Agen Poker Agen Poker Agen Poker

CERITA JANDA NONGKRONG DI KAMPUS

By On Tuesday, April 5th, 2016 Categories : cerita bokep, cerita dewasa, cerita janda, cerita mesum, cerita sex

CERITA JANDA NONGKRONG DI KAMPUS

CERITA JANDA NONGKRONG DI KAMPUS Kampus 06.30 masih sangat tenang. Sampai penjaga mengatakan, “akan menggantikan shift lo? Hehe …” Itu Worlds gw sudah umum, karena jarak dari rumah ke kampus cukup banyak benar. Kantin sehingga ternyaman tempat setelah kelas siang ini. Kursus hari ini benar-benar malesin, teori penuh. Untungnya yang masuk banyak, sehingga perahu yang sama terlalu banyak, hehe … Lagi enaknya jalan sambil celingak menu-celinguk nyari yang pas di setiap berdiri satu per satu, ternyata saya meleng dan … “bruuk … duh!” Oh tidak, gadis nyundul ya, jatuh dia. Gw tolongin dia, “gila lo, lokit-lokit donk klo jalan … Bar!”, Koq kayak tahu, taunya yang Virny.

10s (13)

Dia berbeda dari departemen saya sama, hanya sering berkumpul, apalagi Ketika menggambar sketsa dan hal-hal komputer, tentu gw bersama-sama dan menahannya sampai sore bahkan hanya untuk ngobrolin doank. “Maaf, maaf … Laper ya, binyun memilih …” kata gw. “Ah, lo tumben menu promiscuous sangat promiscuous, lo makan yang benar semuanya, Bara jadi loh …” ya, itu nama gw. Akhirnya kami memilih menu serempak. Sekedar info, Virny orang nya hampir setinggi tubuh gw (gw 186cm), jadi enak klo gak kayak berbicara mesin ATM, kudu melihat ke bawah. Bodynya tidak bersandar begitu, hanya pantatnya dan airbag loh, sekum & kenceng saya gemes, gak kayak ce laen, ngondoy alias kemelekatan, hiii …. Wajahnya menarik dan cukup manis dengan warna hitam keriting rambut sebahu.
Setelah makan siang, gw perpisahan depan dan langsung ke kelas. Ternyata kelas kosong, karena Amandemen memasuki Rada akhir pula, terus gw nanya akademik, “profesor tidak membuat, Bar, silakan semua kasih tahu siapa lagi ya …” Wow, keren … Gw sms satu teman sekelas gw jadi nyebarin berita ini ke yang lain. Sekarang, di mana Anda akan ya? Jam baru 13:00 siang, panas juga, untungnya sudah makan. Ah, penipuan menulis ke kantin lagi, mungkin juga membeli rokok.
Itu adalah bodatok (butt-dada-gemuk) saat masih di meja yang telah sibuk dengan laptop-nya. “” Yah … tidak ada bahan menggantung ya … kebeneran hari ini gw tidak membawa tablet pc gw “” pikir saya. Gw samperin deh dia, “Tok, lagi Paen?”. “Tidak, Tok, Tak, Tok … Asem lo! Program gw jatuh lagi ne, tolongin donk …” keluhnya. Gw tolongin dia sambil gw jelasin letak masalahnya, saya lumayan disiram tentang komputer pula, hehe bukan nyombong ya … waktu gw jelasin, dia selanjutnya gw duduknya untuk fokus ngeliatin komputer laptop, ide iseng gw untuk mundurin sedikit kepala gw sementara masih ngejelasin. Wooow! plastisitas deh payudara tuh melalui celah kiri kerah. Eh!? Koq bisa langsung keliatan begitu, Oh tidak, di sini anak pula alias plasplong tidak menggunakan bra! Uhuuuy … Membuat gonggongan HANYA! Sekali lagi asik- asiknya ngintip barang bagus, tiba-tiba “Hoi! Dodo, jelasin ngalor ngidul! Apa yang kamu lakukan pula Anda menggunakan retret ini, mundur semua?”. Sebagai ketauan gugup, “eh, oh, tidak … bingung menulis deket-deket tanah liat, suer …”
