhirnya saya tinggal di dalam dia. Sayangnya, aku takut dia akan ngadu.

Sejak saat itu saya adalah ketika saya akan melihat dia seperti canggung. Jika cara yang paling mabuk. Tapi aku masih penasaran. Aku masih ingin mencoba lagi untuk “ngegituin” Dina. Sampai suatu hari, saudara saya sendirian di dalam ruangan. Saya mencoba untuk masuk,
“Din, lagi melakukan elo,” Saya mencoba untuk bersikap baik.
“Dan mendengarkan rekaman itu,” katanya.
“Sepanjang waktu, elo masih marah ya ..” tanyaku.
“..” Dia mengatakan apa-apa.
“Sebenarnya saya .. saya .. ingin nyoba lagi ..” gila ya saya putus asa belum.
Dia terkejut dan fit dia ingin mengatakan sesuatu langsung saya mendekati wajahnya dan langsung mencium bibirnya.
“MmhHPp .. mmHPh Kakk .. ..” dia ingin mengatakan sesuatu.
Tapi akhirnya dia diam dan mengikuti permainan saya untuk ciuman. Saat berciuman tangan mencoba meraba-raba payudaranya dari luar. Pertama merasa payudaranya disentuh, dia menepis tangan saya. Tapi aku terus berusaha, masih berciuman. Setelah beberapa menit berciuman sambil meraba-raba payudaranya, aku mencoba membuka bajunya. Eh, mengapa ia segera membuka ya? Mungkin dia tidak lagi menikmati intens dan pertama kali merasakan. Setelah dibuka, langsung membuka bra-nya. puting kujilati dan menyeka dan mneremas-meremas payudara saja. Meskipun adik payudara saya masih agak kecil, tapi tidak dapat memberikan sensasi kalah dengan payudara besar. Saat ia merokok-hisap, dia mendesah, “Sshh .. sshh .. ahh, lezat, Kak ..” Ketika saya merokok, puting menjadi tegang dan agak keras. Aku membuka celana saya dan saya terus menghapus “adik” saya sudah cukup tegang. Dia melihat cocok, ia sedikit terkejut. Karena pertama kami memiliki mandi bersama pas “mendapat” masa kecil saya. Sekarang adalah dong besar.

Saya bertanya, “Berani ngisep telah aku tidak? Aku pernah juga telah isepin elo deh, kita menggunakan posisi 69.”
“69 .. apa’an itu?” Dia bertanya.
“Posisi di mana kita saling mengisap dan miliknya ngejilatin mitra kami selama hubungan seksual,” aku menjelaskan.
“Ooo ..”
Aku langsung membuka celananya dan CD-nya. Kami mengambil posisi 69. Aku melihat bagian-bagian terbuka dari ayam dan clit seperti bentuk kacang di ayam. Ketika saya menyentuh lidah pakai, dia mengerang,
“Ahh .. kakak menyentuh pantat saya sih benar-benar mengerikan ..” tanyanya.
“Elo harus ngejilatin dan ngisep punya saya Periode dong. Elo doang lezat,” kata saya.
“Ya Suster, berjalan takut dan geli sih ..” jawabnya.
“Jangan membayangkan masuk akal dong. Bayangkan elo hanya keenakan,” kataku lagi.
Pada saat itu ia juga segera menjilat tambang. Dia menjilat kepala anu saya perlahan-lahan. Uuhh, benar-benar lezat. Lalu dia mulai menjilati seluruh dari batanganku. Lalu ia meletakkan mulutnya untuk menambang dan mulai menghisap. Oohh .. benar gila. Dia ternyata berbakat. Hisapannya membuat saya hampir keluar.

“Hentikan .. eh, Din, berhenti,” kataku.
“Kenapa Apa?” Dia bertanya.
“Tahan entar saya keluar,” jawab saya.
“Yah emang kenapa ketika Anda pergi keluar?” tanyanya lagi.
“Entar permainan lebih,” kata saya.
Ternyata saudara saya tidak mengerti seks. Benar-benar polos. Akhirnya menjelaskan mengapa ketika seorang pria keluar tidak bisa terus pemainannya. Akhirnya dia mulai mengerti. Posisi kami belum 69 lagi, jadi aku hanya bekerja. Lalu aku terus menghisapi ayam dan klitorisnya. Dia terus-menerus mendesah dan mengerang.
“Kak Kak Iwan .. terus .. ada .. ya ada .. oohh .. sshh ..”

