Agen Poker Agen Poker Agen Poker

CERITA MESUM CEWEK TOKET GEDE MANTAP

By On Thursday, September 15th, 2016 Categories : cerita bokep, cerita dewasa, cerita janda, cerita mesum, cerita sex

CERITA MESUM CEWEK TOKET GEDE MANTAP

CERITA MESUM CEWEK TOKET GEDE MANTAP Suatu sore aku iseng nyari makan siang di mal. Makan makanan cepat saji tampilan termudah adalah ayam goreng. Saya Pahe pesan ayam ditambah kentang ditambah minuman ringan dingin goreng. Selesai membayar, aku membawa nampan saya untuk menemukan kursi kosong.

32


Prempuan mata saya tertuju pada sosok muda, cantik, seksi dengan tonjolan besar di dada, tapi di samping mereka adalah anak-anak prempuan kecil, mungkin 3 lah tahunan. Dia memakai celana ketat dan tank top yang terlalu ketat, ukuran payudara menyembul keluar dari bagian atas nya tangki rendah. Meskipun banyak kursi kosong di meja saya terkelupas ja mana prempuan cantik seksi dan anak prempuan itu duduk.

“Bisa bergabung dengan Anda?” Tanpa menunggu jawaban saya hanya menempatkan nampan saya mejanya dan duduk. “O, silahkan ja pak”. “Hanya kami berdua saja”, pancingku pembicaraan terbuka. “Kan ber 3 dengan ayah,” jawabnya, wah menangkisnya juga ni perempuan, pikirku. “Anaknya? Cukup kaya mama”. “Tidak, Sir, bukan anak saya”. “O, anak kirain, abis nyulik ya”, candaku. “Ih ayah bisa HANYA. Anak ini tetangga, telah dipercayakan ke rumah, katanya mo dijemput lagi siang ini di sini”.

Dia memberinya makan dengan nasi dicampur dengan sup, karena sup masi panas, meniup sebentar sebelum diumpankan ke anak. Anak itu berperilaku sangat manis, tidak cerewet maksudku. “Belum punya anak, balon ato pernikahan?” “Nikah pernah si tu ma dikasi tapi balon berada di atas”. “Permintaan dong”. “Itu benar, tapi tidak meminta dilakuin”. Wah kliatannya mo neh ventilasi. “Itu bukan dilakuin”. “Ya suami saya tidak ngelakuin Dimana ya ma mo dikasi hak atas”. “Bagaimana bisa”. “Suami kerja kapal kargo, sehingga sering di rumah papan katimbang”. “O begitu jablay pula, kasian”. “The sedih mengapa bahkan merayu”. “Baik, aku Ja membelai bagaimana”. “Genit ah”. percakapan Tengah mulai mencair, datanglah salah satu wanita, ini rupanya tetangga, mo menjemput anaknya. Aku hanya diem, dan ia tidak memperkenalkan saya ke tetangganya. Tetangga mengenal dirinya sendiri serta ia mengambil anaknya untuk pergi setelah mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepadanya.

“Namanya siapa sih”. “Aku Sintia, ayah?” “Saya mengatakan namanku, jangan panggil ayah itu, sangat formal”. “Abis disebut apa dong mo, mas aja deh ya. Indonesia dianggap semua orang Jawa”. “Maksud Anda”. “Ya kadang-kadang dah nama jelas2 Hutagalung juga disebut mas”. Aku tertawa di lelucon. “Dah brapa pernikahan yang panjang?” “Hampir 2 tahun mas”. “Yah jablaynya dah lama dong ya. Neraka tidak mengetahui pekerjaan suami sebelum menikah”. “Tau si, ja sangka tidak hanya kaya gini”. “Baik, aku temenin deh hari ini. Ini Abis mo Anda di mana?” “Tidak mas kemana2, Mo jalan ja”. Aku menuntunnya untuk meninggalkan tempat untuk makan dan pergi ke toko yang meruapak anchor tenant di mal.

