Cerita Sex Berhubungan Badan Dengan Tanteku

cersex istriku cersex 2024 cersex sd cersex akhwat cersex hamil cersex xyz

bacaan dewasa, bacaan ngentot, Saya Budi 42 thn, sudah menikah dan sudah memilkki 2 anak yang lucu-lucu. Sehabis membaca narasi seks ini, saya ingin bercerita pangalaman nyataku dengan bunda temanku 2 tahun lalu pada pembaca seklian. Selamat membaca…

Cersex TanteTiap malam minggu saya miliki kebiasaan min catur di dalam rumah tetanggaku. Catur adalah salah satunya dari demikian cukup banyak kesukaanku bukan hanya utak-atik electronic dan olahraga. Saya umumnya bermain catur dengan tetanggaku, seorang bujangan yang tempat tinggalnya tidak jauh dri rumahku. Tetanggaku ini tinggal bersama ibunya saja. Kakak wanitaya sudah menikah, dan turut suaminya ada di lain kota.

Hubunganku dengan teman dekatku terikat benar-benar dekat, dengan ibunya. Kami sama-sama menghargai keduanya, walaupun berbeda umurku dengan si bunda cuma lima tahun, dianya lima tahun lebih tua dariku waktu itu. Sampai terjadi peristiwa itu, yang tidak sebelumnya sempat kusangka-sangka sebelumnya. Peristiwa yang pada akhirnya mengganti diriku 180 derajat. Seperti pada sabtu awalnya, saya berniat bermain ke tempat tinggalnya buat caturan. Kupamit pada istipsu dan segera ke tempat tinggalnya.

Udara malam itu bisa dibuktikan dingin sekali imbas hujan deras saat lagi 2 jam yang terjadi sore barusan. Secara singkat saya sudah ada di pintu tempat tinggalnya. Kuketuk pintunya, dan sesaat pintu tersebut terbuka. Kenyataannya sang bunda yang membuka.

“Oh Ibu, ada Tegarnya bu?” tanyaku ramah.
“Nak Budi? oh Tegarnya kembali pergi tuh…” jawab sang bunda sama ramahnya.
“Pergi ke mana, Bu?”
“Ke acara pesta pernikahan teman SMUnya. Baru saja dianya jalan…”
“Oh demikian ya?” sahutku.
“Jika demikian, saya pamit saja deh…”
“Oh, mengapa cepat-cepat, kan Nak Budi baru sampai?”
“Ah, tidak. Jika Tegar tidak ada, saya pamit saja deh…”
“Ah, jangan tergesa-gesa demikian. Temani Bunda ya?” Walau cukup bingung dengan permohonannya, saya pada akhirnya menurut .
Ku ikuti dianya masuk. Kamipun sesaat asyik bercakap-cakap di kamar tamunya. Sampai pada akhirnya sang bunda menawariku kopi.
“Oh ya, Nak. Keasikan bercakap menjadi lupa nawari minum. Sesaat saya persiapkan dahulu ya…”
“Ah, Ibu. Tidak perlu repot-repot…”
“Ah, tidak kok. Saat ribet?” kata sang bunda sekalian tersenyum ramah.
Sehabis itu, dianya selekasnya bergerak ke dapur. – narasi cabul stw –
Sekalian menunggu, kuambil koran terbitan ini hari yang terkapar di atas meja tamu lantas kubaca-baca. Sedang asyik kubaca koran itu, mendadak sang bunda terbuktigil dari dapur.
“Nak… Nak, bisa saya minta bantuan?”
“Oh, ada apakah, Bu?” Spontan saya selekasnya bergerak dari sofa itu dan langsung mendatanginya.

Kenyataannya kompor gas sang bunda cukup macet dan dianya mintaku membenarkannya. Cocok sedang membenarkannya, tidak menyengaja saya melihat ke gundukan toket sang ibu. Waktu itu sang bunda sedang membungkuk memerhatikanku yang sedang repot mengutak-atik kompor gasnya yang macet. Apalagi sang bunda cuma kenakan daster yang belahan dadanya cukup rendah. Saya segera terkesima melihatnya. Bukan hanya besar, toketnya terlihat ranum dan kenyal. Tidak kusangka wanita ini masih tetap memiliki toket seindah itu di umurnya yang tidak muda kembali.

Panorama cantik itu membuat Penisku mulai tegak jadi membesar dari kembali celana jeans yang kukenakan tanpa kusadari. Saya demikian terangsang melihat keelokan toket sang ibu. Sang bunda yang sebelumnya perhatiannya ke pekerjaanku, tidak batal terkejut melihat peralihan ukuran Penisku. Tetapi anehnya, dianya tidak mengganti tempatnya. Sejenisnya dianya sich tahu saya terangsang dengan kemolekan toketnya tetapi dianya terlihat cuek saja, berpura-pura tidak paham. Pada akhirnya sehabis berusaha semaksimal mungkin mengontrol malu sekalian mengontrol Penisku agar tidak terus jadi membesar ukuran, usai masalah kompor tersebut.
“Wah, Nak Budi luar biasa!” pujinya di sampingku.

