Agen Poker Agen Poker Agen Poker

cerita sex bercinta dengan kakak kelas ku

By On Sunday, September 6th, 2015 Categories : cerita bokep, cerita dewasa, cerita mesum, cerita sex

cerita sex bercinta dengan kakak kelas ku

Pada awalnya, saya ingin memperkenalkan diri. Daron nama saya. Saya ada kesempatan belajar di Malaysia karena ayah saya bekerja di sana. Ketika itu usia saya sekitar 15-16 1 kelas SMA. Skolah pertama kali memasuki ada upacara bendera. Ama lebih lama kenalan teman-teman saya ada seorang gadis baru ‘datang dari arah pintu gerbang dengan terburu-buru, karena semua siswa sudah berbaris. Aku liatin cewek tuh ‘.. “OK jugak ya ..”. Setelah saya meminta teman saya ternyata mati senior. Usia 17an sekitar 3 kelas SMA. Namanya Molly.
“Lucu juga nama doi”.
Tiba Wall St Inn dari teman sekelas belakang ade memegang bahu saya.
“Nanyain Mengapa loe tentang adikku?”.
Cor dah, mengejutkan saya. Aku hanya takut karena dipukulin die ‘gangster’ di sekolah-sekolah.
“Ah..enggak benar. Nanya doank” kata saya dengan gemetar a.

Kembali dari sekolah aku terus ngebayangin tuh cewek. Saya tidak bisa ngilangin mati dari pikiran saya. Cukup gila benar. Bibir kecil dan tipis, payudara yang montok (mungkin bisa dibilang lebih besar dari rekan-rekan mereka), betis putih dan mulus, hanya benar-benar sempurna. Aku hanya bisa ngebayangin kalo-kalo ama aku akan mati.

Di pagi yang cerah (saya belajar kalimat seperti saat ini kelas 4), saya ama nyokap pergi ke deretan toko-toko di deket rumah. Yang masih akan toko musik nyari, karena saya ingin belajar bermain gitar. Setelah sekitar 1 bulan baru saya tahu bahwa guru gitar saya pada adik ama Molly. Nyaranin terus saya guru tu kami berdua ngadain latihan bersama di rumah. Aku benar-benar bersemangat. Mungkin ada kesempatan saya ngeliatin wajah cantik dari kakaknya. Nah .. meskipun kagak “buat” Melihat wajahnya juga sudah cukup.

Waktu liburan semester kakak (meskipun lebih mudah saya tulis Jason) ngundang saya ke rumahnya untuk berlatih gitar serempak. Saya terus bertanya ada yang menulis di rumahnya.
“Aku ama doank adikku benar-benar” jawabnya. Wow .. berdebar ya rasa. Tapi saya merasakan diri saya sendiri bodoh. Kagak mati hanya karena saya tahu, bahkan hanya sesekali mengobrol via chat. Tapi aku ngak peduli.

Jason sebenarnya belum mastiin ketika saya bisa dateng ke rumahnya. Tapi aku ngak peduli dateng ke rumahnya hari itu karena saya hanya punya waktu hari itu. Di depan pagar saya neken bell. Ini terlihat sepi. Tiba-tiba terbuka pagar (pagar otomatis NIH) terus kakaknya muncul.
“Nyari siapa?”.
“Jason” kataku.
“Yah, maaf, tidak ada Jasonnya tuh.”
Wow .. sekarang aku sadar suara baru ternyata lembut lagi Molly ‘cute’.
“Oh .. ya udah, terima kasih.”
Saya muterin tubuh saya, akan jadi belagak. Tiba-tiba sebuah suara kecil terdengar lagi.
“Eh .. tidak datang di pertama? Daripada bolak lumayan lelah menunggu di sini.”
Wow !! Sebuah peluang emas!

Aku terus masuk dan dihidangin minuman dingin ama Molly. Lalu ia duduk di depan saya ngajakin saya ngobrolin sesuatu. Di mata sekelip, tampilan di depan saya begitu indah. Kebetulan dia memakai tipis T-shirt dan rok pendek sehingga aku dapat melihat bagian paha putih mulus. Setelah skala saya ngelirik ke dada dan paha. Saya kira dia tidak tahu tapi dia belagak perawatan.
“Ketika Jason belakang?” Saya bertanya.
“Saya tidak tahu saya pikir pula kemudian di 6”
Aku ngelirik jam tangan saya. Sekarang pukul 2 siang.

