Cerita Sex Berhubungan Dengan Tante Hilda Ketahuan Sama Omku

cersex istriku cersex 2024 cersex sd cersex akhwat cersex hamil cersex xyz

Ini kali mimin melaunching narasi seks dari pegawai yang namanya Andro yang saat itu sedang menyaksikan Film porno di dapati oleh tetangga apartemen-nya yang benrnama Tante Hilda, dari faktor itu tidak diduga Andro bisa nikmati badan sintal dan mulus Tante Hilda. Ingin ketahui lanjutan ceritanya, Langsung saja yok baca dan baca baik baik narasi saat ini.

Cersex TantePanggil saja namaku Andro, saya adalah seorang pria bujang berumur 25 tahun yang bekerja di salah satunya perusahaan asing di wilayah kuningan, Jakarta. Sebagai Pria bujang, dahulunya saya tinggal dengan orang tuaku di perumahan komplek militer. Tapi karena saya adalah seorang Pria yang sudah dewasa, karena itu aku-pun memilih untuk berdikari.

Benar-benar bisa dibuktikan sudah rezekiku, saat saya bisa dibuktikan berniat untuk tinggal sendiri kebenaran saudaraku mengenalkan saya untuk menempati apartemen kepunyaannya, karena dianya akan dibawa untuk tinggal dengan suaminya ke Malang, jawa timur. Pada hari awal saya akan ada di apartemen saudaraku itu, karena itu saya wajib melapor pada Pengurus Apartemen.

Sehabis melapor saya diminta untuk turut jaga adik wanita ketua pengurus apartemen yang kebenaran adiknya ada di samping kamar apartemen saudaraku, adik wanita ketua pengurus apartemen itu ternyta namanya Tante Hilda. Pendek narasi Hari ke-2 aku-pun sebagai penghuni baru memulai coba kenalan dengan Tante Hilda.
Dan kenyataannya sehabis kenalan kenyataannya beliau tidak begitu tua, dan jika saya perkirakarakan umurnya lebih kurang 35 tahunan. Tante Hilda ini tipe wanita yang sangat ramah dan sangat baik. Namun pada perjumpaan dan diskusi kita waktu itu saya cukup sedikit bingung, karena pada umurnya yang sudah terhitung masak sekali tante Hilda belum menikah.
Yah mungkin tante Hilda punyai masih tetap konsentrasi dengan kariernya kali yah, karena saya menyaksikan pada umurnya yang begitu dianya sudah mapan sekali kehiduoanya, faktanya tante Hilda sudah mempunyai apartemen dan 2 mobil All New CRV dan All new civic. Tante Hilda ini mempunyai 2 pembantu, yang satu supir dan yang satu pendamping rumah tangga di apartemennya.

Sampai pada sebuahhari Tante Hilda memercayakan kunci Apartemen-nya karena di saat itu pesuruh dan supir-nya sedang cuti karena di saat itu hari raya idul fitri . Maka beliau tingal di dalam rumah kakaknya di lantai 12. Oh ya fotoan Tante Hilda seperti berikut, dianya mempunyai tinggi tubuh lebih kurang 166 cm, mempunyai pinggul yang lebih besar, bokong yang bundar, pinggang yang ramping, perut singset dan ukuran Bra lebih kurang 34B.

Hal tersebut bisa dipunyai oLeh Tante Hilda karena tante Hilda rajin senam aerobic, fitness, dan renang yang di ikutinya langkah selalu. Dengan muka elok dan warna kulit yang putih bersih, maklumlah jika Tante Hilda jadi harapan cukup banyak lelaki baik atau lelaki hidung belang.
Sampai pada sebuahsore, saat saya pulang dari kerja saya dengar ada ketukan pintu di apartemenku , selanjutnya saya lihat dari sela pintu kenyataannya Tante Hilda,