“Ah, tidak persoalan… hanya masalah kecil kok Bu” sahutku.
“Jika begitu bunda dapat minta bantuan kembali?” ucapnya sekalian melihatku nakal dan tersenyum genit.
Walaupun saya sudah menyangka apa yang akan dianya meminta itu, tidak batal hatiku berdebar menunggu pertanyaannya. Apalagi kusaksikan dianya terus dekatkan dianya ke badanku.
“A.. aaa… pa Bu?” lidahku tiba-tiba kelu, mengetahui betapa dekat mukanya denganku sekarang ini.
Sekalian mendesah, sang bunda menjelaskan parau,

“Ibu ingin kalian cium ibu…” Belum menyahut, dianya secara langsung berjinjit, merengkuh leherku lantas mencium bibirku.
Sesaat saya terperanjat, tapi selang beberapa saat kami sudah asyik berciuman di dapur tersebut. Lenyap sudah akal sehatku sehabis bibirku bersinggungan dengan bibirnya yang tipis dan cantik tersebut. Sekalian asyik berciuman, dicapainya tangan kananku untuk meremasi toketnya di samping kanan, dan ditujukannya tangan kiriku ke bokongnya. Tangankupun segera bergerak trampil.
Ke-2 nya segera bergerak nakal menjalari toket dan bokongnya yang ranum dan montok tersebut.
Sang bunda terlihat melenguh-lenguh rasakan nakalnya tanganku meremasi toket dan jari-jariku telusuri belahan bokongnya. Di lain faksi, tangan sang bunda aktif meremasi Penisku di luar celanaku, membuat juniorku itu terus meradang saja ukuran.
Satu tangannya dianya julurkan ke dadaku untuk meremasi puting susuku yang tercetak terang dari kembali baju kaus ketat yang kukenakan ini.
Bacaan Seks Dewasa Rekan Ibuku Selingkuhanku
Saat gairah kami terus mencapai puncak, dibantunya saya ke ruangan keluarganya. Di situ dengan serentak, kami sama-sama menanggalkan baju masing-masing, menjadi sesaat kamipun sudah bugil. Kupandangi dengan segenap gairah badannya yang bugil tersebut. Hebat! Umur bisa kepala 4, tetapi bodynya tidak kalah dari body beberapa wanita yang lebih muda.
Pertanda ketuaan bisa dibuktikan tidak bisa tertutupi, tetapi dengan garis besar, dianya masih tetap benar-benar menarik untuk beberapa lelaki mana saja yang melihatnya. Apalagi jika sudah bugil ini. Pundaknya lebar, toketnya besar, ranum dan mengkal. Tidak terlihat pertanda merosot seperti toket beberapa wanita sama usianya. Perutnya rata, hampir tidak ada lemaknya. Pinggangnya bulat, pinggulnya montok. Kaki dan betisnya terlihat mulus dan kuat. Mungkin sang bunda sukai olahraga nih, karena itu bodynya demikian terurus dan cantik.
Di lain faksi, sang bunda terlihat tidak kalah kagumnya melihatku telanjang. Wajarlah, kesukaan olahragaku yang sudah kutekuni semenjak SD, membuat fisikku jadi benar-benar fit. Otot-otot kekar yang simak terlihat bersembulan di sekujur badanku. Membuat cukup banyak wanita seringkali belingsatan jika melihatku telanjang.

Cerita Lainnya:   Cerita Sex PENGANTIN MURIDKU DI ENTOT SISWA LAIN

“Badan Nak Budi bagus sekali deh… Bunda senang dengan lelaki jantan seperti Nak Budi ini…” kata sang bunda smabil melihatku penuh gairah.
Ia dekatiku lantas merengkuhku kembali. Ke-2 tangannya bergerak liar, meraba-raba bukit dada dan perut simetrisku, lantas bergerak turun ke Penisku. Tidak lama kemudian, kami kembali asyik berciuman liar dan sama-sama meremas apa yang dapat kami remas. Cuma sesaat kami meperbuat tersebut. Selanjutnya, kami sama-sama menggeletakkan diri di atas karpet tebal di ruang tersebut.

