CERITA TERBARU SEX SEKRETARIS YANG BISA MELAYANI NAFSUKU

49 views

CERITA TERBARU SEX SEKRETARIS YANG BISA MELAYANI NAFSUKU

CERITA TERBARU SEX SEKRETARIS YANG BISA MELAYANI NAFSUKU Setelah sekolah aku belajar di sekretaris akademi. Aku berpisah dengan keluarga dan tinggal sendiri. Tidak jarang merasa kesepian saat jauh dari keluarga. Untungnya, saya punya teman dekat yang bisa menghilangkan kesepian. Namanya Selly dia teman dan kita terjadi satu kampus asrama.

61

Selly adalah bersosialisasi. Ia memiliki banyak teman dan kenalan. Sering ia memperkenalkan saya kepada teman-temannya. Cukup sering seorang teman laki-laki mencoba untuk berkencan dengan saya. Dikatakan bahwa aku cantik dan memiliki penampilan yang itu. Saya akhirnya keluar dengan kenalan Selly. Namanya Daniel. Dia sangat gigih untuk meluluhkan hati saya. Anda bisa mengatakan sendiri Selly asosiasi bebas saya. Memang, ia memiliki banyak pacar dan mereka sering menginap di Selly kamar.

Ini adalah kostku bagus dan bebas. Dan kadang-kadang pacar saya digunakan untuk datang ke rumah di malam hari. Tapi kami hanya mengobrol dan tidak melakukan apa-apa. Mungkin, karena Daniel berpacarannya cara pergi, kadang-kadang ia mencoba untuk menaklukkan tubuh saya.

Untuk pertama kalinya aku menerima dia sebagai pacar saya. Daniel awalnya mencoba untuk mencium bibirku. Tapi aku berpaling dan menolaknya. Tetapi karena usahanya yang gigih bibir ini akhirnya memberikan. Hampir setiap pertemuan ia melahap bibirku. Seolah tidak ada pertemuan tanpa berciuman. Langkah demi upaya langkah berhasil membuat saya meninggalkan tubuh saya. Mulai dari bibir, dada dan kepolosan tubuh saya bahwa tidak ada bagian dari pakaian. Kecuali keperawanan.

Daniel sering bertanya keperawanan saya. Saya bilang tidak, saya pikir memiliki semua yang saya berikan. Kecuali satu ini. Setiap bertemu saya selalu polos, karena Daniel selalu melucuti pakaian. Pada awalnya saya merasa canggung. Pada awalnya saya hanya kasihan, mungkin karena kelembutan Daniel aku benar-benar menyukainya.

Saya memiliki komputer di kostku kamar. Daniel sering membawa film. Tapi setelah lama saya diundang untuk menonton XX film. Pada awalnya saya tidak nyaman, karena ia merasa melihat tubuh sendiri. Aku merasa jijik melihat adegan-adegan. Tapi seperti Daniel memberikan kelembutan sementara kita menonton, perlahan aku suka. Saya menganggapnya sebagai pelajaran. Beberapa waktu kemudian saya berlatih. Saya dimodelkan beberapa adegan dan aku menyukainya. Sampai aku memberi liangku, tapi aku masih perawan karena aku memberi hanya sebuah lubang di belakang. kasih sayang kepada Daniel yang ingin berhubungan dengan saya.

Awalnya saya agak tidak nyaman dan aneh. Tapi kesenangan saya merasa bahkan membuat saya ketagihan. Sejauh yang saya masturbasi saat kusendiri. Semakin banyak saya perlu rasa tajam. Sampai merobek sendiri membran daraku dengan jari-jari saya. Daniel tidak tahu itu. Saya merasa senang berbeda ketika sesuatu memasuki lubang vagina saya.

Dari Sabtu malam, Daniel dan aku bercumbu seperti biasanya. Sampai kami benar-benar terangsang dan sodomi kami lakukan. Saya menikmatinya, apakah Daniel. Beberapa kali aku merasa ledakan dari Daniel di liang anusku. Sejauh liangku sangat licin. Akhirnya, aku lelah dan aku melihat Daniel ke kamar mandi. Kuterlelap saat. Beberapa kuterlelap tua. Kutersadar saat dan saya merasa kaki saya mengangkang lebar. Terasa sentuhan lembut merangsang sensitifku daerah. Dengan refleks, dada dan dagu terangkat tinggi.

Ah, birahiku mengalir dalam darah saya. Tak lama napas memburu, kumendesah. Lalu aku merasa diriku dipeluk. Aku merasa bibir vagina saya menyentuh sesuatu. Perlahan-lahan benda lainnya ke dalam kanal vaginanya. Aku menahan napas dan merasa nikmat detak jantung saya sebagai obyek memasuki liangku. "Ooouuhh," diucapkan sebagai liangku terjebak di dalam. Mataku tidak bisa dibuka selebar Saya menikmati acara ini. Perlahan sosok yang terlihat dari Daniel.

