Cerita Sex Berhubungan Gadis Bule Yang Sangat Bohay

cersex istriku cersex 2024 cersex sd cersex akhwat cersex hamil cersex xyz

 

Waktu saya masih tetap sekolah di salah satunya sekolah swasta yang cukup terkenal di Bandung.Saat itu sekolah kita melangsungkan berlibur bersama saat sebelum EBTA/EBTANAS. Tempat yang dituju adalah pulau Dewata, Bali. Tentu saja saya semangat sekali untuk turut jadwal itu, bukan hanya saya dapat melepaskan capek dan depresi karena pelajaran, saya bisa juga nikmati pulau Dewata yang ucapnya cantik itu, mahfum saya bisa dibuktikan belum memijakkan kaki di situ.

Cersex TanteRicky yang sebelumnya sempat liburan dengan keluarganya ke situ masih tetap turut karena menurut dia kita tidak akan sebelumnya sempat jemu untuk liburan ke situ. Ricky cukup banyak narasi berkenaan keelokan tempat wisata di situ, termasuk tidak minimal “buah-buahan” disitu. Saya dan Alf ragu sendiri, bisa dibuktikan apa anehnya buah-buahan di Bali. Tetapi dengar pertanyaan kami, Ricky dan Joni justru ketawa-ketawa sekalian mengejek jika kita berdua itu tidak kurang khayalan.

oni mulai menceritakan jika Bali adalah salah satunya pusat “buah-buahan” terbesar di Asia. Ada cukup banyak “buah-buahan” di situ, dari buah lokal sampai “buah” impor. Ricky tingkatkankan jika yang terpopuler di situ adalah “buah-buahan” impor, tetapi ada pula “buah” lokal yang tidak kalah saing dengan “buah-buah” impor yang rerata semakin lebih besar ukuran.
Saya mulai memahami, karena itu saya mulai nyengir ke Ricky dan Joni. (Untuk pembaca yang tidak memahami, dapat kontak kita untuk meminta keterangan dan kita akan mengulas sedetil-detailnya, hehehehe). Tetapi Sang Alf masih tetap tetap diam, entahlah tidak memahami alias entahlah berpura-pura tidak tahu. Tetapi demikian Joni katakan jika di situ “buah kelapa” menyebar di mana saja, Alf langsung ikutan ketawa sekalian memikirkan “buah-buahan” itu menyebar di pantai menunggu diambil.
“Pletak..” Mendadak penghapus melayang-layang mengenai meja, nyaris kepala Joni hingga target. Kita baru sadar jika ini masih tetap di kelas, di muka Pak Maman melotot sekalian mengacung-ngacungkan penggaris ke kita berempat. Kita hanya nyengir sekalian merunduk, kita sangat lupa jika ini masih tetap di kelas. Tetapi untung saja, Pak Maman tidak terlampau galak, umumnya dianya sudah lupa peristiwa yang membuat dianya kesal sehabis beragam menit.
Oke, secara singkat kita pada akhirnya pergi bersama ke Bali. Kita berempat pilih bis yang sama agar bisa sepuas hati bercakap. Kebenaran pengawas di bis kita cukup “gaul”. Hingga kita dapat bebas bercakap berkenaan apapun itu , tentu saja sampai beberapa hal yang mengarah bahaya tidak masalah. Kedua-duanya guru cewek yang lebih elok dibandingkan beberapa guru kita yang lain. Bunda Winda dan Bunda Diana. Kedua-duanya masih tetap bujang dan umurnya tidak terlampau jauh dengan kami, Bunda Winda lebih kurang 27 tahun dan Bunda Diana kurang lebih 22 tahunan. Tentu saja mereka tidak bisa lolos dari dikejar kami-kami berempat, dan tentu saja penjelajahan itu berada di narasi kita yang lain.
Kembali lagi ke narasi, lebih kurang satu hari kita baru sampai ke hotel. Kebenaran kita bermalam di hotel yang cukup eksklusif, jika tidak salah bintang empat alias mungkin lima. Saya tidak demikian terang, tetapi yang pasti sarana kolam renang sampai mandi sauna, dasarnya semua komplet. Dan tentu saja kita berempat satu kamar, kita bisa dibuktikan dapat disebut cukup berteman and dapat sama-sama sharing, baik sukai alias duka. Hingga-sampai membagi-bagi kekasih kita tidak masalah, yang penting adil. Bisa dibuktikan sich awalannya kita cukup nikmati panorama cantik “buah-buahan” di pantai, kebenaran hotel kita dekat sama pantai Kuta yang bisa dibuktikan gudangnya “buah-buahan”. Tetapi makin lama jemu hanya melihati tanpa lakukan apapun, karena itu satu hari saat sebelum pulang kita punya niat sedikit mencicip “buah-buahan” impor itu.

