Cerita Sex Berhubungan Dengan Wanita Cantik Di Bali

cersex istriku cersex 2024 cersex sd cersex akhwat cersex hamil cersex xyz

Awal hari ini kami satu keluarga akan liburan ke pulau Bali sepanjang 3 hari. Tentu saja berlibur yang sudah ditunggu nantinya oleh kami satu keluarga. Kami ke Bali dengan memakai pesawat malam hari ini. Di sore hari dengan semua koper yang sudah dipersiapkan semalam, beberapa anak pergi dengan mobil wagon jemput istri di kantornya dan selanjutnya baru jemput saya di dalam kantor.
Bukan hanya keluarga ada seseorang kantor saya yang turut dalam berlibur ini hari. Dianya ialah Mia.

Cersex TanteAwalannya Mia tidak gampang saja ingin turut berlibur dengan kami tetapi sehabis saya rayu dengan sejumlah panduan dan istri sebelumnya sempat berbicara dengan dianya untuk memberikan keyakinan ia, baru dianya ingin turut dengan kami, apalagi beberapa anak ikut juga.

Saat mobil datang di dalam kantor, istri menelepon saya dari mobil dan menunggu di parkir bawah. Selanjutnya saya selekasnya menelepon ke mejanya Mia dan meminta ke dianya untuk turun dulu dan naik ke mobil dulu, baru selanjutnya saya susul turun, menjadi tidak terlampau menyolok perhatian orang cukup banyak.
Diperjalanan ke arah airport kami tidak terlampau cukup banyak berbicara dan Mia masih tetap berkesan kaku dan cuma berbicara sedikit dengan istri. Tetapi beberapa anak seperti umumnya, dalam perjalanan cukup ramai penuh gurau.
Sehabis di airport baru berkesan situasi mulai rileks dan berkesan Mia mulai berteman dengan beberapa anak dan sudah dapat bersenda canda. Sepanjang menunggu pesawat kami sebelumnya sempat singgah ke coffee shop untuk sedikit rileks dulu. Saya, istri dan Mia duduk di satu meja. Saya pesan kopi, istri dan Mia pesan fresh jus. Di atas meja itu Mia mulai cukup banyak berbicara dan dikit demi sedikit lenyap rasa malunya untuk berbicara dengan istri. Tentu semuanya karunia pandainya istri mengundang berbicara Mia, menjadi dianya demikian percaya dan optimis dan menyaksikan istri yang demikian open sama dia. Dalam pesawat saya dan istri duduk berderet. Mia dan beberapa anak satu deret di atas bangku cukup ke belakang.

Dari airport Denpasar kami ke arah hotel dengan memakai taxi, tetapi karena banyaknya orang dan kopernya cukup banyak karena itu kami dengan 2 taxi pergi ke sana. Beberapa anak dan istri di satu taxi, selanjutnya saya dan Mia di taxi selanjutnya. Kami bermalam di hotel lebih kurang Nusa Dua, bukan hanya bersih disitu berasa semakin tenang dibandingkan tempat lainnya. Diperjalanan ke arah hotel saya sebelumnya sempat bicara ke Mia jika tidak perlu terlampau cemas masalah peristiwa bulan kemarin dikantor tersebut. Selanjutnya saya bicara jika semua peristiwa itu sudah saya katakan dan istri sudah mengenalinya. Seperti yang sebelumnya sempat saya ucapkan ke Mia jika saya dan istri semua sesuatunya open dan beberapa hal seperti itu tidak jadi masalah untuk istri. Gagasan untuk mengundang Mia ke Bali juga ialah gagasan istri saya. Selanjutnya saya ucapkan ke Mia agar dianya rileks saja dan nikmati berlibur ini dengan saya, istri dan beberapa anak.
Untuk bermalam saya sudah reservasi untuk tiga kamar, buat saya dan istri, beberapa anak dan untuk Mia. Kami mendapatkan kamar yang cukup kece. Tiga kama di lantai dasar berurut, dan semua memiliki teras langsung menghadap pantai, menjadi kami dapat nikmati panorama laut yang kece. Kamar Mia ada di kamar kami dan beberapa anak. Saat check-in bisa dibuktikan sudah malam tetapi bila jendela teras dibuka lebar, kedengar secara jelas suara ombak dari pantai di muka kami.
Sehabis check-in ringkas saya dan istri tidak keluar ke mana saja, cuma beberapa anak yang masih tetap meluangkan waktu untuk berjalan-jalan dalam hotel, dan kolam berenangnya. Mia sendiri saya tidak lebih tahu, tetapi sejenisnya dianya tidak ke mana mana.
Sehabis mandi saya meluangkan diri duduk di teras sekalian minuman yang enteng, berasa demikian relax situasi malam itu, apalagi sehabis sepanjang hari kerja. Selang beberapa saat istri susul ke teras sehabis usai keringkan rambut dan berias.

Ia tampil sudah dengan memakai gaun tidurnya, dan demikian seksi performanya. Gaun tidur yang warna coklat gampang dan benar-benar tipis, bisa disebutkan dekati terbuka, panjangnya sampai sedikit di atas lutut. Dianya tidak duduk di samping saya, tetapi berdiri bertumpu ke psupaya teras dan melihat pantai di kegelapan malam. Saya melihati istri yang berdiri itu dan berkesan terang dianya sudah tidak kenakan apapun kembali dibalik gaun tidurnya. Salah satunya kakinya mencapai salah satunya logam psupaya teras menjadi kaki dan pahanya yang mulus itu berkesan sampai ke pangkal paha, karena kancing gaun tidurnya menyengaja dianya membuka dari bawah sampai pangkal pahanya.
Sekalian masih tetap melihat ke pantai dianya berbicara dengan saya dan bicara betapa cantiknya malam hari ini dan situasinya yang demikian romantis. Dianya terpikir saat dahulu kami sedang liburan untuk honey moon dan sejumlah narasi masa lalu kami saat tersebut.

Saya juga selanjutnya turut temani dianya berdiri bersebelahan di psupaya teras dan melihat ke pantai. Tidak lama sehabis itu saya mengubah tubuh dan membelakangi pantai, dan melanjutkan pembicaraan kami. Situasi yang demikian romantis membuat suara istri demikian mesra dan kedengar sayup sayup ke kuping. Dianya mulai berubah sampai berdiri bertemu dalam jarak yang demikian dekat di muka saya. Selanjutnya saya menawarkan minuman yang saya pegang. Dianya ambil gelas itu dan diminum sedikit, sekalian mata yang tetap melihat ke saya, dianya melanjutkan perbincangannya. Sekalian berbicara tangan saya dengan main-mainnya mulai melepas kancing gaun tidurnya satu-satu dari bawah yang sudah terbuka dari pangkal pahanya sampai lepas semua. Selanjutnya tangan dan jemari saya dengan enteng dan lembut sentuh salah satunya payudaranya. Sampai beberapa saat kami masih tetap tetap terus menceritakan narasi dengan mesranya.

Situasi romantis terus mencapai puncak sampai pada akhirnya kami termenung, dan saya mulai membelai rambut di lebih kurang kupingnya dan dikit demi sedikit hebat kepalanya menjadi mukanya terus merapat ke saya. Bibirnya selanjutnya saya kecup dengan enteng berkali kali, dan dianya membalas. Terus lama kecupan kami terus berkobar dan sama-sama menggigit lidah dengan enteng. Selanjutnya dianya saya mengajak masuk ke kamar agar semakin bebas melanjutkan permainan cinta kami.
Malam itu kami bermain cinta demikian menarik dalam situasi lampu kamar yang redup dan ditambahkan suara ombak yang didengar dari jendela teras yang tidak ditutup semalaman.
Tidak seperti umumnya, pagi hari ini demikian beri kesegaran. Saat tersadarkan fajar barusan terlihat, embusan udara pantai pada pagi hari sangat enak rasanya masuk kamar hotel dari jendela teras yang terbuka sepanjang malam. Dari sisi saya istri masih tetap tertidur pulas dengan posisi tengkurap tanpa kenakan gaun tidurnya. Tidak lama sehabis kami usai terkait seks tadi malam, kami tertidur pulas sampai pagi. Betul-betul pagi yang cantik di pulau dewata ini.