Kami seolah tahu apa yang wajib dibuat seterusnya. Kami membuat posisi 69 dan sesaat kami sudah asyik sama-sama menjilat-jilati kemaluan musuh bermainnya. Sang bunda terlihat semangat mengulum kemaluanku sekalian asyik mengocaknya. Kadang-kadang dianya turut menjilat dan meremasi kantung spermaku. Rasanya benar-benar hebat kulumannya. Bahkan juga kuluman istipsu tidak sedahsyat kulumannya.
Nampaknya sang bunda ini sangat sudah lama tidak disentuh lelaki, sampai kulumannya terlihat demikian garang. Di bawah sana, lidah dan jari-jariku tidak kalah aktifnya dengan tangan sang ibu. Lidahku bergerak turun-naik sekalian menjilat-jilati bibir kemaluannya, labia mayoranya dan semua yang berada di kira-kira. Tangan kiriku asyik meremasi pantatnya, dan jari-jari tangan kananku asyik menusuki sela mekinya. Kami terus sama-sama menggairahkan sekalian mendesis-desis penuh kepuasan.
Kami sama-sama mencium, menjilat, meremas, dan menggigit dengan rakusnya.

Hingga kemudian kami sendiripun merasa tidak tahan. Tidak ada perintah awalnya, serempak kami berbeda posisi. Sang bunda mengambil posisi di bawah, dan saya bergerak menindih di atas badan moleknya. Sekalian tersenyum cabul, dianya membuka selangkangannya lebar-lebar. Memperlihatkan lubang meqinya yang benar-benar cantik yang menarik tersebut. Membuat jakunku turun-naik berkali-kali. Tidak sabar selekasnya kutuntun Penisku ke sela mekinya. Kugesek-gesekkan sesaat kepala Penisku di bibir mekinya, sebelumnya terakhir kudorong perlahan.
“Ssleebb… ssleebbb… bblessshhh…” dikit demi sedikit Penisku ketelan lubang neqinya, munculkan kesan nikmat yang sulit dipotretkan rasanya.

Sang bunda sendiri terlihat meringis-ringis nikmat rasakan sikatan kemaluanku yang hangat dan keras ini masuk lubang meqinya. Meki sang bunda kurasakan masih tetap sempit dan legit. Tidak kalah dari meki beberapa gadis. Nampaknya sang bunda benar-benar pandai saat jaga kemaluannya tersebut. Membuat tangkai Penisku yang ukuran king size itu terlihat cukup kesulitan menembusnya. Tapi dengan rangsangan terus-terusan dariku di beberapa titik erotisnya, pada akhirnya meki sang bunda berserah . Lorong yang hangat itu berasa terus basah bersamaan melimpahnya cairan pelumasnya, imbas rangsangan lidah dan tanganku di toketnya.
Penisku terus melesat sampai hinggap di tahapan paling dalam lubang meqinya. Lantas mulai kupompa ia. Saya bergerak di posisi push-up di atasnya. Sementara bokongku bergerak mundur-maju mengebor mekinya. Terus lama gerak bokongku terus kupercepat. Membuat jeritan erotis sang bunda terus keras kedengar. Membuatku terus semangat saat menjajah sela kemaluannya. Keringat mulai mengucur cepat membasahi badan bugil kami.

Sang bunda terlihat menjerit-jerit kenikmatan dipompa senjataku. Sepasang tangannya meremasi rambutku. Seringkali tangan-tangan itu aktif mencakari punggungku yang simak ini, membuat sedikit pedih di kulitnya karena kukunya yang cukup panjang tersebut. Saya sendiri tidak ingin kalah. Sekalian terus memompa Penisku dalam-dalam, saya asyik mencumbui bibirnya yang seksi. Saya gigit-gigit perlahan lehernya yang mulus kulitnya tersebut. Kadang-kadang saya menyusui sepasang toketnya yang menarik itu dengan berganti-gantian.
Bokong dan pinggul sang bunda terlihat bergoyang-goyang liar menyongsong sikatan Penisku, membuatku hampir edan karena sangat nikmat dampaknya di tangkai Penisku. Lebih kurang 15 menit selanjutnya sang bunda keluar. Dianya terus kuat merengkuh badan atletisku yang basah kuyup oleh keringat kami berdua. Kubiarkan dianya istirahat sesaat sehabis orgasmenya tersebut. Selanjutnya lagi kuserang ia. Kucoba bangunkan nafsunya dengan meremasi tiap jengkal titik erotisnya.