Tetapi apesnya,saya dan Ricky justru terpisahkan dari Alf dam Joni. Walau sebenarnya hanya Joni yang tahu di mana dapat bisa “buah-buahan” impor itu pada harga dapat dijangkau. Saya rugi sich, karena itu saya dan Ricky putuskan lagi ke hotel.Kebenaran udaranya sedap sekali, karena itu kita jalan sekalian melihati panorama Bali pada malam hari. Kenyataannya peruntungan belum pergi dari kita berdua,di tengah-tengah jalan, seorang cewek bule yang keliatannya ragu mendekati kita berdua.
“Hai.. can you speak English?” dianya menegur kami.
“A little..” saya menjawab.

Cerita Lainnya:   Cerita Dewasa Muncratnya Spermaku Di Memek Sempit Mahasiswi

Terus kita mengobrol, kenyataannya dianya terpisahkan dari kelompoknya. Dianya akan pulang ke hotelnya, tetapi justru tersesat sampai ke sini. Saya sebenarnya akan menolongnya memperlihatkan jalan pulang, tetapi Ricky menyikutku, dan saya tahu tujuannya. Saya sewa taksi dan menyilahkannya masuk, Ricky berbicara pada cewek itu jika kita akan membawanya ke tujuan. Cewek itu keliatannya berbahagia sekali dan mengucapkan terima kasih, dianya tidak tahu jika ada tujuan tertentu dibalik kebaikan kita berdua. Hehehe, kapan kembali dapat “buah-buahan” gratis.
“Pak, antara kita ke arah tempat umumnya orang mangkal,” saya berbicara pada pengemudinya,tetapi sejenisnya pengemudinya belum memahami.
“Itu Pak, ke arah tempat kita dapat begituan,” Ricky tingkatkankan.

Pak pengemudi itu sejenisnya memahami, dianya ketawa kecil, lantas memicu taksinya ke salah satunya tempat yang bisa dibuktikan terkenal sebagai “tempat gelap”. Sampai di situ, saya saksikan kanan-kiri, kenyataannya sepi. Lantas saya mengajak cewek bule namanya Grace tersebut turun. Dianya sedikit kebingungan,karena tempat itu sedikit asing untuknya. Tetapi Ricky memberikan keyakinannya jika tempatnya tidak salah, karena itu Grace sepakat.
Grace sebenarnya tidak terlampau montok sekali, mungkin karena umurnya yang masih tetap benar-benar hijau. Baru 15 tahun, tetapi dibanding produk lokal,”buahnya” bisa dibuktikan termasuk cukup besar, apalagi disokong badannya yang tinggi langsing plus mukanya yang cukup elok dengan rambut pirangnya yang oke sekali. Demikian saya saksikan ada kesempatan, kukeluarkan pisau lipat yang bisa dibuktikan teratur kubawa. Bisa dibuktikan sich hanya pajangan doang, masalahnya tidak tajam. Tetapi saya percaya Grace tidak tahu, masalahnya dianya secara langsung ketakutan waktu kutempelkan pisau itu ke lehernya.

Ricky selanjutnya memerintahnya buka semua bajunya. Tentu saja Grace menampik, tetapi demikian kuancam akan kubunuh jika tidak menurut,ia pada akhirnya buka bajunya walau sedikit ragu. Tetapi keragu-raguannya itu justru membuat saya semakin bergairah, dibukanya kaos hijau di badannya, dan dadanya yang cukup oke berkesan dibalik remang-remang sinar lampu yang cukup jauh dari tempat tersebut.

