Cerita Sex Berhubungan Badan Dengan Wanita Yang Cantik Dan Menawan

cersex istriku cersex 2024 cersex sd cersex akhwat cersex hamil cersex xyz

Saya barusan bangun tidur. Udara berasa fresh sehabis Jakarta diguyur hujan lebat sepanjang malam. Kukenakan kaos oblong tanpa lengan dan celana singkat ketat yang memperlihatkan lekuk-lekuk bokongku yang demikian menarik. Saya berjalan ke halaman muka.
“Aha… Koran baru sudah tiba”, kataku dalam hati melihat surat informasi pagi terbitan ini hari terkapar di dekat pintu psupaya.

Cersex TanteKuambil surat informasi tersebut. Langsung saya duduk di atas bangku di teras sekalian membacanya. Sebagai mahasiswa fakultas ekonomi saya benar-benar menyenangi beberapa berita berkenaan ekonomi Indonesia termasuk kritis ekonomi berkelanjutan yang tengah menerpa Indonesia. Kubolak-balik halaman-halaman surat informasi. Mataku tertumbuk di suatu iklan satu kolom yang cukup menonjol.
“Dicari, gadis berusia 17 sampai 25 tahun. Muka dan performa hebat. Memiliki tubuh ramping. Tinggi minimum 165 cm secara berat yang tepat. Dapat berpenampilan. Berminat untuk jadi gambar mode.

“Saya dapat diterima apa tidak ya?” Saya menanyakan dalam hati.
Bisa dibuktikan sich, kupikir-pikir saya penuhi persyaratan yang disuruh. Umurku baru mencapai 20 tahun. Badanku ramping dengan tinggi 170 cm, sesuai dengan ukuran dadaku yang di atas rerata wanita seusiaku. Mukaku elok. Teman-kawanku katakan saya kombinasi di antara Desy Ratnasari dan Maudy Kusnadi. Tetapi menurutku sich mereka terlampau memujiku berlebih-lebihan. Ah, mencoba saja saya menikah dengan. Mungkin saya diterima menjadi gambar mode. Kan cukup buat tingkatkan pendapatan. Saya masuk ke rumah, ke kamarku.
“Gunakan pakaian apa ya nikmatnya?” batinku. Ah ini saja.

Kukenakan blus biru muda dan celana panjang jeans belel yang cukup ketat yang barusan tempo hari hari yang lalu kubeli di Cihampelas, Bandung. Mobil Feroza yang kukendarai masuk jalan yang disebutkan dalam iklan. Ah, mana ya nomor **** (edited)? Nach inilah. Tempat tinggalnya sich cukup keren. Di halamannya terpajang papan nama
“**** (edited) Agen Foto Studio dan Modelling. Terima anak buah baru.” Wah betul ini tempatnya.

Kuparkir mobilku di tepi jalan. Di situ sudah cukup banyak menempati beberapa mobil lain. Saya masuk ke. Astaga! Dalam sudah cukup banyak cewek-cewek elok. Pasti mereka adalah pelamar semacamku. Sesaat mereka melihatku saat saya masuk. Mungkin mereka takjub melihat kecantikan mukaku dan kemolekan badanku.

Kucari tempat duduk yang kosong sehabis awalnya mendaftar diriku di atas meja registrasi. Edan, sebagian besar tempat duduk berisi. Nach, itu dianya ada satu yang kosong di samping seorang cewek yang elok sekali, turunan Indo. Mukanya serupa Cindy Crawford. Keliatannya dia seumuran denganku. Tetapi astaga, dia memakai pakaian yang berdada rendah atau “you can see,” dan rok jeans mini yang cukup ketat, menjadi memperlihatkan pangkal toketnya yang memiliki cukup besar.

Dia terlihat melihatku dan tersenyum. Melihatnya saya jadi kurang percaya diri. Wah, tandinganku ini hebat sekali. Apa mungkin saya dipilih jadi gambar mode di sini? Satu-satu beberapa pelamar diundang ke ruangan pengujian, sampai sang Indo di sampingku barusan diundang . Semua pelamar yang sudah ditest keluar melalui pintu lain. Pada akhirnya namaku diundang .
“Feby K**** (edited) dipersilahkan masuk ke.” Aku juga masuk ke dan disongsong dengan seorang pria memiliki tubuh cukup gendut.
“Perkenalkan saya Hans, direktur sekalian pemilik agen ini. Siapa nama kalian barusan? Oh iya, Feby, nama yang kece, sekeren orangnya. Sekarang gantian kalian ditest. Kalian coba berdiri di situ.” Aku juga menurut saja dan ke arah tempat yang dipilih oleh Hans, di bawah lampu sorot yang cukup jelas dan di muka sesuatu camera gambar.

