CERITA TERBARU DEWASA KAKAK ADIK YANG DOYAN NGESEX

18 views

CERITA TERBARU DEWASA KAKAK ADIK YANG DOYAN NGESEX

CERITA TERBARU DEWASA KAKAK ADIK YANG DOYAN NGESEX Mulai dari saya sepanjang malam karena pekerjaan terlalu banyak, saya memutuskan untuk meninggalkan kantor dan bermaksud untuk berjalan-jalan. Sebelumnya saya hanya minum kopi di restoran di belakang kantor, tapi tiba-tiba ide saya untuk jalan-jalan mal disebuah untuk menemukan pemandangan abg gadis yang suka nongkrong di mal. Dan segera aku bergegas ke mal. Dan tidak lama setelah itu, saya tiba dan aku segera masuk di mal. Aku melihat-lihat, ada banyak jenis wanita dari berbagai jenis, tetapi tidak bisa membuat saya tertarik. Ada juga banyak orang muda yang masih mengenakan seragam sekolah di mal.

41

Dan saya terus berkeliling melihat sekitar, sampai saya bosan karena saya tidak menemukan apa yang saya inginkan. Kemudian saya berhenti resto disebuah, dan aku memesan kopi secankir. Di restoran aku mengambil saku celana saya ada HP bermaksud untuk menghubungi teman, tetapi ketika HP sudah ada di tangan saya, saya berharap, dari kejauhan saya melihat dua abg berjilbab sedang asik nongkrong sambil bercandaan. Sesaat perhatian saya tertarik pada dua gadis ABG terselubung. Dan segera aku kekasir dan membayar untuk kopi dan saya langsung pergi ke tempat di mana dua gadis berjilbab abg.
"Selamat siang ya saudara, lagi melakukan ya ??" Saya bertanya.
"Siang juga om .." jawab mereka secara bersamaan, tersenyum.
"Sekali lagi iseng aja om, abis dari sekolah" kata salah.
"Om tidak akan duduk di sini?" Aku bertanya dengan sopan.
"Semoga donk om, silakan" jawab yang lain.
"Om dapat menghubungi kan ??" Saya bertanya.
"Hihi ... ya mungkin donk om ..." jawabnya
"Saya Fara, yang adalah saudara saya Vera" katanya ternsenyum.

Setelah saya melihat dua gadis mengenakan jilbab aksesoris agak mahal bros pin cadar mereka, untuk cincin, gelang, jam tangan dan bahkan handpone seri terbaru. Wah keliatannya mereka benar-benar anak-anak dari kelas atas.
"Kau saudara kembar benar ?? berapa umur ya ??" aku bertanya, penasaran.
"Ya om ... kita sekarang berusia 17 tahun segera 18 tahun".
"Oooh ... sudah gede- ya besar" kataku sambil melirik Fara payudara, eh ayam perlahan mengeras, bisa membayangkan meremas2 payudara empat gadis di balik tabir ini.
"Ya iyalah om, itu sudah sma" kata Vera, yang tidak menyadari apa yang saya maksud.
"Apakah Anda tidak pulang, sudah sore jadi cantik seperti Anda memasak gadis2 masi blum pulang".
"Om bisa aja ah, masi ingin om pertama minum2 juga kembali dalam satu menit" kata Fara sementara ngobrol.Cerita Sex Pembantu

melihat dua anak perempuan, meskipun kembar tapi aku mulai bisa membedakan antara Fara dengan Vera. Fara tua beberapa menit dari Vera memiliki payudara sedikit lebih besar daripada adiknya.selebihnya ada perbedaan. "Aaah kutelanjangi kedua gadis jika ia bisa mengiris itu, apa mungkin rasa jepitan vaFara 2 saudara kembar berbeda yah" kataku dalam hati yang sudah penuh nafsu.
"Kamu sudah punya pacar belum ??" Saya bertanya.
"Fara sudah tuh om, nama pacarnya andi, hihi ..."
"... .apaan Iiih git pula, dia hanya teman deket aja tuh terlalu ..." katanya malu.

Saya melihat tidak biasa tentang dua remaja mengiris itu. Mengapa tampak begitu mudah akrab dengan orang asing seperti saya. Saya mulai berpikir sepertinya dua gadis ini bisa dipakai malam ini. Saya juga mulai mengeluarkan mautku saat.

"Anda tidak pernah tanggal, kan?"
"Nama Ya sudah Om ... tapi ya betcha anak juga sma." Vera menjawab
"Umm tapi maaf ya baik, Anda sudah begitu belum ??" Aku bertanya dengan senyum nakal.
Fara sedikit terkejut "jadi bagaimana om ??"
"Umm .. kayak ciuman pelukan seperti ini, dan itu adalah main2 sama pacar Anda belum" Untuk sesaat mereka terkejut dengan pertanyaan itu dan menjawab Vera menjawab
"Iiiih ... sih om adalah ... mengapa nanyanya begituan"
"Ya benar om ingin tahu ??" Mereka terdiam sejenak dan kemudian berbisik satu sama lain.
"Ini adalah om benar ingin tahu ???" tanya Fara menggoda.
"IYHA iya dong dik Fara indah" kataku sambil mengedipkan mata terlihat seperti mereka sadar niat gerak gerikku, kemudian dengan senyum nakal Vera menjawab.
"Om, jika Anda ingin kita bisa berjalan bersama-sama om tapi Kaloo ..." Vera berhenti berbicara dan mengambil handponnya dan kemudian memberikan handponnya saya mengetik.