Cerita Lainnya:   Cerita Sex Polly Pengganti Pacarku

Tidak lama kami sudah asyik berciuman dengan liarnya sekalian sama-sama meremas dan meraba-raba. Tidak butuh lama untuk menghidupkan nafsunya. Kecupan kami yang liar sukses membuatnya panas kembali. Saat saya akan menjamahnya kembali dengan posisi sama, dianya geleng-geleng. Dianya berdiri lantas mintaku untuk bercinta kembali pada posisi lain. Saya tersenyum dengar permohonannya tersebut. Lantas selekasnya kubopong dianya ke atas sofa di ruangan keluarganya. Di situ kami masih tetap sebelumnya sempat bergulat sesaat saat sebelum dianya bergerak kembali. Dianya naik ke atas pangkuanku membelakangiku. Digenggamnya tangkai Penisku yang masih tetap gagah ini ke mekinya yang sudah mulai basah kembali, lalu…

“blesshhhh….” masuk sudah semua tangkai Penisku ditelan mekinya.
Di posisi yang ke-2 ini, rasa nikmat yang kami merasai berasa hebat. Kemaluanku yang king size ini demikian nikmati pijatan otot-otot mekinya sang ibu. Di lain faksi sang bunda tidak berhenti-hentinya mendesis kepuasan. Kepalanya terlihat bergoyang-goyang liar rasakan pompaan Penisku. Kepala kemaluanku yang besar ini ternyata sukses sampai di mulut rahimnya, dan memberbagi kepuasan tak terbatas untuknya. Naik-turun, masuk-keluar, memompa dan dipompa, menggoyang dan digoyangkan. Terus lama terus liar dan cepat. Sekalian memompa, tidak berhenti-hentinya kuremasi toketnya yang montok itu dari belakang.

Seperti barusan, lebih kurang 15 menit kupompa mekinya, dianya keluar kembali untuk yang ke-2 kalinya. Saat sebelum saya keluar, kami sebelumnya sempat bercinta di dalam 2 posisi . Kami meperbuatnya dalam style bertemu dan style anjing di atas sofa tersebut. Saya sukses membuatnya keluar setidak sedikit 2x. Masing-masing dalam tiap style persetubuhan yang kami lakukan. 10 menit selanjutnya, sehabis lebih dari sejam kami bercinta, jebol pertahananku. Kutarik Penisku keluar capitan mekinya satu menit saat sebelum saya sampai di pucuk. Lantas kusemburkan spermaku berulang-kali ke muka dan toket sang ibu.

Spermaku yang kental dan cukup banyak itu membasahi muka, leher, toket dan rambutnya. Dikocaknya batangku, seolah-olah dianya tidak senang dengan semua sperma yang kutumpahkan barusan. Sehabisnya, dianya capai sperma-sperma itu untuk ditelannya sampai habis. Bekasnya dianya oleskan ke dada dan ke-2 puting susuku, untuk dianya jilati seperti seorang anak menjilat-jilati beberapa sisa es krimnya. Membuatku meringis-ringis kegelian.

Senang bercinta, kami sama tergeletak di sofa. Kami bergurau sekalian kadang-kadang berciuman dan sama-sama meremas. Sesudahnya saya mandi di tempat tinggalnya untuk bersihkan badanku dari beberapa sisa pergumulan hebat barusan, agar tidak kedapatan istipsu. Usai mandi, sang bunda membuatkanku teh manis hangat dengan camilan enteng. Kamipun bercakap-cakap sesaat seperti tidak ada ada apa-apa antara kami.

Demikian kudapannya habis dan saya akan pamit, sang bunda cepat-cepat menangkap lenganku. Sekalian melihatku genit, dianya beramanat saya lebih tidak jarang-tidak jarang-jarang singgah ke tempat tinggalnya. Saya cuma tersenyum saja dengar permohonannya tersebut. Dianya lantas mencium bibirku dengan segenap hati. Dianya sempat meremas kemaluanku dari kembali celana, saat sebelum dianya melepasku di teras tempat tinggalnya Diperjalanan ke rumah, saya berulang-kali mengembuskan napas panjang.

Saya tidak sebelumnya sempat menygka pada akhirnya saya berselingkuh . Sama wanita yang tidak kusangka-sangka juga. Tetangga sekalian bunda teman dekat baikku saat lagi ini. Tidak sebelumnya sempat sekalinya saya mengkhianati istipsu saat lagi 15 tahun pernikahan kami. Cukup banyak wanita di luaran sana yang demikian hebat, tapi tidak sedetikpun saya tertarik untuk berselingkuh sama mereka. Apalagi istipsu termasuk wanita yang pintar memberikan kepuasanku di atas tempat tidur.

Ini hari semua berasa berbeda. Mesikipun saya benar-benar rugi sudah mengkhianati istipsu, saya tidak bisa menipu diriku sendiri jika perselingkuhan itu kenyataannya nikmat . Begitu nikmat justru. Seperti jika saat lagi ini kami cuma makan ‘opor’ di rumah tangga kita, serong bermakna kami makan ‘opor’ di luaran sana, tapi dengan macam, rasa dan kesan yang berbeda.
Demikian saya sampai di muka psupaya rumahku sendiri, sesungging senyuman mendadak muncul di faktor bibirku. Saya merasa percaya, jika perselingkuhan ini bukan yang pertama dan terkini kalinya terjadi dalam nasibku.

cersex ustazah cersex istri binal cersex cerbung cersex gangbang cersex cuckold cersex putri77
You might also like