Saya memercayakan pisau lipatku pada Ricky dan mulai buka bajuku sampai sisa CDku. Kita sepakat jika saya lebih dulu yang mencicip Grace dengan catatan, biaya taksi saya yang bayar. Saya sich sepakat saja, karena itu tidak menunggu lama nantinya, langsung kusiapkan “dedekku” yang mulai lakukan pemanasan enteng. Grace melihatku, seakan mengiba, tetapi saya sudah terburu gairah, karena itu kusuruh dianya buka semua

bajunya. Dianya pada akhirnya menurut , dibukanya semua bajunya, dan dianya berjongkok ketakutan di atas pasir laut.
Saya tidak tunggu lama nantinya, langsung lusuhbar badannya, kutindih badannya di atas pasir, dan mulai menjilat-jilati puting susunya. Dadanya kenyal berisi, tetapi berkesan dianya belum pengalaman, masalahnya dianya justru ketakutan waktu kujilat putingnya. Kuancam dianya satu kali lagi, dan pada akhirnya dianya pejamkan matanya, pasrah akan apa yang akan saya kerjakan.
Saya mulai buas menjilat putingnya yang terus mengeras, tetapi saya sadar jika saya wajib selekasnya menyelesaikannya. Malam terus terlarut, dan saya benar-benar tidak ingin kedapatan jika saya memerkosa gadis tersebut. Karenanya saya tidak meneruskan permainan lidahku, kuambil pisau dari tangan Ricky, lantas kutodongkan ke Grace, kusuruh dianya mengulum k0ntolku. Grace sejenisnya tidak ingin, tetapi dianya tidak dapat apapun, dianya terlampau takut untuk menantang, dianya pada akhirnya ingin mengulum k0ntolku, mengisapnya kadang-kadang dan menjilat-jilatinya.

Saya masih tetap menodongkan pisauku, takut jika Grace menggigit k0ntolku, dapat berabe nanti. Karenanya saya tidak ingin semakin lama pada posisi itu, kutunggingkan badan Grace, dan kumasukkan k0ntolku ke memeknya yang di luar sangkaanku, kenyataannya cukup basah. Perlahan-lahan tetapi tentu k0ntolku masuk, tanpa menunggu lama, langsung kukocok memeknya cukup cepat. Saya ingin tahu, ada suatu hal yang merintangi k0ntolku masuk lebih dalam, karenanya kuhentak dengan kuat. Grace menjerit ketahan, ternyata dianya masih tetap perawan. Bisa dibuktikan cukup sempit sela memeknya, tetapi dibanding umurnya yang masih tetap 15 tahun, yah termasuk lebar celahnya. Mungkin orang bule bisa dibuktikan seperti itu pikirku. Karenanya saya tidak pikirkannya , yang berada di otakku cuma kocok.. kocok.. kocok.. terus.

Cerita Lainnya:   Cerita Sex Kita Cuma Berdua

“Ah.. ah.. oh.. please.. setop.. ah..” Grace mendesah memintaku untuk stop.
Tetapi saya sudah tanggung, saat saya wajib stop, tidak ingin donk. Saya tidak perduli ucapannya, kukocok terus memeknya dan beragam saat selanjutnya badan Grace melafalkanng. Saya ragu , aku pikir cewek yang disetubuhi tidak akan rasakan nikmat sampai hingga pucuk Saya stop sesaat, kubalikkan badan Grace yang sudah benar-benar lemas. Kusaksikan matanya berair, lumrah saja sich cewek menangis jika disetubuhi, tetapi ada suatu hal yang lain dari pandangan matanya.
Saya luar biasa napasku dalam-dalam, lantas kubuang pikiran yang serba aneh tersebut. Kubuka bibir memeknya dan kuselipkan k0ntolku disitu, kutekan sedikit, lantas kutarik kembali, lantas kutekan kembali, demikian selanjutnya dengan frekwensi lamban. Saya mulai menikmatinya, tetapi Ricky menepuk punggungku, sejenisnya dianya sudah tidak sabar, saya tidak meneruskan permainan lamban itu, kuhentak kuat-kuat dan kuhujamkan kontolku ke memek Grace.