Astaga Saya pikir, ini adalah itu. Ketika yang telah ditunggu. Vera ternyata meminta sejumlah uang dan persyaratan. Hal ini tidak dapat menjadi kesempatan. Saya juga tersenyum lebar dan lebih hati berdebar-debar. Tiba2 aku menyadari sesuatu.
"Eh maaf yah Fara, Vera, jika Anda ingin menemani om jadi mengapa Anda memakai jilbab"
"Oh ini, itu adalah kewajiban untuk mengenakan jilbab di sekolah-sekolah om" kata Fara.

Ooh aku menyadari segalanya, mengapa bekerja menuju malam dua gadis yang masih berpusat berjibab perbelanjaaan, kenapa mereka memakai barang2 mahal, kenapa mereka begitu mudah untuk berbicara dengan hingga hal2 yang nakal. "Ok kalau begitu mari kita pergi, om atm untuk pertama mengambil beberapa penyisihan gadis2nya om" kataku sambil mengedipkan mata yang dijawab dengan sedikit tertawa dan tatapan nakal. Sekitar pukul 6 sore, aku bersama dua gadis mengiris itu keluar dari mal dan menjadi atm dibasement mall. Ternyata basement agak tenang, hanya berisi mobil2 dan beberapa driver, petugas parkir dan penjaga keamanan yang tampak iri, karena saya bersenang-senang bercanda dengan gadis-gadis berjiblab ini. Atm ternyata cukup tertutup, ruangan yang cukup besar.
Aku mulai mengakses mesin sementara berbincang2 dengan kedua gadis-gadis berjilbab. Aku Button2, menekan keadaan di luar lirik, tampaknya posisi cukup tertutup dan tidak ada orang yang melihat, ah aku tidak tahan yang telah aksiku memulai. Kedua gadis berjilbab berdiri untuk tangan kanan saya, sambil menunggu kerja mesin atm, saya menarik tangan saya ke belakang dan kemudian meremas-remas kedua buah pantat Fara dan Vera karet.

"Om iihh nakal, masi dibasement juga" jawab Vera dan dipinggangku sejumput kecil oleh Fara.
"Iya iya deh deh om tidak nakal" kataku, menarik tanganku pada pantat gadis ini.
Lalu kurangkul pinggang kedua gadis tertutup dan menarik mereka ke arah saya, uhhhh payudara payudara ditutupi gadis di belakang jilbab adalah baik cukup kenyal dan sukacita.
"Si om nakal ihhh benar-benar" kata mereka dengan senyum manja.Cerita Sex Pembantu

Lalu tangan saya mulai menggosok naik kepunggungnya kemudian bergeser di keketiak mereka menyelinap jilbab mundur mengikuti aliran bra dan payudara mencengkeram payudaranya gadis ini tidak bersentuhan dengan dada saya mereka.

"Iiiiihh ooomm yang telah bandel benar-benar sihhh" kata Fara sementara dua gadis mencoba melarikan diri pegangan tangan di dada mereka.
"Duh Fara Vera, jangan begitu dong, uang ini" kataku ketika tiba2 mesin atm untuk menghabiskan beberapa juta.

Aku akan mengambil uang dan menunjukkan uang kepada mereka, tampaknya kali ini mereka meleleh dan mata mereka tampak berbinar2 melihat cukup banyak uang dan mulai tersenyum genit. Baik nakal jilbab terbungkus Fara dan Vera kepundaknya membuka tiga buah tombol yang paling, dan saya melihat bahwa daritadi membuat penisku sangat keras, empat gadis payudara smu sangat menggemaskan terbungkus BH sangat seksi dengan syal di kepala mereka, saya akan menyelipkan beberapa lembar ratusan ribu rupiah Bh ke mereka sambil merasakan kenyalnya payudara mereka dan kemudian saya lanjutkan dengan meremas-remas payudara montok gadis ini.
"Uhhhh, Fara sedikit lebih besar dada tapi kesenangan yang sama dan seindah Vera, Ko Ko om sudah tidak kuat ya, uang dp ini pertama juga nanti jika sudah selese nemenin om semua uang ini harus Anda memiliki" kataku penuh semangat. Vera dan Farapun hanya tersenyum genit sambil menikmati kenikmatan demi meremas dan meremas payudara dan puting plintiran pada mereka. Tanpa disadari ada orang mengetuk pintu atm. Kami bertigapun kaget bukan kepalang, aku menyadari ada orang antri menunggu dari tadi. Aku akan segera menarik tangan saya di dada mereka, Vera dan Farapun kejutan yang luar biasa dan langsung mengancingkan baju mereka kembali dan terjebak jilbab mereka untuk menutupi payudara montoknya.

"Ih om si, untungnya tidak membuka om pintu kanan malu" kata Vera
"Ya deh maaf, om've tidak kuat ya, kita menemukan tempat yuk kemudian disambung lagi deh tempat om" Saya
"Ih si om, kita cukup pula jadi om tidak deh kuat" kata Fara dan tawa dari mereka cekikian.
"Yaudah, yuk, eh biarkan tangan diartikulasikan om dong" bisikku kekeduanya kamipun manja keluar dari kotak yang telah ditunggu atm 3 orang yang mengantri dari sebelumnya.