Kami mengobrol sekitar ja sambil membunuh waktu. Dia membiarkan aku memegang tangannya erat. “Kamu kaya istri ja ya, kopling”. “Tidak apa yang Anda, katanya pernikahan mas blon? ” Ya, orang-orang kaya akan ya, ketika istri kamu”. “Biarin ja, satu juga ninggalin aku terus sih”. “Pegel ya pergi, Anda mo pulang tidak?” “Nah mas, rumah juga mo lakukan?” “Ketempatku aja yuk”. “Mo melakukan dengan mas?” “Ya ngobrol, santai ja, udara dingin hanya 2”. “Baik”. Segera aku membawanya ke ruang bawah tanah dan meluncur ke arah mobil saya ke rumah saya.

Sesampainya di rumah saya, dia duduk di depan tv, tv aku berbalik dan aku membawanya minum. “Mas tinggal ndiri ya”. “Ya, mo nemenin?” “Ingin si, tepat cuman saya sudah punya suami.” “Jika saya menemani suaminya pergi ya Ja sini”. “Saya harap”. Kebetulan ada siaran ulang pada debat presiden TV. “Kamu ngikuti debat ini?” Saya bertanya. “Kebetulan ja mas, wakil debat presiden juga ngikuti santai”. “Terus komentar Anda?” “Sayangnya tidak berkolaborasi dengan tiga kandidat cawapres pertama, jika tidak sebanding dengan para kandidat untuk dua dan bisa pilpresnya putaran pertama”. “O begitu ya, Anda melihat daerah juga ya”. “Ya mas tidak kaya, hanya satu tempat manangnya ja”, katanya sarkasme, yang telah hanya menatap payudaranya montok belahan dada. “Setelah Anda pria seksi, bagaimana ya suami dan istri ninggalin kaya gini menggairahkan, pa tidak takut istrinya bisa dicolek orang lain”. Dia tersenyum manis. “Apakah Anda taen sekali nyuapin tu anak, pantes dah jadi mami”. “Ya man, hanya ya bahwa masalah”. “Ya jablay”.

Dia merespon dengan baik santai obrolanku, kadang-kadang tangan mengelus pahanya. ‘Ve tidak memegang ya mas “, godanya pahanya sementara memungkinkan tangan mengelus2. Rabaanku semakin lama sehingga lebih mendalam. Dia membuka pahanya sedikit lebar. Melihat dia mengangkangkan pahanya, tangganku bergerak ke atas ke selangkangan. Jari2ku mulai membelai saya meknya dari luar belahan bumi. “Mas”, katanya, “saya sudah mas basah”. “Ini sudah benar-benar ya Lust Sin, saya juga telah mendalam”. Mas ya rumah besar “. “Ya, ada dibalakng kolam renang, kolam renang mo gak”. “Gak membawa mas baju renang”. “Ja Naked, repot-repot sangat si”. “Ih si mas, ingin tu”. “Anda ingin”.

Backyard ada kolam renang kecil yang dinaungi oleh pohon-pohon rindang yang ada. tembok tinggi menghalangi pandangan orang luar yang ingin mengintip ke dalam. Dia hanya melepas tanktopnya, kemudian celana ketat. Busana ditempatkan pada sebuah pondok yang ada di samping kolam. Dipan tidak ada kasur tipis dan pohon tebal payung. Aku melotot melihat tubuhnya dibalut hanya daleman bikini. Karena mini CD, jembutnya tetesan padat dari atas, kiri dan CD kanan. Segera ia tercebur ke dalam kolam, sementara aku membuka baju dan celana, jadi hanya memakai CD. kon tolku yang besar, karena ngaceng, tercetak jelas di CDku. Kemudian saya juga mengambil ke kolam renang, berjalan dan memeluknya. Aku mencium bibirnya, lidah kami setiap berbelit. Aku menarik ikatan branya sehingga terlepas, toketnya kemudian meremas2 sementara memlintir puting. Segera puting menjadi keras. “Toketmu kenceng ya Sin, pentilnya besar.”, Kataku. Dia tetap diam sambil menikmati remasanku. penis saya sulit ditekan perutnya. “Mas, ngacengnya begitu keras”, katanya. “Kami pada yuk dipan” Saya tidak bisa menahan napsuku lagi. Segera dia melaksanakan yang sudah dihapus bra.