Aku merasa Daniel memasukkan mengemudi perlahan-lahan. Mengapa saya merasakan kelembutan dan kenikmatan sentuhannya. Beberapa kali saya merasa semburan di liangku. Aahh, tampaknya, masuk akal .. Sesaat kemudian aku merasa puncakku. Daniel dan saya memegang erat untuk sesaat tubuhku menegang. Setelah itu kubenar benar-benar merasakan dan rasa kebingungan, kesedihan, kekecewaan dan kesenangan bercampur dalam hatiku. Malu tersimpan di hati saya. kebanggaan saya sesaat hilang dengan hubungan seksual. Beberapa kali Daniel menyetubuhiku. Tapi rasa klimaks saya merasa setiap sentuhan, membuat saya kecanduan.

Akhirnya aku lulus dari perguruan tinggi. Dan saya menjadi sekretaris. Bos yang baik. Dia sudah menikah. Saya merasa orang yang lembut. Entah bagaimana, pelan-pelan aku menyukainya. Aku merasakan perasaan yang sama dari sikapnya. Aku melihat dia rajin datang. Kami sering menghabiskan waktu bersama-sama dan kami digunakan untuk berbicara di kantornya. Awalnya kami berbicara. Akhirnya kami terbuka dan berbicara tentang hal-hal pribadi. Sesaat kami saling memandang. Rasa getaran yang kuat mengalir di tubuh saya saat ini dekat dengannya

. Mungkin karena rok pendek membuatnya horny. Beberapa kali tangannya menyentuh paha saya. Awalnya aku ingin menolaknya. Tapi apa yang salah, kemudian biarkan. Karena ini sikap saya Pak Rian semakin memegang paha saya. Tak jarang ia membelai dan secara bertahap menyusup ke selangkangan saya. Sebenarnya saya ingin mengabaikan tindakannya. Mungkin karena aku suka, jadi aku biarkan sentuhannya. Tampaknya ia merasa bisa menjadi lampu hijau dari saya. Tangannya awalnya menyentuh paha saya dan akhirnya menyebar ke selangkangan, aku emosi bingung lakukan. Aku hanya bisa diam, kemudian ia mengangkat rokku, lengan di sekitar saya. Bibirnya mencium telingaku, leher dan bibir. Saya bingung apa yang harus dilakukan.

Beberapa hari berikutnya ia melakukan hal ini terus. Suatu kali ia mencumbuku, aku merasa tangannya dengan lembut mengelus paha saya, pinggul, perut dan naik ke dada. Untuk sesaat kami diam. Rasa dicampur dalam hati saya. Aku tampak memarahi. Tetapi saya tidak bisa. Dia bos saya, dan saya benar-benar menyukainya.

Karena kuterdiam ia hadapi. Dia meraba-raba payudara saya dan diperas. "Bagian dada yang lembut, besar meja," bisik bos saya. Aku merasa di stimuli menguras dadaku. Merasa puting saya mengeras, nyilu dan nikmat. Tampaknya aku suka. Kutak mampu bergerak karena birahiku muncul. Beberapa kali aku merasa tangannya untuk menikmati dadaku. Kemudian bibirku ia juga menikmati. Aku merasa bibir saya melahap dengan nafsu. Beberapa lama mulai merasa kelembutan. Dibersihkan ciuman bibirnya, lidah dan hisap air mulut.

Beberapa kali saya merasakan tangan saya mulai bisa bergerak. Perlahan-lahan saya pindah dan saya pergi ke pipinya. Lalu pipinya menyentuh tanganku dan membelai kuelus sebagai kumenikmatinya tanda. Aku merasa bajuku keluar dari rok saya. Ternyata Pak Rian mengangkat. Aku merasakan tangannya di menyusup perutku. Aku merasakan sentuhan tangannya membuai perut lalu naik gesper bra saya. kulit terbuai dadaku. Beberapa waktu kemudian tangannya menjelajahi tali bra saya dan akhirnya mendapat bra saya berhubungan.

Aku merasakan tangannya mengelus punggungku sejenak. Lalu aku merasa bra saya off the hook. Pak Rian rilis. Aku merasa jari-jarinya berjalan punggunku berjari dan akhirnya memeluk payudara saya. "Tanpa bra lebih besar, lebih baik merasa," bisik Pak Rian. Aku merasa memasrah tubuh saya. Jari-jarinya bermain puting saya. Nyilu selera dan nikmat. Sekilas wajahku ke samping dan membungkuk. Perlahan-lahan aku merokok dan menggigit bibir bawahku dengan lembut. Dadaku diangkat oleh refleks, seakan kusodorkan ke Pak Rian.

Aku merasakan tangan Mr. Rian keluar dan tidak lagi menyusup. Dia mencium bibir saya lagi. Aku merasakan tangannya perlahan tergelincir kemeja celah lengan. Aku merasa tali bra saya dia membawanya keluar sampai ke ujung jari saya. Sesaat kemudian ia juga taliku yang hanya melepaskan, sejauh tidak memegang bra saya. Kemudian tangannya merayap ke bajuku lagi. Buffer Saya merasa payudara saya ke bawah dan menarik tangannya dari pintu keluar. Untuk sesaat aku merasa puting saya langsung menyentuh kemeja. Kemudian kemeja tangan meremas-remas menutupi payudaranya saya segera. Lalu ia merasakan puting menggelitik lembut. Aahh, rasa lezat.