” Iya sesaat, oh ada tante ada yang bisa saya tolong tante ???, ” ucapku sekalian buka pintu.
” Tidak Ndro ada surat alias bill kartu kreditku tidak dari Front Office depan?, ” jawab Tante Hilda.
” Sejenisnya tidak ada tante, ” jawabku
” Eh saya menumpang ke kamar mandimu ya, ” sekalian meringis, mungkin dianya sudah kepingin pips he he he.
” Silakan tan tetapi kamar mandinya tidak sebersih punyai tante lho mahfum bujangan, ” ucapku sekalian ketawa.
” Tidak apa apa, ” jawabannya.
Baru saya sadar jika Tante Hilda memakai pakaian pelatihan tipis mungkin baru lari alias fitness di lantai 2,
” Setelah lari ya tan, ” tanyaku.
” Iya tetapi cari kamar mandi susah mana liftnya lama nantinya, ” tutur Tante Hilda sekalian ngeloyor ke kamar mandiku.
Sekalian jalan ke dapur saya berpikir kok sepertinya ada yang keliru ya dengan biarkan sang tante ke kamar mandi tetapi apa ya ?. Ya ampun barusan khan saya kembali menonton film porno di netbook bisa dibuktikan kebenaran ingin masturbasi sich mahfum tidak ada pasangan/kekasih. Wah mati saya kedapatan dah sama Tante Hilda. Ah bodo sangat bodo sangat kaya dianya tidak sebelumnya sempat muda saja.