Dia berada di didipan punggungnya, menunggu saya yang juga keluar dari kolam renang. Aku berbaring di sampingnya, dan bibirnya serta menginginkannya mencium dan aku kembali meremas2 toketnya sambil memlintir2 puting. “Isep dong Mas” katanya toketnya mendorong di wajahku. toketnya langsung kuisep serta menginginkannya. pentilnya kujilatia. “Ohh .. Shh ..” erangnya keenakan. Aku mulai mengelus jembutnya yang muncul keluar dari CD, kemudian kususupkan jariku ke dalam CD. jari-jari saya di sekitar bibir langsung menyentuh saya meknya dan kugesek-gesek dari bawah ke atas. Gesekanku selalu berakhir di dalamnya ilnya menyebabkan kenikmatan yang luar biasa. meknya saya langsung berlendir, lendir juga basah kuyup bagian dinding dalam diriku meknya. “Oo .. Ooh! Uu .. Uuh!” Dia mendesah sambil menekan sisi lain untuk terus meremas payudaranya. Dia benar-benar tidak tahan lagi, “Saudaraku, aku sudah tidak tahan ya”.

Pamrih CD di sebelah kiri dan kanan saya sedikit pinggang saya dan menarik gigi saya jadi terlepas. Leg kedua sehingga tampak jelas kukangkangkan jembutnya bulu lebat. Aku kembali menggosok dan membelai saya meknya. Aku menyelipkan jari saya ke saya meknya bagian yang telah basah dan menyentuh dinding dalam me meknya. “Mas ..! Aduuh! Aku bisa tidak disiapkan, sudah ingin dimasukkin”, katanya. Aku tidak segera memenuhi permintaannya, bahkan saya beralih menggosok ilnya. “Aduuh! Mas..nakal!” Serunya. Ia menjadi lebih tidak menentu, meremas con tolku sudah keras sekali dari luar CDku.

Payudaranya sudah keras sekali terus kuremas2, serta putingnya. “Ayo mas dimasukkan, saya sudah benar-benar enggak kuu .. at!” Dia merengek lagi. Kemudian kumasukkannya jari saya di me meknya sudah direndam. Tanpa menemukan kesulitan mendorong jari saya ke dalam meknya saya. meknya saya langsung kukorek2, dinding corat coret Anda. benjolan sebesar ibu jari yang tumbuh di dalam liang me meknya saya bermain dengan ujung jari sampai tubuhnya tiba-tiba bergetar dan bergoyang keras-ass goyangkannya mengikuti permainan ujung jari saya. Aku berbaring dan bibir diselangkangannya langsung mengisap saya meknya.

Cairan yang membasahi sekitar kujilati selangkangan dan setelah saya kembali bibir bersih mengisap saya meknya. Kemudian putar itilnya sebuah kukulum gilirannya dan kulumat melalui mulut. jari saya mendorong kembali ke meknya saya, dia benar-benar hampir pingsan. Tubuhnya lebih terguncang hebat, kakinya lemas semua, otot-otot perutnya jadi kejang dan akhirnya dia nyampe, cairan membanjiri me meknya kutampung dengan mulut dan tanpa perasaan sedikitpun jijik menelan segalanya. Dia mengambil napas dalam-dalam, aku masih rajin hancur saya meknya sampai selangkangan benar-benar bersih lagi. meknya terus kuusap2 saya, sehingga ilnya sehingga napsunya bangkit kembali. “Terus Mas .. Jadi baik ..” desahnya. “Ayo Mas .. Aku sudah tidak tahan”. tapi aku masih menjilati dan mengisap itu ilnya sementara meremas2 payudara dan puting.