Mereka tampak kesal tapi agak terkejut ketika ia melihat seorang pria diderek dua gadis remaja kembar yang masih segar dan terselubung. Ah biarin ajah, emang pikirin gua, saya akan menarik kedua daun muda yang cukup menggemaskan ke sudut tempat parkir di mana mobil saya berada jauh dari tempat pengemudi dan keamanan menunggu penjaga. Sambil berjalan kedua lengan atas merasakan kelembutan payudara luar Fara dan Vera disimpan disentuh dengan tangan mereka untuk mencapai. Aduh rasanya benar-benar lezat, penisku semakin kuat tidak ingin segera menikmati kedua gadis-gadis kembar. Gedung parkir di mal itu hanya setengah tertutup mobil menuruni dinding, sisanya ditutupi hanya dengan kawat2 besi sehingga bahkan gelap belum samar2 dapat dilihat dari luar banyak gedung parkir. Gilapun ide muncul di kepala saya, saya akan menikmati dua gadis mengiris itu tempat terbuka sebelum kutelanjangi kemudian, kumandikan dan kusabuni setiap inci tubuh mereka di rumah saya nanti.
Setelah mencapai sudut mana mobil saya diparkir akupun perlahan mendorong dua gadis bersandar berdinding slice itu dengan kedua tangan menekan dada Fara dan Vera. "Fara, Vera, kami bermain di sini yuk, gelap tidak ada manusia, om sudah tidak tahan ya, nanti tunjangan om tambah deh, tapi nanti malem bermain rumah om kami menggunakan main2 lagi, besok pagi sekolah anter om baru, bagaimana? "Vera dan Fara hanya terlihat dan salah satu dari mereka mengangguk," menjadi om tapi ati2 juga jika ada orang, orang-orang malu om diliatin "aku akan tersenyum dan tanpa pamrih langsung kusampirkan jilbab Fara dan Vera, segera membuka kancing2 bajunya dan membuka seragam sekolah mereka, dan segera aku melepas bra mereka, bra melemparkan mereka di belakang mobil saya kejok lalu kupakaikan kembali seragam mereka tanpa kukancingi lagi, itu adalah tubuh saudara kembar yang indah ini.
Dengan putih jilbab masih mereka kenakan dan payudara yang putih dan empat menempatkan cokelat kecil itu indah sekali, saya tidak akan mampu menahan jiwaku, segera saya memainkan empat payudara gadis kembar bergantian, dari pemerasan, plintiran pada puting2 payudara mereka ke kepulan engah dan giVeran2 kecil membuat mereka menggelinjang mendesah menikmati permainan saya. Lalu aku memotong permainan saya, saya memberitahu Anda dua gadis menaikkan kedua roknya perlahan. Perlahan-lahan aku melihat orang-orang kecil kaki dibungkus sepatu dan kaus kaki menutup mereka betis, lutut, dan aww, paha dan paha putih mulus dan alat kelamin yang masih tertutup dengan celana putih tipis. Aku tidak benar-benar kuat, segera ditarik ke bawah celana mereka dan melihat Fara vagina dan Vera yang kecil untuk usia mereka adalah 16 tahun. Aku mengambil celana saya dan melemparkan mereka ke kursi belakang mobil. Lalu aku menutup pintu mobil saya.

"Mengapa tidak kita kok om om dimobil ajah, tidak takut siapa pun Melihat om" kata Vera peduli dengan kondisi terselubung namun seragam yang terbuka dan menampilkan dua payudara menggantung, mengangkat rok dengan pinggang menunjukkan vaginanya. "Tidak papa Fara, maka Anda tahu, jauh lebih menyenangkan jika rasanya seperti tempat ini, Anda tahu" kataku, menarik dua anak perempuan, dan dibuat untuk duduk dikap depan mobil saya yang posisi parkir dinding, yang hanya tertutup jeruji2 besi dan terlihat dari samar2 luar. "Om iii malu" Vera menjawab, duduk dan menutup rok dan kemeja sambil melipat tangannya di dada. Tampak di depan dua gadis kembar yang siap terselubung Aku menikmati beberapa saat lagi, di dek parkir, dan marah lagi meskipun agak gelap tapi pasti itu samar2 terlihat dari jalan di luar gedung.

Terlepas dari Vera salam akupun menarik kepala kedua gadis tertutup dan mencium merkea bersamaan, ah rasa lezat saat berciuman mereka secara bersamaan. Tampaknya mereka menyukainya, maka tanpa basa-basi saya mengangkat rok saya dan vagina Kujilat2 sekolah Fara, serta tangan kanan saya ke rok antara kaki Vera dan mengelitik vagina dan klitoris sementara aku memuaskan kakaknya. Kedua gadis berjilbab hanya bisa menanggungnya dan mendesah pelan, perlahan gairah mulai merasuki keduanya yang tampaknya tidak memiliki rasa malu lagi dan mulai meremas meremas payudara mereka sendiri. Aku merasa cairan mulai membasahi vaginanya kedua kembar. Saya juga semakin resisten, langsung saya membuka celana saya dan mengeluarkan penisku dan memasukkannya ke dalam liang vagina Fara sambil terus mengaduk2 Vera dengan 3 buah jari saya.