Saya meluangkan diri keluar ke teras dan duduk nikmati situasi pantai pada pagi hari. Cukup lama saya di teras. Sehabis langit mulai sedikit jelas, kedengar suara istri bangkit dari tempat tidur, selang beberapa saat dianya mendekati saya yang duduk di atas bangku teras. Dianya berdiri ada di belakang saya dan selanjutnya membungkuk merengkuh leher saya dan mencium kepala saya sekalian ucapkan selamat pagi. Berasa hangat badannya sentuh tahapan belakang kepala saya. Berasa payudaranya yang putih halus tersebut. Dianya tidak menguncikan gaun tidurnya. Sampai sekian hari kami masih tetap melihat pantai terus sekalian istri duduk di pangkuan saya.

Sehabis mandi pagi, istri menelepon menggugah beberapa anak, tetapi kenyataannya mereka sudah pada bangun. Selanjutnya umumkan untuk bersiap pergi makan pagi pagi di cafetaria hotel. Begitupun Mia di telepon istri dan membuat janji bertemu di loby untuk keduanya sama makan pagi pagi.
Saat kami ke loby hotel, beberapa anak dan Mia sudah ada di sana dan sejenisnya sedang asyik bercakap-cakap. Mia kenakan pakaian yang betul-betul cocok dengan situasi pantai, memakai atasan kaos T-Shirt putih yang ketat dengan belahan dada yang lebih lebar dan rendah dan bawahnya yang pendek, menjadi wilayah sekitar pusarnya berkesan, dan celana jeans pendek, berkesan seksi. Istri saya memakai pakaian terusan mini berbahan katun tipis secara bercorak bunga-bunga, tahapan belakangnya terbuka cukup rendah, betul-betul situasi pantai. Situasi makan pagi pagi di cafetaria hotel juga berasa demikian berteman dan rileks. Mia seolah seperti sudah di dalam lingkungan keluarga sendiri.

Pagi hari ini dengan mobil persewaan kami berjalan-jalan ke beberapa tempat rekreasi di pulau Bali. Berkesan beberapa anak demikian senang. Setelah makan siang di lebih kurang kuta, kami sebelumnya sempat berjalan jalan di sepanjang pantainya. Karena tidak mengusung pakaian bernang, beberapa anak tidak menjadi bernang di sana, bukan hanya itu saya sarankan mereka bernang di privat beach hotel kami bermalam saja, bukan hanya bersih disitu tidak terlampau cukup banyak orang.
Saat kembali lagi ke hotel, saya dan istri kembali ke kamar kami untuk sedikit istirahat, tetapi beberapa anak seperti tidak habis-habis dayanya, mereka selekasnya kembali lagi ke kamar mereka untuk ganti baju bernang. Mia mengenalkan diri untuk temani beberapa anak, karena dianya ingin berenang di pantai punya hotel tersebut.

Sore hari mendekati malam telepon kamar berdering, saya dan istri yang tidur sore tersadarkan mendadak. Kenyataannya telphone dari beberapa anak jika mereka meminta ijin untuk keluar jalan jalan malam bersama Mia. Menurut dia mereka ingin jalanan ke kuta. Saya sepakat dan memerintah mereka mengusung mobil yang kami persewaan, karena malam hari ini saya tidak gunakan kembali.

Sesaat sehabis itu beberapa anak dan Mia tiba ke kamar kami untuk ambil kunci mobil dan langsung mereka pergi. Sehabis memberbagi kunci mobil, istri kembali ke kamar ke arah saya yang masih tetap berbaring pada tempat tidur sekalian menyaksikan jadwal tv. Dianya lagi naik ke arah tempat tidur dan tiduran miring ke samping menghadap saya yang telentang. Selanjutnya dianya bertanya makan apa malam hari ini ke pada saya sekalian membelai belai rambut saya dan tangan yang satunya menyelinap ke kembali kaos T-shirt saya, menyeka ngusap tahapan dada. Lama-lama saya menjadi terangsang , berasa penis mulai terangsang. Selanjutnya secara pesatnya istri saya libas menjadi dianya jatuh telentang pada tempat tidur dan saya sudah ada di atas ia. Mukanya saya mendekati dan saya kecup bibirnya sekalian menjawab pertanyaannya tadi, saya ucapkan ke dianya akan makan dianya saja. Dianya tersenyum bergurau dan berbisik bicara saya nakal.
Kancing pakaian satu-satu saya lepas dan selekasnya terlihat ke-2 payudaranya yang cantik dan halus tersebut. Putingnya saya jilat sedikit dan selanjutnya saya kulum di mulut. Berasa sudah tegang dan keras, selanjutnya sedikit saya gigit puting yang kenyal tersebut.

Saat muka saya sampai di lebih kurang pusar ia, selekasnya kancing celana jeans pendeknya saya membuka dan resleting diturunkan. Ujung celana lebih kurang pinggangnya saya pegang dan dengan sekali ambil, celana dan celana dalamnya lepas melaju ke bawah. Berkesan wilayah lebih kurang clitoris nya demikian membasah demikian kentalnya. Dikit demi sedikit mulai saya jilat dan terus lidah berubah ke vaginanya. Berasa terus cukup banyak cairannya yang keluar dan setidak sedikit itu juga saya menelannya, berasa asin. Lidah yang sudah setengan masuk ke vaginanya mulai saya mainkan ke kiri, kanan, atas dan bawah. Dianya terus terangsang dan rintihannya terus kuat. Berkali kali dianya menyebutkan nama kecil saya yang cuma seringkali kedengar pada jaman kami kuliah dulu, cuma dianya dan teman lama saya saja yang mengetahui nama tersebut. Sudah semenjak barusan dianya menginginkan penis saya masuk ke dalam ia, tetapi menyengaja saya biarkan agar dianya terus ingin tahu dan hatinya terus menggebu.
Tetapi saya tidak kuat semakin lama menyaksikan pergerakan dan suara istri yang demikian menggairahkan. Dengan posisi normal penis selekasnya masuk vaginanya yang sudah cukup banyak keluarkan cairan tersebut. Seperti suatu hal yang sudah di nantinya kelak, berasa vaginanya berdenyut menjepit penis sampai saya juga terus terangsang dan berusaha bersi kokoh terus. Tetapi rangsangan yang dianya share ke penis demikian luar biasa, apalagi dalam vagina sudah demikian licin yang membuat saya susah untuk meredam agar jangan selekasnya ejakulasi.
Tubuhnya selekasnya saya dekap dan ditarik agar dianya bangun dan membuat posisi kami keduanya sama duduk di atas tempat tidur. Ini sedikit kurangi rangsangan ke penis, sampai saya dapat lebih aktif kembali menggoyahkan pinggul dengan irama yang teratur. Istri berkesan sudah demikian terangsang sampai sudah tidak dapat mengatur diri sejenisnya, seperti pasrah saja pada saya.