Aku dihapus CD, con tolku besar dan cukup panjang sudah ngaceng keras mengangguk2. Dia kunaiki dan segera mengarahkan con tolku saya meknya. Perlahan aku meletakkan kepala con tolku. “Lezat Mas ..” katanya, dan sedikit demi sedikit aku meneroboskan penis ke dalam vagina sempit. meknya saya merasa sesek untuk penerimaan kon tol besar, setelah kira-kira setengah masuk tol kon mulai kuenjot keluar. “Terus Mas .. kon tolmu lezat” keluhnya keenakan. Aku terus mengenjot me puting meknya sementara aku merokok.

Namun berapa lama dienjot, saya mengajak posisi tukar. Sekarang dia berada di atas. Meknya akan mengarahkan saya ke con tolku melawan. Dia kemudian mengenjot liar atas dan ke bawah tubuhnya. toketnya montok enjotan bergoyang tubuhnya. Aku meremas payudara dan putingnya mengisap rakus. “Mas .. kon tolmu besar, begitu keras ..”, lanjutnya menggelinjang di atas tubuh saya. “Lezat Sin? ‘Tanyakua.” Delicious Mas .. en totin aku terus Mas .. “Aku memegang pinggangnya yang ramping dan menusuk con tolku dari bawah dengan cepat. Dia mengerang begitu lezat. Keringat menetes membasahi diriku sendiri. Akhirnya,” Aku nyampe mas “teriaknya karena ia merasa tubuhnya tegang nikmat yang luar biasa. Setelah itu tubuhnya lemas menimpa saya. Akumengusap membelai rambutnya dan mencium bibirnya.

Setelah beberapa saat, con yang tolku masih ngaceng mengangkat dari saya meknya. Dia kutelentangkannya, dan aku naik ke atasnya. Kembali saya meknya kujilati. Saya mendorong lututnya sedikit ke atas sehingga meknya saya lebih menungging bukit menghadap ke atas, pahanya lebih kukangkangkan lagi, dan saya derek lidahku menyapu celah-celah me meknya. Saya derek lidahku dan kugesekkan naik dan turun ujung clitorisnya. Dia hanya bisa merasakan kenikmatan saat meremas-remas con tolku lapar. lendir cairan belakang saya meknya dengan lahap kuhisap. Bibirku terus mencium dan diperkosa saya bibir meknya. menjulurkan lidah saya ke meknya saya dan menabrak dinding bagian dalam. Sehingga menekan saya meknya mulut, hidung saya adalah tongkat runcing dan menekan ilnya.

Dia kembali merasakan kenikmatan lebih, apa lagi saat wajah sengaja Aku menggeleng ke kiri dan ke posisi yang tepat tetap terjebak itilnya hidung dan bibir bibir mengisap membuat saya meknya sementara lidah terus mengambil saya meknya. Ia tidak mampu membendung napsunya. “Oocch! Mas .. Teruu .. Uus! Saya nyampe lagi mas”, suaranya semakin serak saja. Digoyangkannya pantat dengan irama wajah gesekan dimakamkan di selangkangannya. Disematkan kepala dengan pahanya, tubuhnya menggigil seperti kejang. Dia mengambil napas dalam-dalam sekali, semua cairan dan menelan saya meknya kuhisap hingga habis semua cairan yang ada di sekitar saya meknya. Saya menjaga menyenangkan menjilati saya meknya.

Kemudian jilatanku naik ke atas, ke arah perut. lidahku bermain di pusarnya, fingering dan meremas kedua payudaranya, jilatanku juga semakin ke atas menuju payudaranya. Inch-by-inch jilatanku bangun. Mulutku sudah sampai ke dadanya. Kini giliran toketnya kujilati, lidahku kini menari di ujung putingnya. Seperti yang saya meraba-raba dengan keselangkangannya tangan kanan saya, menggesek- gesek itu kepada saya meknya ilnya basah lagi, nafsu untuk bangkit kembali.

Sementara tangan kiri masih meremas payudaranya, bibir kulumat. Dia menjawab lumatan bibirku dengan penuh gairah, aku terjebak lidahku masuk ke dalam rongga mulut. Dia mengisap lidah saya, secara bergantian dia menjulurkan lidahnya di mulut saya dan membayar dengan hisap pula.