Aku terus menghisap dan menjilatnya. Dia menjambak rambut saya. Sementara dia rem-melek. Akhirnya saya dalam kondisi yang baik lagi (sebelum kondisi telah keluar). Aku bertanya adikku yang sama,
“Elo ML berani tidak?”
“..” Dia diam.
“Aku ingin ML, tapi terserah elo .. Saya tidak dipaksa,” kata saya.
“Sebenerya aku takut. Tapi sudah kepalang ya .. aku lebih ‘di atas air’,” katanya.
“OK .. jadi elo akan ya?” Aku bertanya lagi.
“..” Dia diam lagi.
“Baik deh, kaya elo mau,” kataku.
“Tapi tunggu sedikit. Kemudian sedikit sakit awalnya. Karena elo pertama kali,” kataku.
“..” Dia tetap diam, menatap kosong ke langit-langit.

Aku membuka kedua pahanya lebar. Ayam tampilan bibir yang masih sempit. Kuarahkan ke pit ayam. Begitu aku menyentuh kepala “foo” untuk menggali penisku, Dina mengambil napas dalam-dalam, dan tampak air mata sedikit. “Tahan ya Din ..” anu Langsung aku mendorong penisku ke dalam lubang. Tapi itu masih sulit, karena masih sempit. Aku terus berusaha untuk mendorong anu-ku, dan .. “Bleess ..” masuk juga kepala pangkal paha. Dina agak berteriak,
“Akhh Kak sakit ..”
“Tahan ya Din ..” kataku.
Aku terus mendorong untuk memasukkan semua. Akhirnya semua selangkangan saya ke selangkangan kakakku sendiri.
“Ahh .. .. sakit Kak Kak .. ahh ..”
Setelah masuk, langsung kugoyang bolak-balik, dan keluar dari liang kemaluannya.
“Shh .. sakitt Kak .. ahh .. bagus .. Kak, Kak goyang teruss .. ..”
Dia mengerang begitu enak. Setelah beberapa menit dengan posisi itu, kita ganti dengan posisi “gaya anjing”. Dina Saya mengirim menungging dan saya menempatkan lubang kemaluannya melalui belakang. Setelah masuk, terus kugenjot. Tapi dengan keadaan “gaya anjing” itu ternyata Dina pengalaman langsung orgasme. Dulunya otot-otot di kemaluannya sebagai menarik bar selangkangan untuk masuk.

“Ahh .. Aku lemess ahha .. benar-benar .. Kak,” keluhnya dan dia jatuh telungkup. Tapi saya mengalami orgasme. Jadi saya juga meninggal. Aku berbalik tubuhnya untuk berbaring datar. Terus dibuka lagi sekitar paha. Aku meletakkan pangkal paha saya ke dalam lubang kemaluannya. Meskipun dia sudah kelelahan.
“Suster, sudah dong! Aku sudah lemes ..” katanya.
“Dalam satu menit ya ..” jawabku.
Tapi setelah kugenjot beberapa menit, eh, dianya segar lagi.
“Kak, bukan cepet lagi dong ..” katanya.
dorongan kupercepat dan genjotanku.
“Ya .. seperti itu dong .. sshh .. ahh .. uhuuh,” desahannya saja yang semakin mematikan.
Sementara dorongan, tangan meraba-raba dan meremas payudaranya yang kecil. Tiba-tiba aku tampaknya meledak, ternyata saya ingin orgasme. “Ahh, aku ingin keluar Din .. ahh ..” Ternyata saat yang sama orgasme juga. Pangkal paha seperti pijat di dalam. Karena masih enak, saya mengambil di ayam. Aku akan minum pil saja agar tidak hamil, pikirku.

Setelah orgasme dengan itu mencium bibirnya singkat. Setelah saya itu dan akhirnya dia tertidur dan masih telanjang dan berkeringat di ruang karena kelelahan. Ketika saya bangun, saya dengsr dia lagi mengerang dan menangis.
“Suster, bagaimana ya. Tambang berdarah banyak,” serunya.
Aku melihat di tempat tidurnya ternyata berlumuran darah yang cukup. Dan ayam sedikit lebar. Aku terkejut melihatnya. Bagaimana ya akan?
“Sis, aku sudah tidak perawan lagi ya?” Dia bertanya.
“..” Saya tidak mengatakan apapun.
Kedaluwarsa ingin menjawab apa-apa. Gila! Aku meraih keperawanan sendiri kakak saya.
“Suster, tidak apa-apa tentang saya?” tanyanya lagi.
“Bloody sehingga wajar untuk pertama kalinya,” kata saya.
Tiba-tiba, karena melihat ia tidak menggunakan CD dan menunjukkan alat kelaminnya yang agak melebar ke saya, anu-ku “On” lagi!

CERITA DEWASA AKIBAT FILM PORNO | janda | 4.5