Mendekati akhirnya permainan seks kami, istri saya rebahkan kembali ke arah tempat didur dan dalam posisi normal saya percepat pergerakan dan terus ke arah klimaks. Saat capai klimaks, selekasnya penis saya keluarkannya dari vaginanya. Cairan putih kental yang panas selekasnya keluar dengan kencangnya dan membasahi ke-2 payudaranya berkali kali. Selanjutnya tangannya meratakan cairan yang tumpah di payudaranya sampai rata membasahi dadanya. Jarinya yang turut basah karena sperma selanjutnya dianya masukan ke mulutnya berganti-gantian sampai bersih dianya jilat.
Sesaat sehabis itu saya tertidur pulas dan istri juga begitu sejenisnya, tetapi dianya tidak lama ucapnya.
Selanjutnya narasi peristiwa sepanjang saya tidur ialah bedasarkan narasi dari istri saya.
Ia cuma tidur sesaat dan selanjutnya dianya mandi. Karena dianya saksikan saya masih tetap tidur pulas, dianya biarkan saya tidur. Selanjutnya dianya mengusung pakaian bernang, pergi ke kolam bernang hotel untuk bernang. Kolam bernang hotel itu bisa dibuktikan sangat indah jika malam, di kolam disinari lampu menjadi mengkilau kilau dan di salah satunya faktor kolam itu ada bar untuk minum-minum, dan sedikit rileks. Meja bar nya sedikit semakin tinggi dari permukaan air kolam, menjadi kami dapat ke bar itu tanpa wajib keluar kolam. Bar tender nya berdiri dibalik kolam dan sejajar dengan kami yang di kolam.
Istri tidak selekasnya berenang, tetapi sekedar duduk dulu di pinggir kolam bernang sekalian makan dan minum camilan dan ucapnya dianya disitu berkenalan dengan seorang pria Itali yang sudah lama bekerja di Indonesia. Saat dianya sedang asyik terlibat perbincangan bincang, selang beberapa saat beberapa anak dan Mia pulang dari jalanan dan lewat dekat kolam, selanjutnya istri terbuktigil mereka dan mereka juga menjumpai istri, mereka diperkenalkan ke pria Itali ini.
Saat itu istri mengundang Mia untuk bernang bersama sama, dan sejenisnya dianya berbahagia menerimanya, selanjutnya meminta ijin kembali lagi ke kamar untuk ambil pakaian bernangnya. Dengar itu beberapa anak ingin berenang , pada akhirnya istri mengizinkannya tetapi jangan kelamaan, karena malam hari.
Mereka ber empat berenang dengan senangnya malam tersebut. Sehabis senang, beberapa anak diminta istri stop berenangnya dan kembali lagi ke kamar mereka.
Sementara itu istri dan Mia masih tetap ada di kolam berenang dan istri mengundang minum di bar kolam berenang tersebut. Entahlah apa yang di bahasnya, tetapi menurut istri saya mereka berdua asyik terlibat perbincangan bincang, tidak ketinggalan masalah isu isu yang hebat. Mia bertanya masalah jalinan kami suami istri yang berkesan masih tetap tetap demikian mesra, walupun pertanyaannya masih tetap hanya itu dan cukup sedikit ragu. Tetapi Mia mulai lebih “berani” menanyakan sehabis istri memancing sejumlah pertanyaan ke Mia.
Istri bertanya jika menurut narasi saya, Mia punyai tatoo kecil di lebih kurang pahanya. Istri saya ingin menyaksikannya, mesikipun semenjak berenang barusan dianya sudah menyaksikan sekilas. selanjutnya Mia dengan sedikit masih tetap malu memperlihatkan ke istri. Istri demikian tertarik sampai terus memerhatikan tatoo itu sekalian meraba-raba dan menyeka usapnya. Selanjutnya Istri melanjutkan perbincangannya dan bicara jika saya demikian tertarik dengan tatoo itu dan lama disentuh oleh tangan saya, ucapnya sekalian tersenyum memerhatikan muka Mia. Tentu saja ini ialah kalimat yang mengulas dan melawan Mia jika istri saya mengetahui segala hal.
Sebelumnya sempat situasi sedikit sunyi, tanpa perbincangan. Tetapi belum Mia berbicara, istri sudah menanyakan kembali, bagaimana rasanya saat ketika kencan bersama saya di dalam kantor saat itu. Istri dengan suara demikian rileks dan bergurau memaksakan Mia untuk menceritakan peristiwa saat itu. Entahlah bagaimana narasi Mia ke istri, sampai Mia terus dekat sama istri saya. Usai berenang juga mereka asyik melanjutkan pembicaraannya di coffee shop di hotel sampai tengah malam.

Saat mereka akan kembali lagi ke kamar masing-masing, di muka pintu kamar kami, istri mengundang untuk singgah masuk sesaat, tetapi karena tidak sedap dan sudah tengah malam, awalannya Mia menampik tetapi sehabis istri berbisik ke dianya suara bergurau, baru Mia ingin masuk. Istri bicara ke Mia jika ingin mengusik dan membuat kejutan saya.
Mia ingin meng ikuti apa kata istri mungkin karena situasi mereka yang sudah demikian dekat.
Saya sadar dari tidur dan sadar sudah tertidur semenjak semalam. Tetapi situasi di luaran sana masih tetap berkesan gelap pekat. Beberapa akhir saya mengetahui itu masih tetap pagi hari lebih kurang jam satu alias jam duaan. Tentu saya tersadarkan karena suatu hal karena yang membuat saya bangkit dari tidur yang pulas tersebut. Istri tidak ada dari sisi saya, tetapi berasa ada suatu hal pada tahapan bawah saya yang demikian menggairahkan saya dan berasa sangat nikmat. Berasa penis demikian tegang sekali.
Bantal sedikit saya tinggikan dan selanjutnya mata melihat ke tahapan bawah. Sebelumnya sempat sebentar saya demikian terkejut dan kejutan, tetapi selanjutnya selekasnya saya dapat mengatur diri.

Berkesan ada dua kepala wanita ada di lebih kurang selangkangan kaki saya. Seorang sedang menciumi paha dan yang satu sedang mengelus elus penis. Saya selekasnya mengenal yang menciumi paha saya. itu istri saya, tetapi wanita yang satu tidak lebih terang wajahnya karena gelapnya ruang. Saya coba nasibkan lampu kecil dikurang lebih samping tempat tidur. Baru selanjutnya saya mengenalinya, dianya Mia.
Saat lampu kecil saya hidupkan, ke-2 duanya masih tetap meperbuat apa yang mereka lakukan, cuma mata mereka yang sesaat melihat ke saya. Tanpa senyuman apapun itu mereka melanjutkan lagi apa yang mereka lakukan. Saya terus melihat apa yang mereka lakukan. Mia mulai menjilat-jilati tangkai penis dimulai dari pangkalnya dan terus ke arah kepala penis. Berasa lidahnya yang hangat dan basah sentuh kulit penis. Mesikipun getaran lidahnya tidak selihai istri, tetapi ini sudah membuat kepuasan untuk saya. Dalam pada itu, istri mulai bergerak ke arah penis dan selanjutnya dianya mulai turut menjilat-jilati penis dengan lidahnya yang demikian menggairahkan.

Cerita Lainnya:   Cerita Sex Remaja SMP bertubuh seksi

Mereka berdua sama-sama menjilat-jilati penis saya dengan gairahnya. Tentu saja rasanya ini sangat nikmat dan punyai rasa tertentu. Tidak seperti dijilat dengan seorang wanita, rasanya tidak benar-benar, berasa ada dua lidah yang sama-sama menjilat-jilati tangkai penis, kepuasan yang sangat asyik yang cuma dapat dicicipi untuk yang sebelumnya sempat merasainya saja. Mereka menjilat seperti sama-sama berebutan suatu hal.sebuah hal. Terutama saat mereka mulai menjilat-jilati lebih kurang kepala penis, mereka sama-sama berebutan dengan gairahnya. Berkesan bibir Mia dan istri sama-sama bersinggungan menjilat kepala penis, begitupun bibir mereka sama-sama bersinggungan saat akan mengulum ujung penis dan bersama mengisap ujung penis. Berkali kali berasa ujung penis keluarkan sedikit cairan karena permainan mereka.