Dianya cuma pejamkan mata sekalian menangis melihat laut yang hitam karena gelapnya malam. Saya rasakan k0ntolku panas, dan waktu nyaris capai pucuk, kucabut k0ntolku dari memeknya, dan kupaksakan masuk ke dalam anusnya. Kukocok kembali sesaat, dan cairan putih kental menyemburkan ke lubang anus Grace. Demikian kucabut k0ntolku dari anusnya, maniku mengucur perlahan-lahan keluar sela sempit tersebut. Saya selekasnya bersihkan badanku di laut, lantas kukenakan kembali bajuku. Kusaksikan Ricky dengan asyik nikmati jilatan dan kuluman bibir Grace di k0ntolnya.

Lebih kurang lima menit dianya bersi kokoh pada posisi itu, tetapi selanjutnya dianya tidak tahan kembali, direntangkannya kaki Grace lebar-lebar, dan dihujamkannya k0ntolnya. Pergerakannya sedikit liar tetapi masih tetap berpola. Tidak cuma pinggulnya yang bergerak turun-naik, ke-2 tangan Ricky bekerja, diremasnya dada Grace dan kadang-kadang dipelintirnya puting susu Grace. Beragam saat selanjutnya Ricky mengambil k0ntolnya dari memek Grace, dimintanya Grace mengulum k0ntolnya , dan beragam saat selanjutnya Ricky capai pucuk. Maninya menyemburkan di mulut Grace, mengucur ke dagu dan lehernya. Ricky selanjutnya bersihkan badannya di laut. Kusaksikan Grace duduk di pasir, matanya merah karena menangis, dianya tundukkan kepalanya seakan tidak yakin apa yang barusan menerpanya.
Saya hingga kasihan, kubantu dianya memakai bajunya, lantas kusewakan taksi buatnya. Kuberbagi uang lebih dari pengemudinya, kukatakan agar dianya rahasiakan saya yang sewanya. Pengemudi itu menggangguk, saya tahu jika orang Bali benar-benar hargai keyakinan orang. Saya yakin dianya tidak akan membocorkannya.

Saya dan Ricky pulang ke hotel, dan beragam saat selanjutnya Alf dan Joni pulang, mereka terlihat senang sama apa yang barusan mereka kerjakan, tetapi saya dan Ricky tidak kalah puasnya, kita bercerita pengalaman kita masing-masing, dan besok paginya kita pulang ke Bandung. Secara singkat kita sampai ke Bandung, dan 2 hari selanjutnya saya terima surat, saya kaget 1/2 mati waktu kusaksikan surat tersebut. Kubaca suratnya, “Hai..it’s me Grace. Saya dapat bahasa Indonesia a little, dan I know your address dari dompet you yang ketinggalan di taksi.

Saya taruh untuk kenangan. And you should know, malam itu saya sedikit bersedih caramu perlakukan saya, but I’m okay, I’m not angry. Masalahnya, sejenisnya saya fall in love dengan kamu. Ingat saya teratur ya, Grace.” Saya semakin terkejut, dianya mengirim SIM, KTP and beberapa surat penting lain yang berada di dompetku. Dompetku yang kupikir dicuri orang di Bali kenyataannya ada di Grace. Untung sekali dianya tidak menuntutku di pengadilan, saya sangat mengucapkan syukur.

Semenjak waktu itu saya janji jika saya tidak akan sebelumnya sempat memerkosa kembali. Grace jika kau baca narasi ini, saya hanya ingin ucapkan jika sebenarnya saya sayang kamu, please kontak saya, I missyou so much. Maaf kelakuanku malam itu, and jika kau izinkan, saya ingin melakukan perbaikan, kontak saya dan saya akan bertanggungjawab atas kerjakananku. Satu kali lagi maafkan saya Grace.

cersex ustazah cersex istri binal cersex cerbung cersex gangbang cersex cuckold cersex putri77
You might also like