Sekarang saya dikoreksi yang ada di dalamnya, kon tol saya telah menyebabkan depan saya meknya. Dia merasakan sentuhan kerucut akhir meknya tolku pada saya, kepala saya terasa kon tol keras semua. Dengan satu dorongan, kepala con tolku segera menusuk saya meknya. Saya mendorong sedikit kuat kepala tolku sehingga kon tenggelam dalam me meknya. Meskipun tol kon belum masuk semua, dia merasakan getaran membuat otot-otot saya meknya cair berdenyut yang membasahi me meknya membuat kon tolku yang besar mudah untuk masuk ke saya meknya dengan dorongan lagi con tolku ke dalam sarang, Blee. . ess ..

Sehingga merasa kon tolku sudah memasuki mek nya saya, jadi saya berbalik kembali dia di atas saya, duduk di batang con cukup lama tolku itu. Ass terguncang, diputar-putar, terguncang atas dan ke bawah sampai con tolku keluar meknya saya, saya meremas-remas kedua payudaranya. Lebih nikmat rasanya ngen tot dengan posisi wot baginya, karena dia bisa mengarahkan gesekan kon tol besarku ke seluruh bagian me meknya termasuk it ilnya. Kini giliran aku yang tidak tahan lagi dengan permainan, aku menggeleng menahan nikmat yang akan segera tampaknya akan ngecret. Aku memberikan isyarat kepadanya bahwa saya akan ngecret.

“Kami sama..mas nyampe”, keluh sementara mempercepat shuffle dan kocok pantatnya. “Aa .. Aacch!” Dia juga nyampe lagi, kali ini bersama-sama dengan dia, bibir berkedut meknya saya untuk memeras kon tolku. Pejuku dan lendir me meknya dicampur bersama meknya menguasai saya. Karena itu duduk di atas, cairan yang mengalir keluar dari kenikmatan yang merembes melalui con tolku sehingga basah antara kaki saya, dan saya merasa banyak sedikit cairan agak kental lengket-lengket yang merembes keluar itu.

Kami berdua akhirnya merosot di sofa. Posisinya tengkurap di samping yang menggantung di punggungnya melihat dedaunan yang tebal. “Mas, pintar benar-benar ngerangsang saya sampai nyampe berkali2, sudah begitu con mas tol jika sudah masuk terasa sekali gesekan, abis begitu besar pula”, katanya. “Me mekmu juga nikmat Sin, peret deh, sekali kerasa pegangan untuk penis saya,” kataku, memeluknya. Kami berdua tertidur untuk waktu yang lama karena kelelahan dan angin bertiup sepoi2 sejuk. Ketika ia terbangun, kami pergi ke rumah, aku mandi. “Kami mandi bersama-sama yuk!” Ajakku, “Tubuhku lengket dengan keringat”.

Kami masuk ke dalam rumah untuk sampai ke kamar mandi bersama-sama dengan pelukan, telanjang. Kamar mandi tidak terlalu besar tapi cukup bagus, ada ruang berbentuk persegi panjang di kamar mandi, berbentuk kira-kira seperti sebuah karya. Kami berdua pergi ke dalamnya dan menyalakan shower, aku dan dia ternyata tubuh scrub kami, sabun tubuh juga ketika kita berpaling, setiap sentuhan, memeras sama lain, bibir kami pagut sama lain secara bergantian. Dia terjebak lidahnya dalam mulutku yang kusambut dengan hisap, dan pada gilirannya juga saya terjebak lidahku ke dalam mulutnya. Dia juga menyambutnya dengan lumatan. Grope tangan pindah ke payudaranya. Aku diperas diperas payudaranya mulai memperketat lagi napsunya mendaftar lagi. Dia tidak ingin kehilangan, mencapai con tolku yang kembali tegak dan dikocok perlahan. Ujung penis saya kadang-kadang menyenggol bagian depan pangkal pahanya. “Ya benar, jika seorang gadis jembutnya napsunya berat pasti besar, kaya kamu ya Sin”, katanya.