Istri dan Mia juga kedengar mulai kedengar desahannya karena terangsang mereka. Saat mereka berdua asyik nikmati penis, saya seringkali mengubah panorama saya ke tubuh istri dan Mia, mereka sudah tidak kenakan apa apalagi dan ke-2 rambut mereka basah seperti habis keramas. Warna kulit Mia sedikit gelap dibanding istri, tetapi berasa sama seperti istri, kulitnya demikian halus dan hangat.
Saya selanjutnya mengganti posisi dengan menggugah tubuh dan duduk di atas tempat tidur. Berkali kali kepala dan rambut mereka berganti-gantian saya belai. Satu-satu, muka istri saya ambil agar menyaksikan ke saya dan selanjutnya saya cium dengan mesra dan gairahnya. Lidang dan lidah sama-sama bertemu dan meperbuat deep kiss. Selanjutnya Mia, mukanya saya ambil seperti istri saya dan selanjutnya saya cium dengan dalamnya, berasa kecupannya demikian gairah dan menggebu gebu melewati istri. Mia dan istri bertubi tubi menciumi bibir saya sama-sama berebutan sampai ke-3 bibir kami berpadu solid dan sama-sama menjilat dengan lidah masing-masing. Sehabis itu Mia dan istri menjilat-jilati lagi penis, sampai beberapa saat.
Seterusnya istri mulai hebat diri dan duduk selain mendekati saya, tetapi Mia masih tetap tetap menjilat-jilati penis, bahkan juga lebih bebas , dianya muali masukkan penis semuanaya di dalam mulutnya dan berkali kali di keluar masukan ke mulutnya.
Istri selanjutnya berlutut dari sisi saya dan kami mulai sama-sama berciuman kembali dengan mesranya. Tetapi ini hari tangan saya dapat sekalian meremas ke-2 payudaranya dengan berganti-gantian, tersa putingnya sudah demikian kenyal melawan. Selanjutnya tangan mulai saya gerakkan ke bawah, ke pusarnya perlahan-lahan tempat dan terus kebawah kembali sampai capai selangkangan pahanya. Berasa sudah basah sekali selangkangannya dengan cairan badannya yang keluar cukup banyak dari vaginanya. Saya mulai meraba-raba klitorisnya dan disentuh dan dimainkan jemari jari saya, berasa demikian licin sekali, sampai tidak sadar jemari telunjuk dan tengah terus masuk ke vaginanya bersama. Vaginanya berasa demikian hangat dan licin sarat dengan cairan beningnya yang lekat tersebut.

Tangan saya yang satu mulai saya ulurkan ke Mia dan dengan kode tangan hebat dianya agar bangun dan menghindari mukanya dari penis. Dianya saya ambil agar merapat ke saya dan di bimbing agar dianya berlutut kakinya ada di kanan kiri pinggul saya. Selanjutnya sekalian menggenggam pundaknya dan di pencet, saya memberikan kode dengan menekan pundaknya agar dianya mulai masukkan penis ke vaginanya. Mia selekasnya memberi respon dengan memegang penis saya dan ditujukan ke dalam mulut vaginanya, selanjutnya pinggulnya dikit demi sedikit mulai turun dan terus memasukkan penis ke vaginanya, berasa demikian panas didalamnya dan sudah licin seperti istri saya.

Selanjutnya tangan saya yang masih tetap ada di pundaknya dikit demi sedikit di tujukan ke payudara Mia yang manis tersebut. Payudaranya tetap masih sedikit lebih kuat dibandingkan istri, putingnya demikian keras. Dengan jemari telunjuk dan tengah putingnya saya mempermainkan dan kadangkala diapit oleh ke-2 jemari saya. Mia demikian terangsang sampai mulai mendesah cukup keras, sedangkan itu pinggulnya terus bekerja maju undur mainkan penis saya yang ada dalam vaginanya. Kedengar rintihan istri dan Mia yang saut menyaut karena enaknya, begitupun saya.

Untuk beberapa saat istri biarkan Mia nikmati penis saya di dalam dianya. Selanjutnya istri mulai bergerak mengganti posisi berlutut ada di belakang Mia dan selanjutnya dianya mendekat ke punggung Mia, selanjutnya dari belakang ke-2 lengannya menjulur di depan dan ke-2 tangannya merauk dan meremas ke-2 payudara Mia. Tubuh Mia juga terus mendekat ke saya, dianya mendesah berkali kali dengan suara keras dan menafsukan. Saya menciumi istri yang mukanya ada dari sisi muka Mia, dianya seolah membantu agar rangsangan ke Mia lebih hebat kembali. Saya juga semaksimal mungkin terus mengatur diri agar masih tetap dapat bersi kokoh semakin lama .
Waktunya saya menginginkan istri saya tiba, sikap tubuh saya rebahkan kembali dan Mia saya ambil ke arah arah muka saya. Dengan style merayap Mia dekati muka saya dan stop pas wajahnya bertemu dengan muka saya. Saat bergerak, goyangan payudaranya membuat saya terus panas. selekasnya ke-2 pipinya saya pegang dan ditarik ke arah muka saya. Bibirnya yang demikian menafsukan selekasnya saya menyambut dengan kecupan yang dalam. Masih tetap berasa embusan napasnya yang terputus putus karena bermainnya barusan.

Sehabis itu saya mulai rasakan penis masuk dan tenggelam di dalam vagina, tetapi ini hari ialah vagina istri. Dengan kepiawaiannya dianya mulai menjepit berkali kali penis sampai saya tidak kuat sampai keluarkan suara cukup keras. Berkesan sekilas pinggul istri bergoyang memiliki irama demikian menarik dan salah satunya tangannya berkesan mainkan clitoris dan vagina Mia. Kami bercakap-cakap dengan demikian menarik dan tidak ingin selekasnya usai, ingin nikmati sepanjang mungkin. Entahlah sudah berapakah lama kami begitu, berkesan masing-masing sudah berkeringat.
Sepanjang nikmati permainan seks ini, saya sempat meperbuat seks dengan posisi penis dari belakang Mia atau istri berganti-gantian. Satu diantaranya seperti saat saya masuk vagina istri dari belakang. Mia telentang pada tempat tidur dan istri dalam posisi seperti merayap sama persis di atas Mia. Kepalanya dianya rendahkan sampai dekati ke-2 payudara Mia dan tahapan pinggul kebawah yang menungging ke atas sampai saya gampang untuk measuki vaginanya dari belakang. Saat saya nikmati vagina istri dari belakang, istri ikut juga menggairahkan Mia dengan meraba-raba, meremas dan mengulum payudara dan puting Mia, demikian cantik sekalai panoramanya.

Saat saat yang paling mengagumkan ialah saat saya mendekati klimaks. Tepatnya saya cukup lupa tetapi saat itu mendekati klimaks, penis sedang ada dalam vagina Mia. Karena pergerakan Mia yang demikian hebat sampai saya tidak dapat bersi kokoh kembali. Saat mendekati ejakulasi, penis selekasnya saya keluarkannya dari Mia dan seringkali cairan putih susu yang panas dan kental keluar penis mengenai dada istri dan Mia dengan berganti-gantian sampai payudara mereka basah dengan sperma. Terkini, istri sebelumnya sempat memegang penis dengan tangannya dan menggoyangkannya ke depan dan kebelakang dimuka mukanya dan satu hentakan yang terkini dari penis membasahi lebih kurang mulut dan pipinya. Demikian puasnya kami bertiga bercakap-cakap dan pada akhirnya kami merubuhkan diri pada tempat tidur. Saya di tengah-tengah, Mia dan istri di kiri kanan saya tidur terlungkup dan kepala mereka berdua tiduran di atas dada saya. Ke-2 duanya saya ciumi dengan mesra dan tidak sadar kami bertiga tidur dengan pulasnya.
Saat saya bangun, matahari sudah terlihat dan berkesan istri habis usai mandi dan sedang keringkan rambut dengan membalut tubuhnya dengan handuk. Mia sudah tidak ada di dalam kamar. Selanjutnya saya mendekati istri dan saya kecup pipinya. Dianya membalasnya dengan ciuman enteng di bibir saya. Saya berbisik di kupingnya bertanya masalah Mia. Istri dengan senyuman mejawab secara halus jika Mia sudah kembali lagi ke kamarnya barusan pagi. Selanjutnya saya juga pergi ke arah kamar mandi.

Pagi itu seperti tidak ada faktor yang khusus, kami makan pagi bersama sama di hotel dan santai di pulau dewata tersebut. Siang harinya kami sebelumnya sempat berenang bersama sama satu keluarga di kolam bernang hotel yang luas itu dan tentu saja Mia turut dengan kami dan beberapa anak. Sore hari mendekati matahari tenggelam, saya, istri dan Mia sebelumnya sempat berjalan jalan di pesisir pantai di lingkungan hotel dan sekedar duduk di pasir.