Sekitar 15 menit kami berbicara kosong. Tiba-tiba Ntah bagaimana jam di meja sebelah jatuh. Kami terkejut dan ia terus membersihkan benda berselerak. Dari belakang saya bisa melihat pinggul putih mulus. Tiba-tiba teriakannya membangunkan lamunanku. Ternyata jari terluka dalam kontak dengan kaca. Naluri laki-laki aku bangun dan terus memegang jarinya. Tanpa berpikir aku isep menulis dalam darahnya. Darah waktu sudah dibekukan Aku mengangkat wajahku. Ternyata ngeliatin saya mati. Tiba-tiba ia berbicara
“Ron, mengapa lu tampan benar-benar?”
Aku hanya tersipu. Aku terus diajakin ke tingkat atas untuk mengambil beberapa luka obat. Waktu duduk di sofa, aku usapin aja tuh obat padanya. Tiba-tiba datanglah permintaan yang tidak terduga.
“Ron, aku mencium dong, seharusnya tidak?”.
Saya tidak tahu mo talaga difilmkan neraka bertanggung jawab. Tapi sudah deket banget ama bibir bibirku. Langsung saya lumat bibir mungilnya. Dia menutup matanya dan aku mencoba untuk mendorong lidahku ke dalam mulut. Dia menjawab dengan melumat bibirku. Tanpa disadari bergandengan tangan saya sudah merayap ke dadanya dan meremas payudaranya yang montok dari pakaian luar. Dia mendesah pelan. Dan mendengarnya, saya menjadi lebih dan lebih buas ciuman.

Sekarang bibirku ke leher dan punggungnya hancur dan mengunyah pada leher kecil sementara tangan saya bergerak menuju rok pendek dan mencoba meraba-raba pahanya yang putih dan halus. Tiba-tiba tangan membuka ritsleting celana saya dan mencoba untuk meraih anu saya. Aku semakin sengit. Aku membelai celana dalamnya dari luar dan tangan saya satu lagi meremas payudaranya yang montok. Dia mendesah dan berteriak.

Akhirnya saya berhenti melumat bibir dan leher. Saya mencoba untuk menghapus t-shirtnya merah muda. Tapi tangannya dicegah.
“Ke ruang aku menulis, yuk!”
Tanyanya sambil dipandu tanganku. Aku masih bergabung menulis. Aku mengunci pintu dan segera aku mencapai t-shirtnya sampai dia hanya mengenakan bra putih dan rok biru. Aku kembali miliknya dan mencoba menanggalkan bra-nya dari belakang. Sekarang die itu dada benar-benar telanjang. Langsung saya lumat payudaranya. Saya uleni dan saya jilatin kiri dan kanan puting.

Tanpa disadari dia mengerang.
“Ummh..ahh ..!”
Aku bahkan lebih bersemangat. Tiba-tiba sebuah tangan lembut meraih penis saya sangat besar. Sekitar 14 cm panjangnya. Dia segera mengelus penis saya dan mulai mengocok itu. Aku mengerang
“Ahh..Molly..terusin..ahh!”

Sekitar 15 menit saya hancur payudaranya. Sekarang saya mencoba untuk ngebuka rok hitam. Setelah terpisah Aku tidurin dia di tempat tidur dan kembali miliknya, menggosok vaginanya dari luar CD dan tangan saya satu twist lebih puting kanannya.
“Ahh .. Daron .. ummhh!” Dia mengerang.