Demikian keluar kamar mandi sang tante senyuman-senyum, wah malu dech saya,
” Hayo kalian barusan kembali ngapain Ndro? bertanya sang tante.
” Tidak ngapa-ngapain kok Tan, ” jawabku sekalian merunduk kebawah.
Dan tanpa saya ketahui mendadak dianya menangkap tangan saya,
” Ndro, ” katanya mendadak dan berkesan cukup sedikit ragu.
” Ya Tante ?, ” Jawab saya.
” Eee… tidak menjadi dech, ” Jawabannya ragu.
” Ada yang bisa saya tolong, Tante ?, ” Bertanya saya cukup ragu karena menyaksikan keragu-raguannya.
” Eee… tidak kok. Tante hanya ingin tanya, ” jawabannya dengan ragu kembali.
” Kalian seringkali ya menonton film itu di dalam kamar mandi ?, ” bertanya ia.
” Iya sich tan. Mahfum tan belum mempunyai pasangan ?, ” jawab ku mau tak mau.
” Terus pakai sabun ya ? he he he, ” tutur Tante Hilda sekalian ketawa.
” Iya tan, sudah ah saya tengsin nih malu ditanyakan terus, ” Tegasku sekalian ngomel.
” Jangan geram donk , biasa kembali bujangan yang terpenting jangan bermain pelacur, kotor nantinya terkena penyakit, ” jawab Tante Hilda.
” Eee… ingin , ditolongin Tante tidak ?, ” tambahnya.
” Tujuan tante ?, ” Tanyaku.
Wah seperti ada kelanjutan dari film ku barusan nih. Sepertinya sang tante horni setelah,
” Iya kalian menonton bersama tante khan agar tidak malu kembali, ” sekalian melayang-layang tangan Tante Hilda ke selangkangan ku.
” Sana mengambil netbook mu, ” katanya.
Asyik sekali dah pikirku tanpa tendeng aling-aling saya berlari kekamar madi dan mengusung keluar netbook tersebut. Selanjutnya saya setel terlebih dahulu film tadi saya saksikan dan belum habis. Beragam menit selanjutnya Tante Hilda duduk disebelahku sekalian mengusung teh panas dengan harum badan yang fresh.
Saya selidik setiap faktor badannya yang masih tetap terikat pakaian pelatihan dan selanjutnya beliau melepaskan atasannya menjadi berkesan tanktop tipis biru muda yang cukup menerawang itu, menjadi dengan bebas mata saya menyaksikan pucuk buah dadanya karena dianya tidak memakai Bra. Tanpa kusadari, antara degupan jantungku yang dirasa mulai keras dan kuat.
Bacaan Seks Terkini Kedapatan Masturbasi Sama Tante Hilda
Waktu itu kelaminku sudah mulai menegang. Dengan rileks dianya duduk pas di sebelahku, dan turut menyaksikan Film Porno yang jalan,
” Cakep-cakep yang bermain, ” pada akhirnya dianya memberikan komentarnya.
” Dari kapan Ndro mulai menonton film beginian ?, “tanyanya.
” Sudah sejak dahulu Tante, ” ucapku.
” Bermainnya kece dan tidak kasar. Ndro sudah tahu rasanya belum ?, bertanya dianya kembali.
” Ya sempat sich tan waktu di dalam rumah sakit sama suster, ” ucapku.
” Wah sedap donk kembali sakit di service suster, ” tasumsiya.
” Iya tetapi sudah lama tan sudah lupa rasanya, tetapi kata kawan-kawan sich sedap. Memang mengapa Tante, ingin ngajarin saya yah? Jika iya bisa sich, ” ucapku.
” Ah Ndro ini kok menjadi nakal yah saat ini, “, katanya sekalian mencubit lenganku.
” Tetapi bolehlah nantinya Tante ajarin agar kalian tahu rasanya, “, imbuhnya dengan sekalian melihat ke arahku dengan cukup melawan.
Sesaat berlalu, mendadak Tante Hilda menyenderkan kepalanya ke bahuku. Saat itu juga itu juga saya segera membara. Tetapi saya cuma dapat pasrah saja oleh tindakannya. Sesaat selanjutnya tangan Tante Hilda sudah mulai menyeka-ngusap wilayah badanku lebih kurang dada dan perut.
Rangsangan yang diakibatkan dari usapannya cukup membuat saya canggung.
Jujur, karena baru ini hari saya diberlakukan dengan seorang wanita yang umurnya diatasku. Kelaminku sudah mulai terus berdenyut siap berperang. Selanjutnya Tante Hilda mulai menciumi leherku, lantas turun ke bawah sampai dadaku. Sampai di wilayah dada, dianya menjilat-jilat ujung dadaku, dengan berganti-gantian kiri dan kanan.