 

Awal hari ini kami satu keluarga akan liburan ke pulau Bali sepanjang 3 hari. Tentu saja berlibur yang sudah ditunggu nantinya oleh kami satu keluarga. Kami ke Bali dengan memakai pesawat malam hari ini. Di sore hari dengan semua koper yang sudah dipersiapkan semalam, beberapa anak pergi dengan mobil wagon jemput istri di kantornya dan selanjutnya baru jemput saya di dalam kantor.
Bukan hanya keluarga ada seseorang kantor saya yang turut dalam berlibur ini hari. Dianya ialah Mia.
Awalannya Mia tidak gampang saja ingin turut berlibur dengan kami tetapi sehabis saya rayu dengan sejumlah panduan dan istri sebelumnya sempat berbicara dengan dianya untuk memberikan keyakinan ia, baru dianya ingin turut dengan kami, apalagi beberapa anak ikut juga.

Saat mobil datang di dalam kantor, istri menelepon saya dari mobil dan menunggu di parkir bawah. Selanjutnya saya selekasnya menelepon ke mejanya Mia dan meminta ke dianya untuk turun dulu dan naik ke mobil dulu, baru selanjutnya saya susul turun, menjadi tidak terlampau menyolok perhatian orang cukup banyak.
Diperjalanan ke arah airport kami tidak terlampau cukup banyak berbicara dan Mia masih tetap berkesan kaku dan cuma berbicara sedikit dengan istri. Tetapi beberapa anak seperti umumnya, dalam perjalanan cukup ramai penuh gurau.
Sehabis di airport baru berkesan situasi mulai rileks dan berkesan Mia mulai berteman dengan beberapa anak dan sudah dapat bersenda canda. Sepanjang menunggu pesawat kami sebelumnya sempat singgah ke coffee shop untuk sedikit rileks dulu. Saya, istri dan Mia duduk di satu meja. Saya pesan kopi, istri dan Mia pesan fresh jus. Di atas meja itu Mia mulai cukup banyak berbicara dan dikit demi sedikit lenyap rasa malunya untuk berbicara dengan istri. Tentu semuanya karunia pandainya istri mengundang berbicara Mia, menjadi dianya demikian percaya dan optimis dan menyaksikan istri yang demikian open sama dia. Dalam pesawat saya dan istri duduk berderet. Mia dan beberapa anak satu deret di atas bangku cukup ke belakang.

Dari airport Denpasar kami ke arah hotel dengan memakai taxi, tetapi karena banyaknya orang dan kopernya cukup banyak karena itu kami dengan 2 taxi pergi ke sana. Beberapa anak dan istri di satu taxi, selanjutnya saya dan Mia di taxi selanjutnya. Kami bermalam di hotel lebih kurang Nusa Dua, bukan hanya bersih disitu berasa semakin tenang dibandingkan tempat lainnya. Diperjalanan ke arah hotel saya sebelumnya sempat bicara ke Mia jika tidak perlu terlampau cemas masalah peristiwa bulan kemarin dikantor tersebut. Selanjutnya saya bicara jika semua peristiwa itu sudah saya katakan dan istri sudah mengenalinya. Seperti yang sebelumnya sempat saya ucapkan ke Mia jika saya dan istri semua sesuatunya open dan beberapa hal seperti itu tidak jadi masalah untuk istri. Gagasan untuk mengundang Mia ke Bali juga ialah gagasan istri saya. Selanjutnya saya ucapkan ke Mia agar dianya rileks saja dan nikmati berlibur ini dengan saya, istri dan beberapa anak.
Untuk bermalam saya sudah reservasi untuk tiga kamar, buat saya dan istri, beberapa anak dan untuk Mia. Kami mendapatkan kamar yang cukup kece. Tiga kama di lantai dasar berurut, dan semua memiliki teras langsung menghadap pantai, menjadi kami dapat nikmati panorama laut yang kece. Kamar Mia ada di kamar kami dan beberapa anak. Saat check-in bisa dibuktikan sudah malam tetapi bila jendela teras dibuka lebar, kedengar secara jelas suara ombak dari pantai di muka kami.
Sehabis check-in ringkas saya dan istri tidak keluar ke mana saja, cuma beberapa anak yang masih tetap meluangkan waktu untuk berjalan-jalan dalam hotel, dan kolam berenangnya. Mia sendiri saya tidak lebih tahu, tetapi sejenisnya dianya tidak ke mana mana.
Sehabis mandi saya meluangkan diri duduk di teras sekalian minuman yang enteng, berasa demikian relax situasi malam itu, apalagi sehabis sepanjang hari kerja. Selang beberapa saat istri susul ke teras sehabis usai keringkan rambut dan berias.

Ia tampil sudah dengan memakai gaun tidurnya, dan demikian seksi performanya. Gaun tidur yang warna coklat gampang dan benar-benar tipis, bisa disebutkan dekati terbuka, panjangnya sampai sedikit di atas lutut. Dianya tidak duduk di samping saya, tetapi berdiri bertumpu ke psupaya teras dan melihat pantai di kegelapan malam. Saya melihati istri yang berdiri itu dan berkesan terang dianya sudah tidak kenakan apapun kembali dibalik gaun tidurnya. Salah satunya kakinya mencapai salah satunya logam psupaya teras menjadi kaki dan pahanya yang mulus itu berkesan sampai ke pangkal paha, karena kancing gaun tidurnya menyengaja dianya membuka dari bawah sampai pangkal pahanya.
Sekalian masih tetap melihat ke pantai dianya berbicara dengan saya dan bicara betapa cantiknya malam hari ini dan situasinya yang demikian romantis. Dianya terpikir saat dahulu kami sedang liburan untuk honey moon dan sejumlah narasi masa lalu kami saat tersebut.

Saya juga selanjutnya turut temani dianya berdiri bersebelahan di psupaya teras dan melihat ke pantai. Tidak lama sehabis itu saya mengubah tubuh dan membelakangi pantai, dan melanjutkan pembicaraan kami. Situasi yang demikian romantis membuat suara istri demikian mesra dan kedengar sayup sayup ke kuping. Dianya mulai berubah sampai berdiri bertemu dalam jarak yang demikian dekat di muka saya. Selanjutnya saya menawarkan minuman yang saya pegang. Dianya ambil gelas itu dan diminum sedikit, sekalian mata yang tetap melihat ke saya, dianya melanjutkan perbincangannya. Sekalian berbicara tangan saya dengan main-mainnya mulai melepas kancing gaun tidurnya satu-satu dari bawah yang sudah terbuka dari pangkal pahanya sampai lepas semua. Selanjutnya tangan dan jemari saya dengan enteng dan lembut sentuh salah satunya payudaranya. Sampai beberapa saat kami masih tetap tetap terus menceritakan narasi dengan mesranya.

Situasi romantis terus mencapai puncak sampai pada akhirnya kami termenung, dan saya mulai membelai rambut di lebih kurang kupingnya dan dikit demi sedikit hebat kepalanya menjadi mukanya terus merapat ke saya. Bibirnya selanjutnya saya kecup dengan enteng berkali kali, dan dianya membalas. Terus lama kecupan kami terus berkobar dan sama-sama menggigit lidah dengan enteng. Selanjutnya dianya saya mengajak masuk ke kamar agar semakin bebas melanjutkan permainan cinta kami.
Malam itu kami bermain cinta demikian menarik dalam situasi lampu kamar yang redup dan ditambahkan suara ombak yang didengar dari jendela teras yang tidak ditutup semalaman.
Tidak seperti umumnya, pagi hari ini demikian beri kesegaran. Saat tersadarkan fajar barusan terlihat, embusan udara pantai pada pagi hari sangat enak rasanya masuk kamar hotel dari jendela teras yang terbuka sepanjang malam. Dari sisi saya istri masih tetap tertidur pulas dengan posisi tengkurap tanpa kenakan gaun tidurnya. Tidak lama sehabis kami usai terkait seks tadi malam, kami tertidur pulas sampai pagi. Betul-betul pagi yang cantik di pulau dewata ini.