“Kalian coba lihat-lihat beberapa contoh gambar ini. Tentukan lima style salah satunya. Saya akan menguji apa kalian dapat berpenampilan. Jangan malu, don’t be shy!” kata Hans sambil memberikan sesuatu album gambar.
Saya melihat beberapa gambar didalamnya. Ah ini mah seperti style gambar mode di majalah-majalah! Gampang sangat! Lantas saya pilih lima style yang menurutku kece. Sehabis itu, jepret sana, jepret sini, lima style sudah saya berfoto dan difoto. Tetapi Hans belum menyilahkan saya keluar ruang. Dianya keliatannya seperti berpikiran sesaat.
“Nach, saat ini, Feb. Kalian coba membuka kancing-kancing tahapan atas blus kamu. Tidak perlu malu. Biasa saja lah!” Aku pikir tidak ada apa-apa lah ini hari.
Kubuka beragam kancing atas blusku menjadi berkesan BH yang kupakai. Mata Hans sepintas berbeda saat melihat pangkal toketku yang montok. Lantas saya difoto kembali dengan pose-pose yang sensual.
“Nach, demikian kan yahud. Sekarang coba membuka pakaian kalian semua.” Wah! Ini mah mulai keterlaluan!
“Ayolah, jangan malu!” Sebenarnya dalam hati saya menampik. Akan tapi biarkanlah, karena saya semenjak kecil teratur mengidam-idamkan ingin jadi gambar mode.

Cerita Lainnya:   Cerita Sex KEHILANGAN PERAWANANKU SAAT MENSTRUASI

Dengan pelan-pelan kutanggalkan blus dan celana panjangku. Mata Hans tanpa berkedip-kedip melihati badan mulusku yang cuma tertutupi oleh BH dan celana dalam. Saya sedikit menggigil kedinginan cuma kenakan pakaian dalam di ruang yang ber-AC ini. Tapi Hans tidak menghiraukannya. Dia justru menyuruhku melepaskan baju yang masih tetap sisa di badanku. Ah, edan ini! Tetapi cueklah, cuma berdua ini! Lantas dengan membelakangi Hans, kulepas BH-ku. Kusilangkan tanganku di dada tutupi toketku.

“Feb, masak kalian kembali tubuh demikian. Bagaimana saya dapat mengetesmu.” Saya mengubah badan menghadap Hans.
Hans menyuruhku turunkan tangan yang tutupi toketku. Hans terkesima melihat toketku yang montok dan berisi dengan puting susunya yang tinggi melawan warna kecoklat-coklatan fresh, tanpa tertutup oleh selembar benang juga. Saya jadi risi pada pandangan matanya. Hans menyuruhku melepaskan celana dalamku. Dia terus melotot melihat tahapan kemaluanku yang banyak oleh rambut-rambut lembut yang masih tetap tipis. Sepintas kusaksikan kemaluan dibalik celana panjangnya menegang.
“Nach, sekarang kalian diam di sana. Akan kuukur badanmu, apa penuhi persyaratan”, kata Hans sekalian ambil meteran untuk menjahit.

Pertama kalinya dianya menghitung ukuran penting dadaku. Dia melingkarkan meterannya melalui toketku. Dengan menyengaja tangan Hans menyinggung puting susuku samping kanan menjadi membuatku meringis kesakitan. Tetapi saya diam merengut saja.
“Kamu untung memiliki toket yang cantik seperti ini”, kata Hans sekalian mencolek belahan toketku.
“Nach, sudah usai sekarang ini. ” Saya merasa lega.
Pada akhirnya usailah penghinaan seksual yang mau tak mau kuterima ini.

“Jadi saya sudah bisa keluar?” tanyaku.
“Eits! Siapa ngomong kalian sudah bisa keluar?! Nantinya dahulu, manis!” Wah, kacau-balau! Apa kiranya yang dia harapkan kembali?
“Niken!” Hans terbuktigil seorang.
Seorang gadis elok keluar ruang lain, telanjang bundar. Ya ampun, kenyataannya dia adalah cewek Indo yang barusan duduk di sampingku di ruangan nantikan. Toketnya yang montok ber

menggantung cantik di dadanya, sesuai dengan pinggulnya yang montok juga. Saya bertanya apa pemahaman dari semuanya.
“Nach, sekarang kalian coba saksikan, Feby. Niken ini adalah salah satu pelamar yang sukses dipilih. Kenapa? Karena dia pas dengan profile gambar mode yang saya harapkan untuk project kalender bugil yang akan saya edarkan di luar negeri. Kalau kalian ingin sukses seperti Niken, kalian wajib berani seperti ia, Feb”, kata Hans sekalian menunjuk ke gadis elok yang bugil tersebut.
Astaga! Batinku. Saya wajib difoto bugil. Bagaimana pandangan beberapa orang padaku nantinya bila beberapa gambar telanjangku sampai disaksikan beberapa orang cukup banyak?! Tetapi kan hanya disebarkan di luar negeri?!

“Baik, tetapi ini hari saja ya”, saya menyggupinya.
Pada akhirnya saya difoto dalam beragam gaya.
Gaya yang pertama, saya diminta tiduran tertelentang dengan gaya memanjang di atas tempat tidur, dengan buka pahaku lebar-lebar, menjadi memperlihatkan kemaluanku secara jelas.