Ahh dipijit2 merasa penisku di dalam vaginanya. Meskipun sempit tapi saat ia mulai pelan2 kusodok tampak tidak di jalan, ternyata Fara tidak perawan lagi, begitujuga dengan Vera yang telah mengundurkan diri untuk menikmati penuh dengan tiga jari divaginanya. Saya juga cepat memajumundurkan penis saya di dalam vagina Fara bergantian dengan Vera. Wajah mereka terbungkus jilbab benar-benar tampak menggemaskan membuat saya lebih bersemangat meremas2 payudara2 mereka. Aku memerintahkan saudara untuk melihat ke bawah dan beristirahat di dek terali2 parkir besi. Aku mengangkat dan melipat rok panjang mereka dan menyelipkan pinggang mereka, sehingga leluasa aku bisa melihat pantat, vagina dan kaki gadis karnea ini.Mungkin dua gadis kembar orgasme namun mereka tampaknya tidak mau melakukan apa pun selama itu terus kuaduk-aduk vagina mereka . Mereka tidak malu walaupun samar-samar terlihat dari jalan raya di depan parkir gedung. Saya juga lebih bersemangat untuk ayam menabrak ke dalam vagina Vera dan Fara bergantian dari belakang sementara aku menarik kerudung mereka yang membuat mereka melihat ke atas dan lebih sambil menikmati beat-by-beat dari vagina penisku yang dilubang mereka pada gilirannya.
Segera Fara merintih2 "om Oomm Remes payudara yang keras, terus masuk sedikit penis Cepat Aku sudah tidak berdiri keluar" Aku akan memang penuh nafsu segera memenuhi Fara, kucengkram kedua payudara dari belakang, dan kupercepat berdebar penisku jauh lebih dalam kelubang vagina an membuat Fara semakin menjerit2 kecil menikmatinya. Tiba2 dari jauh aku melihat seseorang haltebus bangunan terkemuka yang diparkir di seberang jalan tampaknya melihat adegan yang saya lakukan, dan Fara Meskipun merem melek daritadi menikmati pemberitahuan permainan saya ada seseorang untuk menikmati dari jauh. "Om ada seseorang dihalte ngeliatin kita, tapi aku tidak kuat om sedikit lagi ingin keluaarr. Ah biarin ajaaaahhh ..." dia tampak lebih bersemangat karena memandang Pembantu Sex tersebut.Cerita

Saya juga semakin bersemangat untuk menunjukkan adegan intim semakin membuat terpacu.tiba2 keorang "ahhh ahhhh ahhhh" Fara mengerang dan saya merasa vaFaranya debit sangat banyak dan akhirnya Fara lemas diam meskipun saya terus mendorong kevaFaranya penisku. Aku akan berhenti aksiku. "Duh om yang tidak lagi kuat, sama lanjutin Vera om aja yah .." katanya dengan senyum kepuasan. "Ya tidak papa sayang, tapi Anda berada di sini aja om temenin main-main dengan kakak ini" kataku, mengulurkan Fara rok yang menutupi bagian bawah tubuhnya dan menciumnya dengan lembut Aku berbalik, dan menatap adiknya. "IHH om kak sama Fara ini sudah mengatakan, saya diabaikan, daritadi tidak sudah tahan om" katanya dengan cemberut nakal.

Ternyata meskipun payudara Vera sedikit lebih kecil dari kakaknya, tapi sexnya keinginan jauh melebihi kakaknya. "Vera juga ingin om, biar cepet tu dihalte depan lagi ngeliatin, Vera've tidak datang om tahann cepettt" kata Vera sedih. Nah ternyata kakak jauh lebih agresif dan maniak dari kakaknya. Aku akan tetap penisku segera kevagina Vera dari belakang yang telah menempatkan posisi bawah dengan tangannya di jeruji besi dinding gedung parkir ini.sambil kugenjot vaginanya, payudara kuremas2 Vera tertinggal dengan tangan kiri saya sementara saya menggunakan saya hak untuk Fara memeluk, mencium bibirnya dan payudara meraba2 .tak tiba-tiba ternyata begitu exebisionis Vera, di genjotanku dia melambaikan tangan dan tersenyum genit kepada orang yang menatap kami dari tindakan tidak peduli tadi.akupun terus vagina kupermainkan.

Namun seiring waktu aku bosan dengan posisi ini, aku berpaling tubuh Vera, dan aku membawa tepi kemudian kududukkan dari jeepku kap mobil depan dan saya beristirahat Fara berdiri di sampingnya, aku akan terus aksiku tetap saya kevagina kontol Vera berciuman dan menjilat menjilat putingnya payudaranya bergantian dengan mencium Fara saudara, sementara Fara.ohhh payudara meremas2 tangan kiri saya merasa benar-benar berlipat2 tubuh dua gadis kembar yang masih mengenakan jilbab putih tapi 4 buah bebas menikmati dan membuka payudara mereka yang saya dapat menyentuh, sedangkan vagina Vera adalah aku menikmati dengan penisku dan vagina Fara kuremas2 sesekali dari balik rok saya mengangkat ke atas, tak lama kemudian, Verapun mencapai puncaknya, ia hampir tidak bisa menanggungnya dan menengadah ke atas, memeluk kepalaku di antara kedua payudara erat dan tiba2 tiga kali aku merasakan semprotan cairan di vagina Vera bersama dengan semprotan sperma di dalamnya.

Baca Juga Kegadisanku Pada Ayah saya menyambar By Myself Sampai Berdarah

"Aahahhchhhhh ommmm saya ahhhhh" dia menangis ... Farapun hanya tersenyum saudaranya yang berada di tindakan titik melanggar. Setelah beberapa saat pakaian kurapihkan dua gadis kembar, rok kurapihkan, maka kukancingkan kembali baju mereka, aku terjebak lagi jilbab mereka menutupi payudaranya dan vaFara yang sekarang tidak mengenakan bra dan celana dalam. "Mari kita pergi berbelanja, kami menonton juga yuk, kita akan pergi lagi di rumah om yah" kataku genit. Fara dan Vera hanya tersipu.