Saya meluangkan diri keluar ke teras dan duduk nikmati situasi pantai pada pagi hari. Cukup lama saya di teras. Sehabis langit mulai sedikit jelas, kedengar suara istri bangkit dari tempat tidur, selang beberapa saat dianya mendekati saya yang duduk di atas bangku teras. Dianya berdiri ada di belakang saya dan selanjutnya membungkuk merengkuh leher saya dan mencium kepala saya sekalian ucapkan selamat pagi. Berasa hangat badannya sentuh tahapan belakang kepala saya. Berasa payudaranya yang putih halus tersebut. Dianya tidak menguncikan gaun tidurnya. Sampai sekian hari kami masih tetap melihat pantai terus sekalian istri duduk di pangkuan saya.

Sehabis mandi pagi, istri menelepon menggugah beberapa anak, tetapi kenyataannya mereka sudah pada bangun. Selanjutnya umumkan untuk bersiap pergi makan pagi pagi di cafetaria hotel. Begitupun Mia di telepon istri dan membuat janji bertemu di loby untuk keduanya sama makan pagi pagi.
Saat kami ke loby hotel, beberapa anak dan Mia sudah ada di sana dan sejenisnya sedang asyik bercakap-cakap. Mia kenakan pakaian yang betul-betul cocok dengan situasi pantai, memakai atasan kaos T-Shirt putih yang ketat dengan belahan dada yang lebih lebar dan rendah dan bawahnya yang pendek, menjadi wilayah sekitar pusarnya berkesan, dan celana jeans pendek, berkesan seksi. Istri saya memakai pakaian terusan mini berbahan katun tipis secara bercorak bunga-bunga, tahapan belakangnya terbuka cukup rendah, betul-betul situasi pantai. Situasi makan pagi pagi di cafetaria hotel juga berasa demikian berteman dan rileks. Mia seolah seperti sudah di dalam lingkungan keluarga sendiri.

Pagi hari ini dengan mobil persewaan kami berjalan-jalan ke beberapa tempat rekreasi di pulau Bali. Berkesan beberapa anak demikian senang. Setelah makan siang di lebih kurang kuta, kami sebelumnya sempat berjalan jalan di sepanjang pantainya. Karena tidak mengusung pakaian bernang, beberapa anak tidak menjadi bernang di sana, bukan hanya itu saya sarankan mereka bernang di privat beach hotel kami bermalam saja, bukan hanya bersih disitu tidak terlampau cukup banyak orang.
Saat kembali lagi ke hotel, saya dan istri kembali ke kamar kami untuk sedikit istirahat, tetapi beberapa anak seperti tidak habis-habis dayanya, mereka selekasnya kembali lagi ke kamar mereka untuk ganti baju bernang. Mia mengenalkan diri untuk temani beberapa anak, karena dianya ingin berenang di pantai punya hotel tersebut.

Cerita Lainnya:   Cerita Sex Bergambar Siram Lubang Vaginaku

Sore hari mendekati malam telepon kamar berdering, saya dan istri yang tidur sore tersadarkan mendadak. Kenyataannya telphone dari beberapa anak jika mereka meminta ijin untuk keluar jalan jalan malam bersama Mia. Menurut dia mereka ingin jalanan ke kuta. Saya sepakat dan memerintah mereka mengusung mobil yang kami persewaan, karena malam hari ini saya tidak gunakan kembali.

Sesaat sehabis itu beberapa anak dan Mia tiba ke kamar kami untuk ambil kunci mobil dan langsung mereka pergi. Sehabis memberbagi kunci mobil, istri kembali ke kamar ke arah saya yang masih tetap berbaring pada tempat tidur sekalian menyaksikan jadwal tv. Dianya lagi naik ke arah tempat tidur dan tiduran miring ke samping menghadap saya yang telentang. Selanjutnya dianya bertanya makan apa malam hari ini ke pada saya sekalian membelai belai rambut saya dan tangan yang satunya menyelinap ke kembali kaos T-shirt saya, menyeka ngusap tahapan dada. Lama-lama saya menjadi terangsang , berasa penis mulai terangsang. Selanjutnya secara pesatnya istri saya libas menjadi dianya jatuh telentang pada tempat tidur dan saya sudah ada di atas ia. Mukanya saya mendekati dan saya kecup bibirnya sekalian menjawab pertanyaannya tadi, saya ucapkan ke dianya akan makan dianya saja. Dianya tersenyum bergurau dan berbisik bicara saya nakal.
Kancing pakaian satu-satu saya lepas dan selekasnya terlihat ke-2 payudaranya yang cantik dan halus tersebut. Putingnya saya jilat sedikit dan selanjutnya saya kulum di mulut. Berasa sudah tegang dan keras, selanjutnya sedikit saya gigit puting yang kenyal tersebut.

Saat muka saya sampai di lebih kurang pusar ia, selekasnya kancing celana jeans pendeknya saya membuka dan resleting diturunkan. Ujung celana lebih kurang pinggangnya saya pegang dan dengan sekali ambil, celana dan celana dalamnya lepas melaju ke bawah. Berkesan wilayah lebih kurang clitoris nya demikian membasah demikian kentalnya. Dikit demi sedikit mulai saya jilat dan terus lidah berubah ke vaginanya. Berasa terus cukup banyak cairannya yang keluar dan setidak sedikit itu juga saya menelannya, berasa asin. Lidah yang sudah setengan masuk ke vaginanya mulai saya mainkan ke kiri, kanan, atas dan bawah. Dianya terus terangsang dan rintihannya terus kuat. Berkali kali dianya menyebutkan nama kecil saya yang cuma seringkali kedengar pada jaman kami kuliah dulu, cuma dianya dan teman lama saya saja yang mengetahui nama tersebut. Sudah semenjak barusan dianya menginginkan penis saya masuk ke dalam ia, tetapi menyengaja saya biarkan agar dianya terus ingin tahu dan hatinya terus menggebu.
Tetapi saya tidak kuat semakin lama menyaksikan pergerakan dan suara istri yang demikian menggairahkan. Dengan posisi normal penis selekasnya masuk vaginanya yang sudah cukup banyak keluarkan cairan tersebut. Seperti suatu hal yang sudah di nantinya kelak, berasa vaginanya berdenyut menjepit penis sampai saya juga terus terangsang dan berusaha bersi kokoh terus. Tetapi rangsangan yang dianya share ke penis demikian luar biasa, apalagi dalam vagina sudah demikian licin yang membuat saya susah untuk meredam agar jangan selekasnya ejakulasi.
Tubuhnya selekasnya saya dekap dan ditarik agar dianya bangun dan membuat posisi kami keduanya sama duduk di atas tempat tidur. Ini sedikit kurangi rangsangan ke penis, sampai saya dapat lebih aktif kembali menggoyahkan pinggul dengan irama yang teratur. Istri berkesan sudah demikian terangsang sampai sudah tidak dapat mengatur diri sejenisnya, seperti pasrah saja pada saya.