Sesaat telepon berdering. Kami berhenti dan Mr. Rian segera diangkat. Tak lama terlihat dada pada titik kedua. "Kamu temenin aku ya nanti!" Mr Rian mengatakan kepada saya ketika berbicara di telepon. Saya kira saya harus memakai bra saya lagi. Tidak baik jika dilihat karyawan lainnya. Sesaat aku melepaskan kancingku satu persatu dan melepaskan baju saya sambil menghadap Pak Rian.

Untuk sesaat aku merasa tubuhku yang dipeluk dari belakang. "Tubuh Anda baik," sementara tangannya meraba dan meremas payudara saya lagi. Telingaku dia bergurau. Kemudian ia mengundang saya untuk duduk lagi. Lalu ia duduk dan menarik tangan saya sehingga saya miliki berlawanan. Mengangkat rok saya dan celana saya terlihat. Mulutnya segera melahap dadaku. Salah satu lengannya di sekitar saya dan yang lain tersisa untuk menikmati dadaku. mata tertutup sambil menikmati sentuhannya.

Bberapa lama dia menikmati payudara saya. teleon ada berbunyi. "Uah pertama, mari kita pergi ya," katanya setelah beberapa saat melahap tubuh saya. Aku segera mengenakan pakaian saya dan merapikan. Dia meminta saya untuk menemaninya di pantai utara dari pertemuan Jakarta. Setelah itu kita mengambil waktu untuk berbicara sambil menonton matahari terbenam di ujung laut.

Perlahan-lahan selesai dan sore mendung perlahan menutupi langit. angin bertiup kencang dan perlahan gerimis turun. Akhirnya kami bergegas masuk kemobil. Perlahan-lahan hujan. Suasana di luar tampak gelap. Saya merasa rasa tenang di dalam mobil. Setelah berbicara panjang di dalam mobil. Saya melihat banyak mobil di sekitar berhenti parkir dan kadang-kadang tidak ada goyangan.

Pak Rian mata melihat saya. Kemudian ia pindah ke tempat duduk. Bibirnya langsung melahap bibirku. Aku tidak mau kalah dan kami bersaing. Saya merasa payudara saya menyentuh tangannya, lalu diremas-remas dengan lembut. Sesaat kemudian aku merasa bajuku kancing satu dihapus oleh satu, itu adalah tali bra saya juga dilepas. dadaku dia telajangi. Perlahan bibirnya turun dari bibir, leher, bahu, kursi sandaran saat ia berbaring, dan kemudian ia melahap payudara saya.

Mengangkat dagu dan dada saya membengkak ke dalam mulutnya. Aku merasa nikmat, terkadang menghadapi kuhadapkan ke kanan atau ke kiri sementara aku menggigit bibir bawahku dengan lembut. Aku merasa itu menyentuh paha saya dan kemudian ke celana saya. Beberapa waktu kemudian aku merasa celana saya dia drag dan drop. Rokku juga tak ketinggalan. Saya merasa tubuh saya memeluk AC mobil bertiup sepanjang jari Pak Rian meraba-raba hampir seluruh tubuh saya dengan kehangatan.

Payudara dan bibir dia bergeser. Aku merasakan tangannya turun dari perut menggelembung sensitifku. Kemudian ia bermain dan lembut meraba bibir vaginanya yang sudah basah. Untuk sesaat aku merasa lubang vagina saya ia masuk dengan jarinya. "Ooouuhh," kataku singkat.

Aku merasa jarinya masuk dan keluar dalam liangku. Beberapa kali saya merasakan tubuhnya terjepit saya. Saya merasa bahwa ia membuka celananya. Dia membuat kakiku lebar, dan kemudian saya merasa bibir vagina saya menyentuh miliknya, dia liangku saat melangkah di mudah. "Oouuhh," kataku singkat. Saya pikir saya basah. Tanpa panggung ia segera mengemudi dari cepat kenyang.

Kutaksanggup menahan rasa lezat. Sigh mendesah demi akhirnya keluar dari mulut saya. Tubuhku menjadi pasrah menikmati sentuhannya. rasa lezat membuat saya cepat mencapai puncak. Beberapa waktu kemudian aku merasa vaginanya membesut lubang.

"Ooouuhh .. aahh .." terlepas dari mulutku sebagai menikmati semburannya yang terasa hangat di liangku. Akhirnya kami beristirahat sejenak. Mungkin karena suasana nikmat, kami akhirnya mengulangi beberapa kali.

Keesokan harinya ia membuat saya sekretaris pribadinya secara bersamaan. Dia meminta saya untuk tinggal di apartermen barunya. Kami mendapatkan berhubungan. hampir mungkin setiap hari. Saya juga membantu kerjsama memperlicin dengan klien bisnisnya. Dari sana aku banyak mengenal orang-orang tertentu. Dan aku menikmati petualangan ini. Mungkin karena aku menyukainya, aku bersedia menjadi kekasihnya.

author