Lalu kedua gadis kembar kurangkul dan saya dibawa ke mall sementara kuraba nakal payudara mereka saat ini dengan mudah kuplintir dari luar puting pakaian mereka yang berdiri di belakang bajunya, tapi sengaja ditutupi jilbab mereka agar tidak tertangkap, tapi payudara payudara yang tidak pernah membantah terlihat lebih menggoda goyang bergoyang balik pakaian mereka, meskipun ditutupi dengan jilbab, gesekan dan gesekan demi dipayudara mereka meremas tangan saya begitu lezat, meskipun batang kemaluanku sudah lemah, tapi aku masih ingin menikmati ini gadis-gadis kembar tubuh terselubung. Kami juga mengadakan sebuah mal dan mulai menyimpan foto tersebut, Fara dan Vera jalan samping biasa2 saja agar tidak terlalu menarik perhatian ke bioskop .. lantai atas kamipun dan membeli tiket film, tapi sebelum pergi ke bioskop, Vera mengambil adiknya untuk membersihkan sisa2 ketoilet cairan vagina dan sperma yang masih basah Sex Stories vaginanya.-, Cerita Sex, Cerita Terbaru seks, Cerita Dewasa seks, Hot Stories Indonesia, Latest Hot Stories, Cerita Dewasa Terbaru, Pembantu Sex Stories. Sambil berjalan kedua lengan atas merasakan kelembutan payudara luar Fara dan Vera disimpan disentuh dengan tangan mereka untuk mencapai. Aduh rasanya benar-benar lezat, penisku semakin kuat tidak ingin segera menikmati kedua gadis-gadis kembar. Gedung parkir di mal itu hanya setengah tertutup mobil menuruni dinding, sisanya ditutupi hanya dengan kawat2 besi sehingga bahkan gelap belum samar2 dapat dilihat dari luar banyak gedung parkir. Gilapun ide muncul di kepala saya, saya akan menikmati dua gadis mengiris itu tempat terbuka sebelum kutelanjangi kemudian, kumandikan dan kusabuni setiap inci tubuh mereka di rumah saya nanti. Setelah mencapai sudut mana mobil saya diparkir akupun perlahan mendorong dua gadis bersandar berdinding slice itu dengan kedua tangan menekan dada Fara dan Vera. "Fara, Vera, kami bermain di sini yuk, gelap tidak ada manusia, om sudah tidak tahan ya, nanti tunjangan om tambah deh, tapi nanti malem bermain rumah om kami menggunakan main2 lagi, besok pagi sekolah anter om baru, bagaimana? "Vera dan Fara hanya terlihat dan salah satu dari mereka mengangguk," menjadi om tapi ati2 juga jika ada orang, orang-orang malu om diliatin "aku akan tersenyum dan tanpa pamrih langsung kusampirkan jilbab Fara dan Vera, segera membuka kancing2 bajunya dan membuka seragam sekolah mereka, dan segera aku melepas bra mereka, bra melemparkan mereka di belakang mobil saya kejok lalu kupakaikan kembali seragam mereka tanpa kukancingi lagi, itu adalah tubuh saudara kembar yang indah ini. Dengan putih jilbab masih mereka kenakan dan payudara yang putih dan empat menempatkan cokelat kecil itu indah sekali, saya tidak akan mampu menahan jiwaku, segera saya memainkan empat payudara gadis kembar bergantian, dari pemerasan, plintiran pada puting2 payudara mereka ke kepulan engah dan giVeran2 kecil membuat mereka menggelinjang mendesah menikmati permainan saya. Lalu aku memotong permainan saya, saya memberitahu Anda dua gadis menaikkan kedua roknya perlahan. Perlahan-lahan aku melihat orang-orang kecil kaki dibungkus sepatu dan kaus kaki menutup mereka betis, lutut, dan aww, paha dan paha putih mulus dan alat kelamin yang masih tertutup dengan celana putih tipis. Aku tidak benar-benar kuat, segera ditarik ke bawah celana mereka dan melihat Fara vagina dan Vera yang kecil untuk usia mereka adalah 16 tahun. Aku mengambil celana saya dan melemparkan mereka ke kursi belakang mobil. Lalu aku menutup pintu mobil saya. "Mengapa tidak kita kok om om dimobil ajah, tidak takut siapa pun Melihat om" kata Vera peduli dengan kondisi terselubung namun seragam yang terbuka dan menampilkan dua payudara menggantung, mengangkat rok dengan pinggang menunjukkan vaginanya. "Tidak papa Fara, maka Anda tahu, jauh lebih menyenangkan jika rasanya seperti tempat ini, Anda tahu" kataku, menarik dua anak perempuan, dan dibuat untuk duduk dikap depan mobil saya yang posisi parkir dinding, yang hanya tertutup jeruji2 besi dan terlihat dari samar2 luar. "Om iii malu" Vera menjawab, duduk dan menutup rok dan kemeja sambil melipat tangannya di dada. Tampak di depan dua gadis kembar yang siap terselubung Aku menikmati beberapa saat lagi, di dek parkir, dan marah lagi meskipun agak gelap tapi pasti itu samar2 terlihat dari jalan di luar gedung. Terlepas dari Vera salam akupun menarik kepala kedua gadis tertutup dan mencium merkea bersamaan, ah rasa lezat saat berciuman mereka secara bersamaan. Tampaknya mereka menyukainya, maka tanpa basa-basi saya mengangkat rok saya dan vagina Kujilat2 sekolah Fara, serta tangan kanan saya ke rok antara kaki Vera dan mengelitik vagina dan klitoris sementara aku memuaskan kakaknya. Kedua gadis berjilbab hanya bisa menanggungnya dan mendesah pelan, perlahan gairah mulai merasuki keduanya yang tampaknya tidak memiliki rasa malu lagi dan mulai meremas meremas payudara mereka sendiri. Aku merasa cairan mulai membasahi vaginanya kedua kembar. Saya juga semakin resisten, langsung saya membuka celana saya dan mengeluarkan penisku dan memasukkannya ke dalam liang vagina Fara sambil terus mengaduk2 Vera dengan 3 buah jari saya. Ahh dipijit2 merasa penisku di dalam vaginanya. Meskipun sempit tapi saat ia mulai pelan2 kusodok