Akhirnya kita berdiri. Dia melepas baju dan celana saya dan meraih penis saya sangat tegang. Dia nyuruh aku duduk. Lalu ia berjongkok di depan saya. Dia mencium dan menjilat kepala penis saya. Kemudian mati berusaha menghisap dan menghisap penis besar saya. Aku mengerang keenakan.
“Ummhh..Molly .. !!”
Akhirnya saya tidak tahan dan menyuruhnya berhenti. Saya tidak ingin keluar terlalu dini.
Aku terus perlahan lepasin celana putih dan melihat pink lubang dengan bulu yang halus dan tidak terlalu banyak di sekelilingnya. Aku langsung kangkangin tidurin dan kaki saya. Terlihat merayap ke dalam vagina. Aku yang belum memegang terus menjilat dan menghisap-menghisap bagian selangkangan dan menuju vaginanya. Aku isep dan jilatin klitorisnya. Molly menggelinjang keenakan dengan desahan dan erangan.
“Awwhh .. uhh .. Darroonn .. !!
Tiba-tiba orgasme pertama keluar. Menggelinjang tubuhnya dan dia menjambak rambut dan tempat tidur linen di tempat tidur.

Lalu aku melebarkan kakinya dan penis mengarahkan saya ke arah kesenangan lubang. Sebelum saya masukkin gesekin saya menggunakan penis saya di pintu lubang vaginanya. Dia mendesah kenikmatan. Akhirnya saya dorong penis saya ke dalam vaginanya. Terasa agak sempit karena masuk 1/3 baru penis saya. Perlahan aku menepi dan saya mendorong sekuat mungkin. Ketiga kalinya berhasil masuk benar-benar baru.

“Aawwhh..sakit, Ron !!”
Dia mengerang kesakitan. Kemudian saya berhenti menunggu rasa sakit dia hilang. Akhirnya aku mulai bergerak maju mundur. Semakin lama bergerak saya lebih cepat. Merasa penis saya bergesekan dengan dinding vaginanya. Kami berdua mengerang kenikmatan.
“Ahh..Molly..enakk !!”
“Mmhh..awwhh..Ron, terus, cepet lagi!”
Aku lebih bersemangat dan mempercepat genjotan saya. Akhirnya dia menjerit dan merintih orgasme untuk menandai rilis dari dua.

Kemudian kami berdiri dan aku berbalik puter (doggy style) tubuh saya. Saya tundukkin arahin tubuh saya dan penis saya ke dalam vaginanya dan saya genjot arah sekali lagi. Kedua payudara berayun gerakan genjotan ikuti saya. Aku meremas-remas pantatnya yang mulus dan kemudian ke depan puting yang sangat tegang. Kami berdua keringat.

Saya puter puting semakin sulit dan uleni payudara saya dengan sepenuh hati.
“Ahh, Daron..gue pingin keluar .. !!” dia menangis.
Aku terus mempercepat gerakanku dan mati berteriak untuk orgasme ketiga kalinya. Saya berpikir tentang hal ini saya juga kuat ni ya .. Tapi saya juga merasa mo keluar sekarang. Saya tidak tega ngeluarin sperma saya di vaginanya. Langsung saya tarik penis saya dari vaginanya dan puter saya. Saya arahin penis saya ke dalam mulutnya dan hancur langsung menyedot penis saya kembali dan sebagainya. Aku mengerang kenikmatan
“Akhh..Mol, aku keluar .. !!”
Saya semburin sperma saya di mulutnya dan menelan. Kebanyakan arus keluar melalui celah bibir. Dibersihin terus penis dan dijilatin saya dari sisa-sisa sperma.

Kemudian saya melihat di jam di meja. 05:30 !! Mati jika tidak cepet-cepet. Setelah kami berpakaian dia awalnya ngucap terima kasih kepada saya.
“Terima kasih, Ron! Ngrasa Aku belum pernah ini bahagia. Sebenarnya, dari pertama kali saya melihat di loe aku menyukai” katanya.
“Oh, kawin kali karena emang mungkin ngeliat waktu loe di gerbang sekolah saya juga sudah cinta.” Saya bilang.
“Tapi bagaimana dengan adik loe?”
“Tidak apa-apa, dia juga tidak akan marah. Kakak saya datang dalam satu menit. Jadi latihan bersama-sama atau tidak?”
“Tidak, ah. Males, sudah lelah latihan,” kataku sambil tersenyum.
Dia bahkan tersenyum. Saya akhirnya kembali ke rumah dengan perasaan sukacita. Bermimpi Aku sudah tercapai.

cerita sex bercinta dengan kakak kelas ku | admin | 4.5