Gak tetap sudah ternyata sore hari, pukul 17.00! Itu juga jam alarm kantin saudaranya yang sudah kesel tidak bisa membersihkan karena menunggu kami kembali. Karena tidak baik, kami pindah ke kelas terdekat (terjauh dari gerbang depan). Tidak ada waktu melewati penjaga, gw sempet bertanya, koq tidak ditutup, ada gladi resik untuk upacara wisuda anak senior yang besok, jadi terbuka terus sampai besok.
Gw sama nanya Virny, “lo ga kembali? Malem sudah tahu …”
“Nah, ntar aja, lagian kost gw campur, jadi jam ga malam, lo thx pulang, pertama kali menulis …” jawabnya.
“Er … Tidak benar-benar deh, lagian aku sudah malas untuk pulang pada jam ini, mending malem benar-benar gentlemen, besok lagian langsung dari kampus, ada wisuda” gw menjawab enteng.
Malam semakin larut, yang Otong ternyata diminta untuk wc. The Virny masih siaga di depan laptop-nya. Dari kantin wc, plastisitas dari panitia yang lagi sibuk latihan di dekat lorong. Penyelesaian wc, gw jalan santai kembali ke kelas sebelumnya. Karena kelas menghadapi ke dinding kaca di belakangnya agak gelap, plastisitas lebih jelas apa yang ada di balik itu. Aku mengintip Virny. Mengapa dia kenapa, kayak memasukkan tangan Anda satu ke yang lain ke shirt dan celana, dengan kepala sedikit menunduk. Agak sulit nyari sudut pandang yang jelas, sementara kedua kiri dan kanan nutupin tangan dapat melihat wajah begitu jelas. Apa yang gw liat gw ngebuat benar-benar mencolok. Virny lagi menonton film porno saat masturbasi, mantaaaaap … Dia tampak nikmatin benar-benar apa yang dia lakukan pada saat itu. Antara nikmat masturbasi, dan tegang takut aja klo ditambah ada mergokin.
Diam-diam gw masuk, samperin Virny dari belakang. Lembut masukkan tangan Anda gw gw ngegantiin tangan meremas payudaranya. Awalnya dia kaget, setelah dia tau gw, dia tampaknya memberikan aliran lampu hijau mencium bibir gw. Untungnya menulis bahwa kelas atas dan lampu yang nyala layar laptop hanya cahaya. Cukup lama kami berpagutan, dengan gw tangan aktif meremas payudaranya dan memainkan vaginanya dari luar CD. Ternyata Virny tidak mau kalah, dia langsung jongkok dan celana membuka ritsleting gw, gw ngeluarin penis yang bisa membuat berhenti untuk ukuran yang cukup besar (18 × 5). Tanpa gw memberikan kesempatan kepada napas, ia melanjutkan mengisap gw penis ganasnya. Rasanya benar-benar gokil! Saya pikir dia mahir sesering bokep tanah liat. Merasa cukup ‘menghukum’ para Otong, gw berdiriin lagi Virny terus gw gw bentak bibirnya lagi sambil membawa dia ke meja panjang di depan kelas. Ada gw gw mulut kerahkan semua kemampuan di vagina seorang gadis hancur. Virny menggelinjang belum tentu, mendesah dan berteriak, menjerit sedikit kenyamanan. “Ah … Akhhh … Ouuuh … mmmh … Terrusss, Bbaaarrrr … Oh yyeeeahh …”
Saya tidak ingin gw klo yang bertanya ML pertama, ia tersiksa oleh gw menciptakan rasa senang, sampai akhirnya dia bertanya pertama. “Barrr … Sudah … Ayyyooo ddooonkk … Mmmasssukkinhh …” mengerang membuat Otong menambahkan pembentukan ganas.
“Ya, sayang? Gak kedengeran …” benar-benar gw pertama menyiksanya.
“Ahhh … Ooooh … Ayaaaannkkhh … Pleasssee …” pinta rengek.
Aku membuka lebar dan mulus paha putih megah itu. Kemudian, sambil berbaring dengan dua tangan, penis langsung gw gw ketegangan sudah luar biasa dalam vagina lubang sudah basah. Dengan cara ini, rasanya lebih stabil, karena tidak ada tangan turun tangan mengarahkan penis. Kutegangkan kuat sambil menekan vaginanya. Tetapi sulit untuk masuk, Virny pasti masih perawan, ah, sebodo, ia bertanya pula, ini justru yang membuat ML fit awalnya. Akhirnya saya berhasil memasukkan Anda gw kepala penis. “Ssssakkiit … Perlahan donk, yannkkhh …” dia mengerang kesakitan, karena ukuran gw penis yang besar untuk ukuran vagina yang masih perawan. “Tidak ada tapi bekas luka, yank … Hanya sebentar menulis rasa sakit bekas luka, lagian saya akan perlahan-lahan koq, berlangsung dengan baik …” saya mencoba menenangkannya.