tampak tidak di jalan, ternyata Fara tidak perawan lagi, begitujuga dengan Vera yang telah mengundurkan diri untuk menikmati penuh dengan tiga jari divaginanya. Saya juga cepat memajumundurkan penis saya di dalam vagina Fara bergantian dengan Vera. Wajah mereka terbungkus jilbab benar-benar tampak menggemaskan membuat saya lebih bersemangat meremas2 payudara2 mereka. Aku memerintahkan saudara untuk melihat ke bawah dan beristirahat di dek terali2 parkir besi. Aku mengangkat dan melipat rok panjang mereka dan menyelipkan pinggang mereka, sehingga leluasa aku bisa melihat pantat, vagina dan kaki gadis karnea ini.Mungkin dua gadis kembar orgasme namun mereka tampaknya tidak mau melakukan apa pun selama itu terus kuaduk-aduk vagina mereka . Mereka tidak malu walaupun samar-samar terlihat dari jalan raya di depan parkir gedung. Saya juga lebih bersemangat untuk ayam menabrak ke dalam vagina Vera dan Fara bergantian dari belakang sementara aku menarik kerudung mereka yang membuat mereka melihat ke atas dan lebih sambil menikmati beat-by-beat dari vagina penisku yang dilubang mereka pada gilirannya. Segera Fara merintih2 "om Oomm Remes payudara yang keras, terus masuk sedikit penis Cepat Aku sudah tidak berdiri keluar" Aku akan memang penuh nafsu segera memenuhi Fara, kucengkram kedua payudara dari belakang, dan kupercepat berdebar penisku jauh lebih dalam kelubang vagina an membuat Fara semakin menjerit2 kecil menikmatinya. Tiba2 dari jauh aku melihat seseorang haltebus bangunan terkemuka yang diparkir di seberang jalan tampaknya melihat adegan yang saya lakukan, dan Fara Meskipun merem melek daritadi menikmati pemberitahuan permainan saya ada seseorang untuk menikmati dari jauh. "Om ada seseorang dihalte ngeliatin kita, tapi aku tidak kuat om sedikit lagi ingin keluaarr. Ah biarin ajaaaahhh ..." dia tampak lebih bersemangat karena memandang Pembantu Sex tersebut.CeritaI juga semakin bersemangat untuk menunjukkan adegan intim memiliki semakin membuat terpacu.tiba2 keorang "ahhh ahhhh ahhhh" Fara mengerang dan saya merasa vaFaranya debit sangat banyak dan akhirnya Fara lemas diam meskipun saya terus mendorong kevaFaranya penisku. Aku akan berhenti aksiku. "Duh om yang tidak lagi kuat, sama lanjutin Vera om aja yah .." katanya dengan senyum kepuasan. "Ya tidak papa sayang, tapi Anda berada di sini aja om temenin main-main dengan kakak ini" kataku, mengulurkan Fara rok yang menutupi bagian bawah tubuhnya dan menciumnya dengan lembut Aku berbalik, dan menatap adiknya. "IHH om kak sama Fara ini sudah mengatakan, saya diabaikan, daritadi tidak sudah tahan om" katanya dengan cemberut nakal. Ternyata meskipun payudara Vera sedikit lebih kecil dari kakaknya, tapi sexnya keinginan jauh melebihi kakaknya. "Vera juga ingin om, biar cepet tu dihalte depan lagi ngeliatin, Vera've tidak datang om tahann cepettt" kata Vera sedih. Nah ternyata kakak jauh lebih agresif dan maniak dari kakaknya. Aku akan tetap penisku segera kevagina Vera dari belakang yang telah menempatkan posisi bawah dengan tangannya di jeruji besi dinding gedung parkir ini.sambil kugenjot vaginanya, payudara kuremas2 Vera tertinggal dengan tangan kiri saya sementara saya menggunakan saya hak untuk Fara memeluk, mencium bibirnya dan payudara meraba2 .tak tiba-tiba ternyata begitu exebisionis Vera, di genjotanku dia melambaikan tangan dan tersenyum genit kepada orang yang menatap kami dari tindakan tidak peduli tadi.akupun terus vagina kupermainkan. Namun seiring waktu aku bosan dengan posisi ini, aku berpaling tubuh Vera, dan aku membawa tepi kemudian kududukkan dari jeepku kap mobil depan dan saya beristirahat Fara berdiri di sampingnya, aku akan terus aksiku tetap saya kevagina kontol Vera berciuman dan menjilat menjilat putingnya payudaranya bergantian dengan mencium Fara saudara, sementara Fara.ohhh payudara meremas2 tangan kiri saya merasa benar-benar berlipat2 tubuh dua gadis kembar yang masih mengenakan jilbab putih tapi 4 buah bebas menikmati dan membuka payudara mereka yang saya dapat menyentuh, sedangkan vagina Vera adalah aku menikmati dengan penisku dan vagina Fara kuremas2 sesekali dari balik rok saya mengangkat ke atas, tak lama kemudian, Verapun mencapai puncaknya, ia hampir tidak bisa menanggungnya dan menengadah ke atas, memeluk kepalaku di antara kedua payudara erat dan tiba2 tiga kali aku merasakan semprotan cairan di vagina Vera bersama dengan semprotan sperma di dalamnya. Baca Juga Kegadisanku Pada Ayah saya menyambar By Myself Sampai Berdarah "aahahhchhhhh ommmm saya ahhhhh" dia menangis ... Farapun hanya tersenyum saudaranya yang berada di tindakan titik melanggar. Setelah beberapa saat pakaian kurapihkan dua gadis kembar, rok kurapihkan, maka kukancingkan kembali baju mereka, aku terjebak lagi jilbab mereka menutupi payudaranya dan vaFara yang sekarang tidak mengenakan bra dan celana dalam. "Mari kita pergi berbelanja, kami menonton juga yuk, kita akan pergi lagi di rumah om yah" kataku genit. Fara dan Vera hanya tersipu. Lalu kedua gadis kembar kurangkul dan saya dibawa ke mall sementara kuraba nakal payudara mereka saat ini dengan mudah kuplintir dari luar puting pakaian mereka yang berdiri di belakang bajunya, tapi sengaja ditutupi jilbab mereka agar tidak tertangkap, tapi payudara payudara yang tidak pernah membantah terlihat lebih menggoda goyang bergoyang balik pakaian mereka, meskipun ditutupi dengan jilbab, gesekan dan gesekan demi dipayudara mereka meremas tangan saya begitu lezat, meskipun batang kemaluanku sudah lemah, tapi aku masih ingin menikmati ini gadis-gadis kembar tubuh terselubung. Kami juga mengadakan sebuah mal dan mulai menyimpan foto tersebut, Fara dan Vera jalan samping biasa2 saja agar tidak terlalu menarik perhatian ke bioskop .. lantai atas kamipun dan membeli tiket film, tapi sebelum pergi ke bioskop, Vera mengambil adiknya untuk membersihkan sisa2 ketoilet cairan vagina dan sperma yang masih basah Sex Stories vaginanya.