Mendekati akhirnya permainan seks kami, istri saya rebahkan kembali ke arah tempat didur dan dalam posisi normal saya percepat pergerakan dan terus ke arah klimaks. Saat capai klimaks, selekasnya penis saya keluarkannya dari vaginanya. Cairan putih kental yang panas selekasnya keluar dengan kencangnya dan membasahi ke-2 payudaranya berkali kali. Selanjutnya tangannya meratakan cairan yang tumpah di payudaranya sampai rata membasahi dadanya. Jarinya yang turut basah karena sperma selanjutnya dianya masukan ke mulutnya berganti-gantian sampai bersih dianya jilat.
Sesaat sehabis itu saya tertidur pulas dan istri juga begitu sejenisnya, tetapi dianya tidak lama ucapnya.
Selanjutnya narasi peristiwa sepanjang saya tidur ialah bedasarkan narasi dari istri saya.
Ia cuma tidur sesaat dan selanjutnya dianya mandi. Karena dianya saksikan saya masih tetap tidur pulas, dianya biarkan saya tidur. Selanjutnya dianya mengusung pakaian bernang, pergi ke kolam bernang hotel untuk bernang. Kolam bernang hotel itu bisa dibuktikan sangat indah jika malam, di kolam disinari lampu menjadi mengkilau kilau dan di salah satunya faktor kolam itu ada bar untuk minum-minum, dan sedikit rileks. Meja bar nya sedikit semakin tinggi dari permukaan air kolam, menjadi kami dapat ke bar itu tanpa wajib keluar kolam. Bar tender nya berdiri dibalik kolam dan sejajar dengan kami yang di kolam.
Istri tidak selekasnya berenang, tetapi sekedar duduk dulu di pinggir kolam bernang sekalian makan dan minum camilan dan ucapnya dianya disitu berkenalan dengan seorang pria Itali yang sudah lama bekerja di Indonesia. Saat dianya sedang asyik terlibat perbincangan bincang, selang beberapa saat beberapa anak dan Mia pulang dari jalanan dan lewat dekat kolam, selanjutnya istri terbuktigil mereka dan mereka juga menjumpai istri, mereka diperkenalkan ke pria Itali ini.
Saat itu istri mengundang Mia untuk bernang bersama sama, dan sejenisnya dianya berbahagia menerimanya, selanjutnya meminta ijin kembali lagi ke kamar untuk ambil pakaian bernangnya. Dengar itu beberapa anak ingin berenang , pada akhirnya istri mengizinkannya tetapi jangan kelamaan, karena malam hari.
Mereka ber empat berenang dengan senangnya malam tersebut. Sehabis senang, beberapa anak diminta istri stop berenangnya dan kembali lagi ke kamar mereka.
Sementara itu istri dan Mia masih tetap ada di kolam berenang dan istri mengundang minum di bar kolam berenang tersebut. Entahlah apa yang di bahasnya, tetapi menurut istri saya mereka berdua asyik terlibat perbincangan bincang, tidak ketinggalan masalah isu isu yang hebat. Mia bertanya masalah jalinan kami suami istri yang berkesan masih tetap tetap demikian mesra, walupun pertanyaannya masih tetap hanya itu dan cukup sedikit ragu. Tetapi Mia mulai lebih “berani” menanyakan sehabis istri memancing sejumlah pertanyaan ke Mia.
Istri bertanya jika menurut narasi saya, Mia punyai tatoo kecil di lebih kurang pahanya. Istri saya ingin menyaksikannya, mesikipun semenjak berenang barusan dianya sudah menyaksikan sekilas. selanjutnya Mia dengan sedikit masih tetap malu memperlihatkan ke istri. Istri demikian tertarik sampai terus memerhatikan tatoo itu sekalian meraba-raba dan menyeka usapnya. Selanjutnya Istri melanjutkan perbincangannya dan bicara jika saya demikian tertarik dengan tatoo itu dan lama disentuh oleh tangan saya, ucapnya sekalian tersenyum memerhatikan muka Mia. Tentu saja ini ialah kalimat yang mengulas dan melawan Mia jika istri saya mengetahui segala hal.
Sebelumnya sempat situasi sedikit sunyi, tanpa perbincangan. Tetapi belum Mia berbicara, istri sudah menanyakan kembali, bagaimana rasanya saat ketika kencan bersama saya di dalam kantor saat itu. Istri dengan suara demikian rileks dan bergurau memaksakan Mia untuk menceritakan peristiwa saat itu. Entahlah bagaimana narasi Mia ke istri, sampai Mia terus dekat sama istri saya. Usai berenang juga mereka asyik melanjutkan pembicaraannya di coffee shop di hotel sampai tengah malam.

Saat mereka akan kembali lagi ke kamar masing-masing, di muka pintu kamar kami, istri mengundang untuk singgah masuk sesaat, tetapi karena tidak sedap dan sudah tengah malam, awalannya Mia menampik tetapi sehabis istri berbisik ke dianya suara bergurau, baru Mia ingin masuk. Istri bicara ke Mia jika ingin mengusik dan membuat kejutan saya.
Mia ingin meng ikuti apa kata istri mungkin karena situasi mereka yang sudah demikian dekat.
Saya sadar dari tidur dan sadar sudah tertidur semenjak semalam. Tetapi situasi di luaran sana masih tetap berkesan gelap pekat. Beberapa akhir saya mengetahui itu masih tetap pagi hari lebih kurang jam satu alias jam duaan. Tentu saya tersadarkan karena suatu hal karena yang membuat saya bangkit dari tidur yang pulas tersebut. Istri tidak ada dari sisi saya, tetapi berasa ada suatu hal pada tahapan bawah saya yang demikian menggairahkan saya dan berasa sangat nikmat. Berasa penis demikian tegang sekali.
Bantal sedikit saya tinggikan dan selanjutnya mata melihat ke tahapan bawah. Sebelumnya sempat sebentar saya demikian terkejut dan kejutan, tetapi selanjutnya selekasnya saya dapat mengatur diri.

Berkesan ada dua kepala wanita ada di lebih kurang selangkangan kaki saya. Seorang sedang menciumi paha dan yang satu sedang mengelus elus penis. Saya selekasnya mengenal yang menciumi paha saya. itu istri saya, tetapi wanita yang satu tidak lebih terang wajahnya karena gelapnya ruang. Saya coba nasibkan lampu kecil dikurang lebih samping tempat tidur. Baru selanjutnya saya mengenalinya, dianya Mia.
Saat lampu kecil saya hidupkan, ke-2 duanya masih tetap meperbuat apa yang mereka lakukan, cuma mata mereka yang sesaat melihat ke saya. Tanpa senyuman apapun itu mereka melanjutkan lagi apa yang mereka lakukan. Saya terus melihat apa yang mereka lakukan. Mia mulai menjilat-jilati tangkai penis dimulai dari pangkalnya dan terus ke arah kepala penis. Berasa lidahnya yang hangat dan basah sentuh kulit penis. Mesikipun getaran lidahnya tidak selihai istri, tetapi ini sudah membuat kepuasan untuk saya. Dalam pada itu, istri mulai bergerak ke arah penis dan selanjutnya dianya mulai turut menjilat-jilati penis dengan lidahnya yang demikian menggairahkan.

Mereka berdua sama-sama menjilat-jilati penis saya dengan gairahnya. Tentu saja rasanya ini sangat nikmat dan punyai rasa tertentu. Tidak seperti dijilat dengan seorang wanita, rasanya tidak benar-benar, berasa ada dua lidah yang sama-sama menjilat-jilati tangkai penis, kepuasan yang sangat asyik yang cuma dapat dicicipi untuk yang sebelumnya sempat merasainya saja. Mereka menjilat seperti sama-sama berebutan suatu hal.sebuah hal. Terutama saat mereka mulai menjilat-jilati lebih kurang kepala penis, mereka sama-sama berebutan dengan gairahnya. Berkesan bibir Mia dan istri sama-sama bersinggungan menjilat kepala penis, begitupun bibir mereka sama-sama bersinggungan saat akan mengulum ujung penis dan bersama mengisap ujung penis. Berkali kali berasa ujung penis keluarkan sedikit cairan karena permainan mereka.