Gw dorong lagi, perlahan tapi pasti. Drag, rapet, anget, keset jadi satu ditambah nikmat yang luar biasa seperti berada mengisap-isap, semakin dalam semakin kuat dan nikmat. Akhirnya, saya merasa seperti ada lapisan ngehalangin gw bor perkasa, dia mahkota. Gw itung, 1 … 2 … 3 … Hup! Gw mendorong sedikit lebih keras “Zzzlepp …”. “Ayyaaank, sssaaakkkiiiiittss …. Kammmu, jahaattt … Kataaanyahh peelannn …” ia merintih dengan air mata.
Gw mesra mencium bibirnya, dia menjawab dengan ciuman yang sangat lezat. Itu hanya setengah panjang penis gw yang baru masuk. Sambil terus mencium dan meremas payudaranya, dengan sisa kekuatan awal, hujam gw gw mendalam sampai pangkal penis ke dalam vagina Virny. bibir Pagutan diperketat dan mata airnya mengalir, tapi masih tidak gw lepasin.
Astaga! Adalah benar-benar tidak mampu ukiran dengan kata-kata rasanya!
Tarik perlahan gw, dan kemudian meletakkannya lagi, Virny masih meringis kesakitan. Terus perlahan tapi pasti gw gw gyrations. Semakin lama, akhirnya bergabung pinggulnya nagih rasa yang sama seperti yang rasain gw dari vaginanya. Genjotan gw semakin agresif. Gw mengubah posisi gw menghafal kamus Kamasutra, walaupun mungkin tidak semua dari mereka. Saya sering membaca tentang seks yang tahan lama, oleh karena itu Virny gw sudah merasakan multiple orgasme sebanyak lebih dari 5x bersama, tapi aku masih belum tiba.
Akhirnya saya merasa kasihan juga lihat di Virny sudah kewalahan mengimbangi kemampuan gw. Gw aturan longgar napas, gw genjot Virny vaginanya tidak seragam, dan semua yang bisa ngebuat ejakulasi lebih cepat sampai. Rasanya seperti ada ngedorong saluran dalam gw penis, gw tidak bisa serbet lagi. “Oh, Virnyyy! Aku mencintaimu begitu muchhhh! Aku cummmin !!!”, “Oh yeaaah, hunnyyy, dalam diriku pleeaseeee !!!” Kemudian, langkah yang mendalam gw gw penis di vaginanya, gw gw lepasin semua sperma ke uterus, banyak sekali.
“Ghhaaaah !!! Ouuhh …” seberapa baik.
“Oh … aku mencintaimu …” Virny senang kebesaran gw.
Waktu sudah nunjukkin jam 01:30, itu berarti kami harus berjuang selama 5 jam! Mantaaap …
Setelah merapikan dan bersihin jejak sperma, keringat, dan darah Virny keperawanan. Gw papah dia ke tempat kostnya. Gw tidurin Virny diranjangnya, dia tampak benar-benar lelah setelah saya membunuh. Karena saya juga sudah cukup lelah, aku tidur di kostnya kamar tidur karpet, dengan tangan gw memegang tangannya lembut.
Sekitar pukul 06.00 gw pulang, pamit lewat kertas gw selipin dibantalnya karena dia masih tidak bangun begitu capenya.
Dari sana setiap gw ke kampus, gw dan Virny pasti selalu mengajak untuk ‘melawan’ lagi, tapi di tempat yang berbeda. Kadang-kadang di dosen wc (ga khusus co / ce nya karena), kadang-kadang di kelas bawah, kadang-kadang di ruang lab, kadang-kadang di kostnya yang menjadi tempat favorit kami. Untungnya aja kita memahami masalah kehamilan dan sebagainya. Jadi bisa menghindari Virny dari kemungkinan kehamilan.

CERITA JANDA NONGKRONG DI KAMPUS | janda | 4.5