-, Cerita Sex, Cerita Terbaru seks, Cerita Dewasa seks, Hot Stories Indonesia, Latest Hot Stories, Cerita Dewasa Terbaru, Pembantu Sex Stories. Sambil berjalan kedua lengan atas merasakan kelembutan payudara luar Fara dan Vera disimpan disentuh dengan tangan mereka untuk mencapai. Aduh rasanya benar-benar lezat, penisku semakin kuat tidak ingin segera menikmati kedua gadis-gadis kembar. Gedung parkir di mal itu hanya setengah tertutup mobil menuruni dinding, sisanya ditutupi hanya dengan kawat2 besi sehingga bahkan gelap belum samar2 dapat dilihat dari luar banyak gedung parkir. Gilapun ide muncul di kepala saya, saya akan menikmati dua gadis mengiris itu tempat terbuka sebelum kutelanjangi kemudian, kumandikan dan kusabuni setiap inci tubuh mereka di rumah saya nanti. Setelah mencapai sudut mana mobil saya diparkir akupun perlahan mendorong dua gadis bersandar berdinding slice itu dengan kedua tangan menekan dada Fara dan Vera. "Fara, Vera, kami bermain di sini yuk, gelap tidak ada manusia, om sudah tidak tahan ya, nanti tunjangan om tambah deh, tapi nanti malem bermain rumah om kami menggunakan main2 lagi, besok pagi sekolah anter om baru, bagaimana? "Vera dan Fara hanya terlihat dan salah satu dari mereka mengangguk," menjadi om tapi ati2 juga jika ada orang, orang-orang malu om diliatin "aku akan tersenyum dan tanpa pamrih langsung kusampirkan jilbab Fara dan Vera, segera membuka kancing2 bajunya dan membuka seragam sekolah mereka, dan segera aku melepas bra mereka, bra melemparkan mereka di belakang mobil saya kejok lalu kupakaikan kembali seragam mereka tanpa kukancingi lagi, itu adalah tubuh saudara kembar yang indah ini. Dengan putih jilbab masih mereka kenakan dan payudara yang putih dan empat menempatkan cokelat kecil itu indah sekali, saya tidak akan mampu menahan jiwaku, segera saya memainkan empat payudara gadis kembar bergantian, dari pemerasan, plintiran pada puting2 payudara mereka ke kepulan engah dan giVeran2 kecil membuat mereka menggelinjang mendesah menikmati permainan saya. Lalu aku memotong permainan saya, saya memberitahu Anda dua gadis menaikkan kedua roknya perlahan. Perlahan-lahan aku melihat orang-orang kecil kaki dibungkus sepatu dan kaus kaki menutup mereka betis, lutut, dan aww, paha dan paha putih mulus dan alat kelamin yang masih tertutup dengan celana putih tipis. Aku tidak benar-benar kuat, segera ditarik ke bawah celana mereka dan melihat Fara vagina dan Vera yang kecil untuk usia mereka adalah 16 tahun. Aku mengambil celana saya dan melemparkan mereka ke kursi belakang mobil. Lalu aku menutup pintu mobil saya. "Mengapa tidak kita kok om om dimobil ajah, tidak takut siapa pun Melihat om" kata Vera peduli dengan kondisi terselubung namun seragam yang terbuka dan menampilkan dua payudara menggantung, mengangkat rok dengan pinggang menunjukkan vaginanya. "Tidak papa Fara, maka Anda tahu, jauh lebih menyenangkan jika rasanya seperti tempat ini, Anda tahu" kataku, menarik dua anak perempuan, dan dibuat untuk duduk dikap depan mobil saya yang posisi parkir dinding, yang hanya tertutup jeruji2 besi dan terlihat dari samar2 luar. "Om iii malu" Vera menjawab, duduk dan menutup rok dan kemeja sambil melipat tangannya di dada. Tampak di depan dua gadis kembar yang siap terselubung Aku menikmati beberapa saat lagi, di dek parkir, dan marah lagi meskipun agak gelap tapi pasti itu samar2 terlihat dari jalan di luar gedung. Terlepas dari Vera salam akupun menarik kepala kedua gadis tertutup dan mencium merkea bersamaan, ah rasa lezat saat berciuman mereka secara bersamaan. It seems that they like it, then without further ado I lifted my skirt and kujilat2 Fara school vagina, as well as my right hand into the skirt between the legs Vera and mengelitik vagina and clitoris while I satisfy her brother. Both of these veiled girls could only bear it and sighed softly, slowly passion began to permeate both of which seem to have no shame anymore and began to squeeze squeeze their breasts themselves. I felt the liquid began to wet vagina both twins. I also increasingly resistant, instantly I opened my pants and pulled out my dick and put it into the vagina vagina Fara while continuing mengaduk2 Vera with 3 pieces of my finger. Ahh dipijit2 felt my cock inside her pussy. Although cramped but as he started kusodok pelan2 seemed nothing in the way, turned out to Fara was not a virgin anymore, begitujuga with Vera who had been resigned to the full enjoyment with three fingers divaginanya. I also quickly memajumundurkan my penis inside the vagina Fara alternating with Vera. Their faces were wrapped in a headscarf really looked adorable