Cerita Lainnya:   Cerita Sex Vaginanya Sempit dan Basah

Gaya ke-2 , saya duduk mengangkang di pinggir tempat tidur sementara Niken menjilat-jilati lubang kemaluanku.
Gaya ke-3 , saya pada kondisi berdiri, dan Niken dengan lidahnya yang mengusai permainkan puting susuku.
Gaya ke-4, saya masih tetap berdiri, sedangkan Niken berdiri di belakangku dan melakukan perbuatan seolah-oleh kita berdua sedang bersenggama. Niken berperanan sebagai seorang pria yang sedang menusukkan tangkai penisnya ke lubang kewanitaanku, dan tangannya meremas-remas ke-2 iris toketku yang cantik. Dan saya disuruh pejamkan mataku, seakan-akan saya sedang terlena oleh kepuasan yang tidak ada taranya.

Semua itu adalah pose-pose yang menghidupkan gairah birahi untuk golongan pria tapi sangat menjijikkan untuk diriku. Mendadak kurasakan ke-2 iris toketku diremas-remas lebih keras, bahkan juga lebih kasar. Saya meronta-ronta kesakitan. Saya melihat ke belakang. Astaga! Kenyataannya yang di belakangku sudah bukan Niken , tetapi Hans yang saat ini sedang permainkan toketku dengan semaunya! Entahlah Niken sudah ke mana perginya.

“Jangan, Pak! Jangan!” Saya melawan-berontak sebisa-bisanya. Tetapi semua itu tidak ada hasilnya. Tangan Hans semakin kuat mendekapku kencang-kencang sampai saya nyaris tidak dapat bernafas.
“Kamu bisa dibuktikan sangat elok, Feby”, kata Hans sekalian mencium tengkukku sementara tangannya masih tetap terus memasuki ke-2 bukit yang membusung di dadaku.

Mendadak secara kasar, Hans mendorongku, menjadi saya jatuh tertelentang di atas sofa. Melihat badan mulusku yang sudah terkapar pasrah di depannya, napas Hans mengincar seperti dikejar setan. Matanya melotot seperti ingin meloncat keluar melihat keelokan badan di depannya. Kututup toketku dengan tanganku, tetapi Hans menepisnya. Betapa belahan toketku benar-benar halus dan menggairahkan saat mulut Hans mulai menyentuhnya.

Toketku yang putih bersih itu bisa dibuktikan menarik. Mulut Hans dengan buas menjilat dan melumat tahapan pucuk toketku, lantas menghisap puting susuku berganti-gantian, menjadi saya menggeliat kegelian. Napasku turut mengincar saat tangan Hans mulai merayap ke selangkanganku, meraba-raba pahaku dari pangkal sampai lutut. Lantas betisku yang mulus tersebut. Saya hampir-hampir tidak dapat bernafas kembali saat mulut Hans terus menghisap dan mengisap puting susuku. Saya meronta-ronta. Tetapi Hans terus mendesak dan melumat puting susuku yang lancip kemerahan tersebut.

Seumur nasibku, belum saya diperperbuat sebegitu lupa oleh lelaki mana saja, dan sekarang ini saya wajib memberikan diriku pada Hans. Hans coba menggerakkan tangkai penisnya masuk ke sela memekku yang sempit. Dia sudah tidak kuat kembali membendung gairahnya yang mencapai puncak saat tangkai penisnya bersinggungan dengan lubang kewanitaanku yang merah terbuka. Tangkai penis Hans pada akhirnya menusuk semuanya ke lubang kepuasanku.

Saya menjerit saat lubang kewanitaanku diterobos oleh tangkai penis Hans yang tegang dan panjang. Betapa perih saat “kepala meriam” itu terus masuk ke lubang kewanitaanku, yang belum sekalinya rasakan jamahan lelaki. Saya coba melawan semaksimal mungkin kembali. Tetapi apa daya, Hans semakin kuat. Apalagi saya sudah lemas, tenagaku hampir habis. Mau tak mau saya cuma dapat terima dengan pasrah dicabuli oleh Hans. Dan pada akhirnya, saya merasakan tidak kuat .

Sehabis itu saya tak ingat apapun kembali. Saya tidak sadar diri. Saat saya siuman, saya mengetahui diriku masih tetap terkapar telanjang bundar di atas sofa dengan cairan-cairan kepuasan yang ditembakkan dari tangkai penis Hans bersebaran di sekujur perut dan dadaku. Sementara kusaksikan ruang itu sudah kosong. Selekasnya kukenakan bajuku kembali dan segera ke luar ruang. Kukebut Feroza-ku pulang ke rumah dan bersumpah tidak akan sebelumnya sempat balik lagi ke arah tempat laknat itu!

cersex ustazah cersex istri binal cersex cerbung cersex gangbang cersex cuckold cersex putri77
You might also like