Tangan kanan Tante Hilda sudah segera masuk ke celanaku, dan mulai menyeka-usap kelaminku. Karena pada kondisi yang sudah benar-benar terangsang, saya mulai membulatkan tekad untuk meraba-raba celana yang dianya gunakan. Saya remas payudaranya di luar tanktop, dan saya remas-remas, kadangkala saya menyeka ujung-ujung itu dengan ujung jariku,
” Sssss… Oughh… ya situ, ” katanya 1/2 berbisik.
Mendadak dianya memaksakan lepas celana pendekku, dan disekanya kelaminku. Pada akhirnya bibir kita sama-sama berpagutan dengan penuh gairah yang membara. Dan dianya mulai menjulur-julurkan lidahnya dalam mulutku. Sekalian berciuman tanganku mulai bergerilya melalui celana trainingnya yang saya pelorotkan ke bawah.
Sesampai-nya pada permukaan celana dalamnya, yang ternyata sudah mulai memanas dan cukup lembab. Saya melepas celana dalam Tante Hilda. Satu-satu kita buka pakaian, menjadi kita berdua jadi telanjang bundar. Kutempelkan jariku di ujung atas permukaan Vagina-nya.
Ia terlihat cukup terkejut saat rasakan jariku main di wilayah sekitar clitoris-nya. Lama-lama Saya masukan satu jariku, lantas jemari ke-2 ,
” Aghhh… Ssssss… Oughhh… terus Ndro, terus, ” tutur lirih Tante Hilda.
Saat jariku berasa mengenai akhir celahnya, badannya berkesan cukup tergetar,
” Eughhh… Ndro terus, Aghhh… Sssss… Aghhh… sedap, sesaat lagi, Oughhh…, ” tutur Tante Hilda.
Saat itu juga itu juga dianya merengkuh badanku dengan kuat sekalian menciumku dengan penuh gairah. Saya rasakan jika badannya cukup tergetar (yang selanjutnya baru saya tahu jika dianya mengalami orgasme). Beragam saat badannya melafalkanng-ngejang menggelepar dengan luar biasanya. Yang disudahi terkulainya badan Tante Hilda yang berkesan benar-benar lemas di atas sofa,
” Saya kapan Tante, kan saya belum sempat dienakin sama Tante?, ” tanyaku.
” Nantinya dahulu yah sayang, sesaat, berikan Tante waktu untuk istirahat sesaat saja, ” tutur Tante Hilda.
Tetapi karena sudah benar-benar terangsang, kuusap-usap bibir Vagina-nya sampai mengenai clitoris-nya, saya mendekati payudaranya yang melawan itu sekalian kujilati ujungnya, kadang-kadang kuremas payudara yang satunya . Maka ternyata Tante Hilda tidak kuat terima desakan rangsangan-rangsangan yang kulakukan padanya.
Hingga kadang-kadang kedengar suara erangan dan desisan dari mulutnya yang Seksi. Saya usap-usapkan kelaminku yang sudah benar-benar sangat tegang di bibir Vagina-nya samping atas . Maka selanjutnya secara mau tak mau dianya membantai tangkai kemaluanku ke arah sela Vagina-nya. Perlahan-lahan saya dorong kelaminku agar masuk semua.
Kepala Penis-ku mulai sentuh bibir Vagina Tante Hilda,
” Sssss… Aghhhh…. ” rasanya sangat tidak bisa kubayangkan sebelumnya.
Lantas Tante Hilda mulai menyuruhku untuk memasukkan kelaminku ke lubang Vagina-nya lebih dalam dan perlahan-lahan. So wow Man… baru masuk kepalanya saja saya sudah tidak kuat, lantas Tante Hilda mulai luar biasa bokongku ke bawah, agar tangkai kelaminku yang gagah ini bisa masuk lebih dalam.
Sisi dalam Vagina-nya sudah berasa cukup licin dan basah, tetapi masih tetap cukup geret, mungkin karena sudah lama tidak dipakai. Tapi Tante Hilda masih tetap memaksanya masuk,
” Oughhhh… Ndro, ” Desah Tante Hilda.
Waktu itu rasanya bisa dibuktikan sangat luar biasa mesikipun kelaminku cukup sedikit berasa nyeri, tetapi enaknya hebat. Lantas kedengar suara erangan Tante Hilda. Lantas Tante Hilda mulai menyuruhku untuk gerakkan kemaluanku dalam Vagina-nya, yang membuatku terus edan. Dirinya juga mengerang-ngerang dan mendesah tidak karuan.
Beragam menit kita demikian sampai sebuah saat, seperti ada suatu hal yang membuat lubang Vagina-nya semakin bertambah licin, dan lama-lama Tante Hilda berkesan seperti sedang meredam suatu hal yang membuat dianya berteriak dan mengeluh dengan sejadi-jadinya karena tidak sanggup meredamnya. Lantas mendadak kejantanan-ku berasa seperti dihisap oleh lubang senggama Tante Hilda.
Mendadak dinding-dinding Vagina-nya berasa seperti menjepit dengan kuat sekali, dapat-bisa jika ini terus saya dapat ngecrott cepat nih,