Kuarahkan kon tolku meknya saya ke berbagai bagian bibir. Dengan menggunakan tangan saya, kugesek- bagian akhir grit kerucut tolku dengan saya bibir meknya. Aku meletakkan tolku kerucut ujung ke ujung itu ilnya dan kugesek-gosok atas dan ke bawah. Sekarang saya meknya kembali mengeluarkan cairan bening. Lalu aku mematikan shower sambil duduk di samping bak mandi. Dia kudipangku dengan membelakangi posisi. kon tolku sudah ngaceng keras lagi memasukkannya ke saya meknya dalam posisi seperti itu. Karena bathtub kondisi sempit yang membutuhkan posisi ditekan pahanya, lalu aku meknya menjadi sempit saja. Itu awalnya sulit juga kon tolku ke vagina.

Tapi dengan sedikit terganggu akhirnya berhasil meledak ujung penis saya ke saya meknya dibantu dia dengan tubuhnya menekan sedikit, dan ia mengangkat pantatnya kembali dari waktu ke waktu akhirnya berhasil menipu tolku runtuh semua ke dalam vagina. Dengan posisi ini membuatnya harus aktif mengocok penis seperti di kolam renang tadi dengan mengangkat dan menurunkan pantat kembali, jadi saya meknya bisa meremas dan mengocok-ngocok penis. penis saya pernah menggores dinding bagian meknya saya. Saat dia duduk terlalu jauh ke bawah, con tolku dulunya keras menusuk saya meknya, nikmat yang saya rasa tidak bisa kulukiskan dengan kata-kata lagi.

vagina semakin basah sehingga keberadaan con tolku di me meknya tidak sesesak sebelumnya. Sekarang dia sudah tidak lagi memegang napsuku. Ia tidak lagi mampu mengangkat dan menurunkan pantatnya seperti itu, sekarang dia hanya duduk di sana dalam posisi con tolku masih bersarang dalam diri saya meknya. Goyangkan pantatnya sambil duduk di pangkuanku.

Aku sudah diserap di kedua meremas payudaranya. pentilnya kucubit dan knot kupilin, menyebabkan sensasi tersendiri baginya. Aku tidak mampu bertahan lama merasakan goyangan yang dia lakukan. “Aduuh ..! Sin, empotan benar-benar hebat Anda pus! Aku hampir ngecret nich!” Seruku sambil tetap memilin putingnya. “Kami keluarin sama-sama yuk!” Dia mengatakan, goyang mempercepat. Saya benar-benar tidak mampu bertahan lebih lama lagi sampai ia mendorongnya sedikit ke depan sambil aku berdiri, sehingga posisinya menungging berpaling kepada saya, tetapi penis saya masih terjebak dalam vagina. Aku berdiri untuk mengambil alih permainan, aku mengocok-kon ngocokkan tolku keluar vagina dalam posisi doggy style.

“Aa .. Aacch!” Sekarang giliran menyeracau enak. Aku merasa kedutan-kedutan dalam diriku meknya, pernah semburan hangat yang memukul saya dinding meknya, langsung pejuku vagina menyemprotkan keluar bertemu. Pada saat yang sama, ia juga mengalami hal yang serupa, saya merasakan kedutan me meknya berkali-kali ketika dia nyampe. Kami nyampe sekitar waktu yang sama sampai vagina kembali penuh dengan nafsu cairan kami berdua, begitu benar-benar yang tidak ditampung seluruhnya. Cairan kami yang telah dicampur dengan meleleh keluar melalui meknya retak saya dan merembes keluar membasahi perutnya karena posisinya menungging masih separuh waktu. Kami terus mandi kami bersama-sama seperti sepasang pengantin baru.