Istri dan Mia juga kedengar mulai kedengar desahannya karena terangsang mereka. Saat mereka berdua asyik nikmati penis, saya seringkali mengubah panorama saya ke tubuh istri dan Mia, mereka sudah tidak kenakan apa apalagi dan ke-2 rambut mereka basah seperti habis keramas. Warna kulit Mia sedikit gelap dibanding istri, tetapi berasa sama seperti istri, kulitnya demikian halus dan hangat.
Saya selanjutnya mengganti posisi dengan menggugah tubuh dan duduk di atas tempat tidur. Berkali kali kepala dan rambut mereka berganti-gantian saya belai. Satu-satu, muka istri saya ambil agar menyaksikan ke saya dan selanjutnya saya cium dengan mesra dan gairahnya. Lidang dan lidah sama-sama bertemu dan meperbuat deep kiss. Selanjutnya Mia, mukanya saya ambil seperti istri saya dan selanjutnya saya cium dengan dalamnya, berasa kecupannya demikian gairah dan menggebu gebu melewati istri. Mia dan istri bertubi tubi menciumi bibir saya sama-sama berebutan sampai ke-3 bibir kami berpadu solid dan sama-sama menjilat dengan lidah masing-masing. Sehabis itu Mia dan istri menjilat-jilati lagi penis, sampai beberapa saat.
Seterusnya istri mulai hebat diri dan duduk selain mendekati saya, tetapi Mia masih tetap tetap menjilat-jilati penis, bahkan juga lebih bebas , dianya muali masukkan penis semuanaya di dalam mulutnya dan berkali kali di keluar masukan ke mulutnya.
Istri selanjutnya berlutut dari sisi saya dan kami mulai sama-sama berciuman kembali dengan mesranya. Tetapi ini hari tangan saya dapat sekalian meremas ke-2 payudaranya dengan berganti-gantian, tersa putingnya sudah demikian kenyal melawan. Selanjutnya tangan mulai saya gerakkan ke bawah, ke pusarnya perlahan-lahan tempat dan terus kebawah kembali sampai capai selangkangan pahanya. Berasa sudah basah sekali selangkangannya dengan cairan badannya yang keluar cukup banyak dari vaginanya. Saya mulai meraba-raba klitorisnya dan disentuh dan dimainkan jemari jari saya, berasa demikian licin sekali, sampai tidak sadar jemari telunjuk dan tengah terus masuk ke vaginanya bersama. Vaginanya berasa demikian hangat dan licin sarat dengan cairan beningnya yang lekat tersebut.

Tangan saya yang satu mulai saya ulurkan ke Mia dan dengan kode tangan hebat dianya agar bangun dan menghindari mukanya dari penis. Dianya saya ambil agar merapat ke saya dan di bimbing agar dianya berlutut kakinya ada di kanan kiri pinggul saya. Selanjutnya sekalian menggenggam pundaknya dan di pencet, saya memberikan kode dengan menekan pundaknya agar dianya mulai masukkan penis ke vaginanya. Mia selekasnya memberi respon dengan memegang penis saya dan ditujukan ke dalam mulut vaginanya, selanjutnya pinggulnya dikit demi sedikit mulai turun dan terus memasukkan penis ke vaginanya, berasa demikian panas didalamnya dan sudah licin seperti istri saya.

Selanjutnya tangan saya yang masih tetap ada di pundaknya dikit demi sedikit di tujukan ke payudara Mia yang manis tersebut. Payudaranya tetap masih sedikit lebih kuat dibandingkan istri, putingnya demikian keras. Dengan jemari telunjuk dan tengah putingnya saya mempermainkan dan kadangkala diapit oleh ke-2 jemari saya. Mia demikian terangsang sampai mulai mendesah cukup keras, sedangkan itu pinggulnya terus bekerja maju undur mainkan penis saya yang ada dalam vaginanya. Kedengar rintihan istri dan Mia yang saut menyaut karena enaknya, begitupun saya.

Untuk beberapa saat istri biarkan Mia nikmati penis saya di dalam dianya. Selanjutnya istri mulai bergerak mengganti posisi berlutut ada di belakang Mia dan selanjutnya dianya mendekat ke punggung Mia, selanjutnya dari belakang ke-2 lengannya menjulur di depan dan ke-2 tangannya merauk dan meremas ke-2 payudara Mia. Tubuh Mia juga terus mendekat ke saya, dianya mendesah berkali kali dengan suara keras dan menafsukan. Saya menciumi istri yang mukanya ada dari sisi muka Mia, dianya seolah membantu agar rangsangan ke Mia lebih hebat kembali. Saya juga semaksimal mungkin terus mengatur diri agar masih tetap dapat bersi kokoh semakin lama .
Waktunya saya menginginkan istri saya tiba, sikap tubuh saya rebahkan kembali dan Mia saya ambil ke arah arah muka saya. Dengan style merayap Mia dekati muka saya dan stop pas wajahnya bertemu dengan muka saya. Saat bergerak, goyangan payudaranya membuat saya terus panas. selekasnya ke-2 pipinya saya pegang dan ditarik ke arah muka saya. Bibirnya yang demikian menafsukan selekasnya saya menyambut dengan kecupan yang dalam. Masih tetap berasa embusan napasnya yang terputus putus karena bermainnya barusan.

Sehabis itu saya mulai rasakan penis masuk dan tenggelam di dalam vagina, tetapi ini hari ialah vagina istri. Dengan kepiawaiannya dianya mulai menjepit berkali kali penis sampai saya tidak kuat sampai keluarkan suara cukup keras. Berkesan sekilas pinggul istri bergoyang memiliki irama demikian menarik dan salah satunya tangannya berkesan mainkan clitoris dan vagina Mia. Kami bercakap-cakap dengan demikian menarik dan tidak ingin selekasnya usai, ingin nikmati sepanjang mungkin. Entahlah sudah berapakah lama kami begitu, berkesan masing-masing sudah berkeringat.
Sepanjang nikmati permainan seks ini, saya sempat meperbuat seks dengan posisi penis dari belakang Mia atau istri berganti-gantian. Satu diantaranya seperti saat saya masuk vagina istri dari belakang. Mia telentang pada tempat tidur dan istri dalam posisi seperti merayap sama persis di atas Mia. Kepalanya dianya rendahkan sampai dekati ke-2 payudara Mia dan tahapan pinggul kebawah yang menungging ke atas sampai saya gampang untuk measuki vaginanya dari belakang. Saat saya nikmati vagina istri dari belakang, istri ikut juga menggairahkan Mia dengan meraba-raba, meremas dan mengulum payudara dan puting Mia, demikian cantik sekalai panoramanya.

Saat saat yang paling mengagumkan ialah saat saya mendekati klimaks. Tepatnya saya cukup lupa tetapi saat itu mendekati klimaks, penis sedang ada dalam vagina Mia. Karena pergerakan Mia yang demikian hebat sampai saya tidak dapat bersi kokoh kembali. Saat mendekati ejakulasi, penis selekasnya saya keluarkannya dari Mia dan seringkali cairan putih susu yang panas dan kental keluar penis mengenai dada istri dan Mia dengan berganti-gantian sampai payudara mereka basah dengan sperma. Terkini, istri sebelumnya sempat memegang penis dengan tangannya dan menggoyangkannya ke depan dan kebelakang dimuka mukanya dan satu hentakan yang terkini dari penis membasahi lebih kurang mulut dan pipinya. Demikian puasnya kami bertiga bercakap-cakap dan pada akhirnya kami merubuhkan diri pada tempat tidur. Saya di tengah-tengah, Mia dan istri di kiri kanan saya tidur terlungkup dan kepala mereka berdua tiduran di atas dada saya. Ke-2 duanya saya ciumi dengan mesra dan tidak sadar kami bertiga tidur dengan pulasnya.
Saat saya bangun, matahari sudah terlihat dan berkesan istri habis usai mandi dan sedang keringkan rambut dengan membalut tubuhnya dengan handuk. Mia sudah tidak ada di dalam kamar. Selanjutnya saya mendekati istri dan saya kecup pipinya. Dianya membalasnya dengan ciuman enteng di bibir saya. Saya berbisik di kupingnya bertanya masalah Mia. Istri dengan senyuman mejawab secara halus jika Mia sudah kembali lagi ke kamarnya barusan pagi. Selanjutnya saya juga pergi ke arah kamar mandi.

Pagi itu seperti tidak ada faktor yang khusus, kami makan pagi bersama sama di hotel dan santai di pulau dewata tersebut. Siang harinya kami sebelumnya sempat berenang bersama sama satu keluarga di kolam bernang hotel yang luas itu dan tentu saja Mia turut dengan kami dan beberapa anak. Sore hari mendekati matahari tenggelam, saya, istri dan Mia sebelumnya sempat berjalan jalan di pesisir pantai di lingkungan hotel dan sekedar duduk di pasir.

cersex ustazah cersex istri binal cersex cerbung cersex gangbang cersex cuckold cersex putri77
You might also like