” Sssss… Aghhhhhhhhhhhhhh… Tante keluar kembali nih, ” katanya dengan keras.
Waktu itu semakin basahlah dalam Vagina Tante Hilda, badannya melafalkanng kuat seperti kesetrum, dia sangat menggeliat luar biasa, membuat pergerakannya terus tidak karuan. Dan pada akhirnya Tante Hilda terkulai lemas, tetapi kelaminku masih tetap tetap tertanam dengan oke.
Saya coba membuatnya terangsang kembali karena saya belum apapun.
Tangan kananku meremas payudaranya yang samping kanan, sekalian kadang-kadang kupilin-pilin ujungnya dan kuusap-usap dengan ujung jemari telunjukku. Sedang payudara kirinya kuhisap sekalian sapu ujungnya dengan lidahku,
” Sssss… Oughhh… Aghhhh…, ” desah Tante Hilda sudah mulai kedengar kembali.
Saya meminta untuk ganti posisi dengan doggy model. Saya berusaha untuk menusukkan kelaminku ke lubang Vagina-nya, perlahan tetapi tentu. Kepala Tante Hilda cukup melihat ke belakang dan matanya menyaksikan mataku dengan sayu, sekalian dianya gigit bibir bawahnya untuk meredam merasa sakit yang muncul. Dikit demi sedikit saya coba untuk memencetnya lebih dalam.
Kelaminku berkesan sudah ketelan semua dalam Vagina Tante Hilda, lantas saya mulai gerakkan kelaminku pelan-pelan sekalian memegang buah bokongnya yang bundar. Dengan style seperti ini, desahan dan erangannya lebih keras, tidak seperti style konservatif tadi.
Saya terus gerakkan pinggulku dengan tangan kananku yang sekarang ini meremas payudaranya, dan tangan kiri kupergunakan untuk luar biasa rambutnya agar berkesan lebih menggairahkan dan Seksi,
” Sssss… Aghhh… Oughhh… terus Ndro… terus… Aghhh… Oughhh…, ” Tante Hilda terus mengeluh.
Beragam menit berakhir, selanjutnya Tante Hilda merasa akan orgasme kembali sekalian mengeluh dengan keras menjadi badannya melafalkanng-ngejang dengan luar biasa, dan tangannya mengenggam bantalan sofa dengan kuat. Beragam detik selanjutnya tahapan depan badannya jatuh terkulai lemas melekat di sofa tersebut.
Waktu itu lututnya terus menyokong bokongnya agar masih tetap di atas, dan saya merasa kelaminku mulai berdenyut dan saya umumkan faktor itu kepadanya, tetapi dianya tidak menjawab sepatah kata juga. Yang keluar mulutnya cuma desahan dan erangan kecil, menjadi saya tidak stop gerakkan pinggulku terus.
Saya rasakan badanku cukup melafalkanng seperti ada suatu hal yang ketahan, sejenisnya semua tulang-tulangku akan terlepas dari badanku, tanganku memegang buah bokong Tante Hilda dengan kuat, yang selanjutnya di ikuti oleh keluarnya cairan maniku dalam lubang Vagina Tante Hilda. Badanku sangat terasa lemas sekali.
Sehabis kita berdua merasa cukup tenang, saya melepas kelaminku dari lubang nikmat punya Tante Hilda. Dengan raca kecapaian yang luar biasa Tante Hilda mengubah badannya dan duduk di sampingku sekalian melihat tajam mataku dengan mulut yang cukup terbuka, sekalian tangan kanannya tutupi permukaan Vagina-nya.

Cerita Lainnya:   Cerita Sex Bertemu Tangan Jahil Bermain Di Area Memek

” Wah kok tidak diambil sich Ndro, nantinya saya hamil lho ?, tanyanya dengan suara yang cukup tergetar.
” Maaf tan saya lupa setelah kenikmatan sich, ” jawabku
” Ya telahlah… tetapi lain waktu jika sudah kerasa seperti barusan itu langsung cepat-cepat ditarik dan dikeluarkan di luar ya ?, ” katanya menentramkan diriku yang berkesan takut.
” I… iiya Tante, ” jawabku sekalian merunduk.
” Ya rileks saja saya sebenarnya sudah minum pil kok Ndro, ” jawan Tante Hilda.
Wah ternyata nih tante sudah pengalaman dalam faktor beginian, tetapi tidak ada apa-apa dah gua belagak culun saja. Selanjutnya kita berangkulan di atas sofa, dan lakukan kerjakanan itu satu kali lagi tetapi di dalam kamar mandi. Doggie model terus gan, oke. Tersebut sepotong narasi seks pada kenasiban nyataku yang sudah saya curahkan. usai.

cersex ustazah cersex istri binal cersex cerbung cersex gangbang cersex cuckold cersex putri77
You might also like