Setelah mandi dan mengeringkan tubuh kita masing-masing dengan handuk, dengan telanjang kami menuju ke ruang makan. Aku menarik buah2an dari lemari es dan berkata, “Kamu makan buah2an ini dulu ya, aku akan membeli makanan”. “Aku akan pergi tidur, cape dienjot terus di mas”, katanya. “Tapi enakkan?” Kataku lagi sambil mengenakan pakaiannya. “Ini baik benar-benar mas, saya masih ingin mas lebih lo”, katanya sambil mulai mengupas buah. “Jadi tentu, saya mengundang Anda di sini untuk ngen tot sampai loyo. Aku pergi dulu ya”, sambil mencium pipinya. “Hati2 mas ya, aku menunggumu”. Seperginya aku, dia berbaring dan mengambil buah2an. Dia makan beberapa potong sehingga akhirnya dia merasa kenyang dan mengantuk lagi. Dia berbaring di sofa dan tertidur. Di luar dah gelap, dah melalui sunset.

Ketika aku kembali dengan makanan, dia masih tertidur. Juga terangsang Aku melihat dia berbaring tidur di telanjang seperti itu. Toketnya fluktuasi besar irama napasnya. perutnya yang rata dihiasi dengan pusar seksi dan rambut kemaluan lebat diselangkangannya bergerombol. ontol langsung bereaksi dengan sikap sempurna, alias ngaceng lagi. Tapi perut dh untuk diisi. Aku membangunkannya dengan mengelus2 payudaranya. “Mari makan”. “Setelah maen lagi ya mas”. “Bole ja, asalkan Anda tidak lemes”. “Tidak apa lemes mas, aku tidak pernah ngerasain nikmat kacau seperti sekarang ini. Mas sering2 ngen totin aku ya mas”. “Itu bisa diatur kok mah, jika suami Anda pergi”. Kami makan makanan yang saya beli sampai dibongkar. Sama2 haus energi terkuras saat pertarungan sebelumnya.

Setelah selesai makan, dia membantu saya membersihkan garpu, menyeka meja, kemudian boneka kami duduk di sofa di depan tv. Aku menyalakan tv tapi tidak ada acara yang menarik. Dia bersandar ke saya. “Kau benar-benar deh Sin tu seksi, Melihat kau aku ngaceng terus tuh. Ja heran, mengapa suami Anda bisa ninggalin malaikat seksi yang merangsang Anda orang kaya”. “Tidak tahu mas deh, dia tidak berbicara tentang saya, mo kanan mas membuat saya berbohong lagi”. Aku memeluknya dan mulai memerah susu payudaranya. Aku terus meremas payudaranya, bahkan saat puting memlintir2, puting perlahan mulai mengeras.

“Sin, diginiin enak tidak?” Dia terus meremas-remas tangannya payudaranya. “Mas, aah”, napsunya semakin meningkat. Sementara kuremas toketnya terus, aku menjilati seluruh tubuhnya, dari kepala sampai kaki. Demikian pula Kujilati toketnya, kusedot pentilnya sampai dia gemetar dengan napsunya. kaki dan pahanya yang mulus itu terbuka sehingga ia bisa kuelus2, dengan satu tangan masih meremas payudaranya. Setelah itu saya meknya kujilatin dengan lidah saya kasar. Bukan hanya bibir meknya menulis bahwa kujilatin saya, tapi lidahku juga masuk ke me meknya, ia menjadi menggelinjang tidak terkontrol, wajahnya memerah sambil terdongak ke atas.

Lihat napsunya naik, aku melepas seluruh pakaian dan celana. Dia diam-diam menulis. penis saya besar sudah ngaceng keras. Dia nyaris tak bisa menahannya dengan kedua tangan. “Terguncang Sin”, aku memohon, menurut adil dan mengocok penis nya di jijik, semakin besar dan panjang. “Sin diemut dong”, kataku keenakan. Aku berdiri di samping sofa dan dia duduk sambil mengarahkan kon digenggamannya tol yang ada ke arah mulutnya. Dia mencoba untuk memasukkan ke dalam mulut dengan kesulitan, karena besar sehingga menjilat kepala pertama dari con tolku. Saya mendesah2 ia memiringkan kepalanya. Dia bertanya “Kenapa mas”. “Ini benar-benar baik, terusin Sin, jangan berhenti,” kataku merem melek kenikmatan. Ia melanjutkan aksi, menjilati con tolku mulai dari kepala penis saya ke pangkal batang, biji terus testis, semua di jilatin. Dia mencoba untuk memasukkan ke dalam mulut lagi, bisa saja masuk, sudah licin terkena air liur.