made me more eager meremas2 payudara2 them. I ordered the brothers to look down and resting on iron terali2 parking deck. I lifted and folded their long skirts and tucking their waist, so freely I could see the butt, vagina and leg girls carneae ini.Mungkin two twin girls orgasm yet they seem unwilling to do anything as long as it continues to kuaduk-poke their vaginas. They are not embarrassed though dimly visible from the highway in front of the building's parking lot. I also more eager to cock rammed into the vagina Vera and Fara alternately from behind while I draw their veils that made them look up and over while enjoying the beat-by-beat of my cock pussy dilubang them in turn. Soon Fara merintih2 "om Oomm remes breasts were hard, continue to enter the penis Hurry bit I've not stand going out" I will indeed lustful immediately complied Fara, kucengkram both breasts from behind, and kupercepat pounding my cock is much deeper kelubang pussy .The make Fara increasingly smaller menjerit2 enjoyed it. Tiba2 from afar I saw someone haltebus leading building were parked across the street seem to see the scene I did, and Fara Though the daritadi brake literacy enjoy my game notice there was someone to enjoy her from afar. "Om there's someone dihalte ngeliatin us, but I've not strong om little longer want keluaarr. Ah biarin ajaaaahhh ... "he seemed more eager because it views the Maid Sex tersebut.CeritaI also increasingly eager to show the intimate scenes have increasingly made keorang terpacu.tiba2" ahhh ahhhh ahhhh "Fara moaned and I felt vaFaranya discharge very much and finally Fara was silent limp although I keep pushing my cock kevaFaranya. I will stop aksiku. "Duh om which is no longer strong, the same lanjutin Vera om aja yah .." he said with a smile of satisfaction. "Yeah do not papa dear, but you are here aja om temenin mess with this brother" I said, holding out the skirt Fara that covered the lower part of his body and kissed her tenderly I turned, and looked at her sister. "IHH om the same kak Fara's already said, I ignored, daritadi do not already hold om" he said with a mischievous pout. It turned out that although breast Vera slightly smaller than her sister, but the desire sexnya far exceeded her sister. "Vera also want om, let cepet tu dihalte the front again ngeliatin, Vera've not come om tahann cepettt" Vera said plaintively. Well it turns sister is much more aggressive and maniac from his brother. I will stick my dick immediately kevagina Vera from behind that has put the position down with his palms flat on the iron bars of the wall of the parking building ini.sambil kugenjot vagina, breast kuremas2 Vera left behind with my left hand while I used my right to Fara hugging, kissing her lips and breasts meraba2 .tak unexpectedly turned out so exebisionis Vera, in genjotanku he waved and smiled coquettishly to the man who stared at us from the action no matter tadi.akupun continued kupermainkan pussy. But over time I'm bored with this position, I turned the body of Vera, and I carried then kududukkan edge of the front hood car jeepku and I rested Fara stood beside him, I will continue aksiku stick my dick kevagina Vera kissing and lick lick her nipples of her breasts alternating with kissing Fara brother, while Fara.ohhh breast meremas2 my left hand feels really berlipat2 enjoyed bodies of the two twin girls were still wearing white headscarves but 4 pieces of free and open their breasts were I may touch, while the vagina Vera was I enjoyed with my dick and vagina Fara kuremas2 occasionally from behind the skirt I lifted upwards , Shortly thereafter, Verapun reached its peak, he could hardly bear it and looked upward, hugging my head between the two breasts tightly and tiba2 three times I felt a spray of fluid in the vagina Vera along with sperm spray therein. Also Read Kegadisanku On My father snatched By Myself Until Bloody "aahahhchhhhh ommmm I ahhhhh" she cried ... Farapun just smiled at his brother who was in the act of breaking point. After a while kurapihkan clothes two girls twins, kurapihkan skirts, then kukancingkan back of their shirts, I stuck again their hijab covering her breasts and vaFara that is now not wearing a bra and panties. "Let's go shopping, we watch too yuk, we will go again at home om yah" I said cheekily. Fara and Vera just blushed. Then the two girls twins kurangkul and I brought into the mall while the naughty kuraba their breasts this time easily kuplintir from the outside of their clothing nipples that stand behind her clothes, but deliberately covered their hijab so as not to get caught, but the breasts breasts that never refuted it looks more tempting rocking swaying behind their clothes, despite being covered with a veil, friction and friction for the sake of their dipayudara squeeze my hand so delicious, although the stem groin already weak, but I still want to enjoy this veiled body twin girls. We also entered into a mall and started to keep the image, Fara and Vera road beside the biasa2 alone so as not to attract too much attention to the cinema .. kamipun upper floor and buy movie tickets, but before going to the cinema, Vera took her sister to clean sisa2 ketoilet vaginal fluid and sperm were still wet vaginanya.

author