Saya memegang kepalanya dengan satu tangan sementara cepat didukung ass, Mengen toti mulut. Sisi lain sedang meremas payudaranya yang tepat. semakin lama semain gerakan cepat. Aku menghentikannya. penisku keluar dari mulut Anda. Saya naik tubuh dan berbalik con tolku ke payudaranya. “Sin, aku ingin ngerasain kon tolku kejepit Anda gemuk payudara ya”. Dia mengerti apa yang saya inginkan, dan saya kon tolku kemudian dijepit di antara payudaranya. “Ahh .. Enak Sin. Diemut enak, dijepit payudara terlalu buruk.”, Keluh menahan nikmat mencubit payudaranya. Aku terus mengguncang bolak-balik kon tolku kekenyalan merasa payudaranya. Sampai akhirnya “Oh Sin, segera saya ingin ngecret, keluarin di mulut Anda ya”. “Tidak ada mas, di mekku aku sendiri,” jawabnya. Dia tidak ingin merasa cum di mulutnya, yang dingecretkan baik di memeknyakarena dia ngerasain nikmat yang luar biasa.

Saya juga naik keatasnya sambil mengarahkan con tolku saya meknya. Aku mulai memasuki con tolku besar dan panjang ke dalam vagina, sampai ia rem melek keenakan ngerasain meknya digesek saya kon tolku. Aku mulai bergerak masuk dan keluar kon tolku dimemeknya yang sempit. Dia mulai merasakan kenikmatan yang tak terkatakan, luar biasa terasa begitu baik. Secara naluriah ia pindah pantatnya kanan dan kiri, mengikuti pergerakan con tolku mulut keluar, Wuihh menambahkan nikmat. terlihat di wajah saya bahwa saya pernah menikmati kon tolku grit di me meknya. Tubuhku bergoyang bolak-balik, aku melihat con tolku sendiri berada arahku meknya. Setelah beberapa saat, saya mengundang posisi perubahan, ia mengundurkan diri menulis.

Saya telah mengirim dia nungging dan saya menusuk con tolku dari belakang ke me meknya. Nikmat sekali permainan ini. “Ennngghh …” dia mendesah tak jelas. Sementara mengguncang pantatnya maju mundur, saya memegang pinggulnya erat, terasa luar biasa. Tidak tahu berapa lama aku menggenjot meknya dari belakang seperti itu, semakin keras yang akhirnya dia nyampe lagi “Mas, enjot keras, sangat nikmat rasanya”, teriaknya.

Aku mengenjot penis lebih cepat dan kemudian pejuku muncrat dalam diriku meknya berulang-ulang, banyak sekali. ‘Crottt, croooth .., crooootttthh …’ Dia merasa me meknya karena agak bengkak menyodok oleh tolku con besar. “Sin, vagina deh Anda pegangan yang luar biasa, benar-benar luar biasa. Dikontolku gesekan tetap sekali”, kataku, terengah2.

Setelah beristirahat beberapa saat, aku bertanya kepadanya “Bagaimana Sin?”. “Mas Jadi baik, rasa lezat sekali, memekku sampai sesek kebobolan kontol mas, abis begitu besar pula,” jawabnya. Aku menarik penis saya sudah lemes saya meknya. pejunya penis dan cair berceceran saya meknya. Mungkin begitu banyak aku ngecretin dimemeknya cum. “Cape ya Sin”. “Ya mas, malem saya nginep di sini ya mas, mungkin benar”. “Semoga benar-benar, kita bisa menjadi telanjang semua nite panjang”. “Yah mau dong”.

CERITA MESUM CEWEK TOKET GEDE MANTAP | asia | 4.5